Meet ‘n Greet Pintu Harmonika

Sebenarnya saya sudah berencana menceritakan pengalaman saya saat Meet ‘n Greet Pintu Harmonika sejak minggu lalu. Berhubung waktu dan tempat tidak mengijinkan, terpaksa baru sekarang dituliskan.

Berawal dari tweet @_Plotpoint yang menyebutkan bahwa akan ada Meet ‘n Greet dengan penulis dan movie maker dari Pintu Harmonika. Tanggal 28 April 2013, jam 2 siang, bertempat di Gramedia Mall Taman Anggrek. Dengan perasaan tidak karuan, saya mengecek kalender. Langsung kegirangan pas tau 28 April itu hari Minggu. Kemungkinan besar bisa, nih.

Langsung bergerilya mencari teman untuk pergi kesana. H-2, belum ada yang bersedia. Mulai senewen dan berpikir, apa enggak usah aja ya? Apalagi, saat saya tanya apakah harus mendaftar terlebih dahulu, tidak mendapat tanggapan.

Saat baca akan ada sesi tanda-tangan, iseng saya tanya, apakah buku tersebut harus dibeli di Gramedia atau boleh dibawa dari rumah? Eh,dijawab langsung oleh Kak Clara, bahwa yang penting datang, pasti ditandatangan.

Whii, langsung kesenengan bak ababil di-mention sama BebekLieur (siapa tuh? Ada deh.. XD)

Jadilah, membulatkan tekad untuk datang. Dan untungnya, temen ada yang mengkonfirmasi kalau dia bisa menemani. Thank you ya, buat yang udah nemenin! (siapa lagi tuh? Kasih tau gak ya… XD)

Nah, akhirnya berangkatlah saya pergi ke acara Meet ‘n Greet tersebut. Karena temen saya itu super bersemangat, akhirnya saya sampai di Taman Anggrek sekitar jam 11. Itu pun saya sudah membuat teman saya menunggu dari jam 9 :p

Kata teman saya, “Cek TKP dulu, gan.” Akhirnya kami pun mengintip ke area Gramedia. Sepi, tidak ada kesibukan berarti. Cuma terlihat ada beberapa baris kursi yang disusun di dekat area rak novel. Sempet curiga, apa salah informasi,ya? Tapi karena ada kursi-kursi tadi, yah sudahlah, yakin saja.

Berhubung saya juga mau servis handphone, pergilah kami ke service centre terlebih dahulu. Sedikit deg-degan, takut telat. Nanti enggak dapet tempat duduk #penting

Akhirnya, jam dua kurang lima menit, saya dan teman bergegas ke Gramedia. Di pintu masuk Gramedia, disambut dengan selebaran Meet ‘n Greet. Sebenarnya saya sedikit heran juga, sih. Kenapa selebaran tidak disebar sejak pagi? Yah sudahlah ya, bukan urusan saya juga.

Sampai di spot, suasana terlihat sudah mulai ramai. Untung masih ada dua bangku yang tersisa dan langsung saya tempati. Kursi untuk pembicara sudah terlihat disediakan dan banner pun sudah muncul. Beberapa orang dengan kaus Plotpoint pun berseliweran.

Dan, saya pun melihat Kak Clara Ng. Huaa.. Rasanya seneng banget >,<

Ternyata, yang duduk di barisan depan saya, dua anaknya, Caty dan Elysa. Komentar teman saya melihat kedua anak tersebut adalah: “Emang beda ya, kalau anak penulis, baca buku. Tapi, gue lebih suka begini, sih. Daripada liat anak jaman sekarang, pegangnya iPad. Kan lebih asyik liat anak kecil bawa buku.” Kurang lebih begitu deh, dan saya setuju sama komentarnya.

Sekitar setengah jam kemudian, akhirnya acara pun dimulai. Terus terang, saya lupa nama pembawa acaranya siapa. Saya juga tidak ingat, apakah dia menyebutkan namanya atau tidak. Terlalu bersemangat, sih #alibi

Oh ya, saat acara baru akan dimulai, ternyata..yang emang niat duduk di situ buat dengerin tuh cuma saya dan temen saya. Yang lain, cuma numpang duduk. Begitu disebut acara akan dimulai, langsung banyak yang melipir. Dan saya pun bengong, cuma segini nih? :O

Seiring berjalannya acara, mulai banyak lagi yang berdatangan dan mendengarkan penjelasan dari Kak Clara Ng dan Kak Icha Rahmanti, sebagai penulis dari novel Pintu Harmonika.

Oh ya, pemeran dalam film Pintu Harmonika juga ada yang dateng, lho. Adam dan Nashabigail, pemeran dari David dan June. Sempet disebut siapa pemeran Rizal, tapi entah kenapa tidak berhasil ingat. blushing

Jadi, ternyata, film Pintu Harmonika itu adalah film yang terdiri dari tiga film pendek dengan tiga plot cerita berlainan, diarahkan oleh tiga sutradara perempuan. Cerita di dalam film, hanya dihubungkan dengan kenyataan bahwa mereka sama-sama tinggal dalam ruko.

Nah, itu juga yang menjadi alasan kenapa diberi judul ‘Pintu Harmonika’. Coba perhatikan deh, pintu di ruko 🙂 Karena mengambil latar kehidupan di dalam ruko, maka diberi judul seperti itu.

Kak Clara Ng, dalam penjelasannya soal buku ini, menyebutkan kalau Pintu Harmonika itu lahir dari kerinduan akan film keluarga. Film yang bisa ditonton oleh seluruh keluarga, bukan hanya papa-mama, anak kecil, tapi bisa ditonton bersama.

Novel Pintu Harmonika adalah hasil adaptasi dari skenario filmnya. Saat diberi tawaran untuk menulisnya, Kak Clara merasa membutuhkan partner. Maka, diajaklah Kak Icha Rahmanti untuk bekerjasama.

Kenapa dipilih Kak Icha? Karena katanya, Kak Icha sudah berpengalaman dalam menulis novel remaja. Plus, Kak Icha juga penggemar novel anak, sama seperti Kak Clara. Oh ya, bocoran sedikit, Kak Clara juga menulis buku anak, lho 😀

Mendengar cerita saat mereka bekerjasama membuat novel, terlihat bahwa keduanya punya chemistry yang cukup kuat. Disebut juga bahwa deadline untuk tulisan berjalan dengan lancar. Novel selesai tepat waktu, bahkan Kak Icha sendiri mengaku takjub bahwa semua selesai tepat waktu. Sebagai procrastinator yang baik, saya jadi malu mendengarnya :p

Cerita di dalam novel Pintu Harmonika dibuat sedikit berbeda dengan skenario di dalam film. Di dalam novel, ketiga tokoh utama (Rizal, June dan David) terhubungkan dalam sebuah tempat yang mereka sebut sebagai ‘SURGA’.

Surga adalah semacam sanctuary bagi mereka, tempat mereka ‘melarikan diri’ dari masalah. Entah itu masalah di sekolah, keluarga ataupun saat merasa ingin sendiri. Mereka bertemu di Surga dan menghabiskan waktu bersama di sana.

Suatu hari, terdapat papan pengumuman di Surga yang mereka cinta. Surga akan dijual! Siapa yang rela kehilangan apa yang dicinta? Maka, misi penyelamatan surga pun dimulai. Apakah mereka berhasil menyelamatkan Surga? Atau, apakah Surga memang perlu diselamatkan? Silahkan cari tahu sendiri di dalam bukunya yaa XD

Pintu Harmonika pun sesungguhnya mengangkat isu kehidupan di ibukota. Dimana anak cenderung kehilangan serunya masa kecil karena hidup yang berbatas tembok. Sulit rasanya menemukan tempat yang nyaman untuk bermain bersama teman, dekat dengan rumah dan.. gratis XD

Karena itulah digambarkan bahwa bagaimana para tokoh utama bisa begitu cinta dengan Surga, walau terkesan ‘biasa’ atau malah ‘terlantar’. Setidaknya, ada pesan bahwa yang dibutuhkan dalam hidup bukanlah kemewahan tapi cinta dan perasaan aman walau dibalut kesederhanaan.

Saya sudah pernah memberi review untuk bukunya. Setelah mengikuti meet ‘n greet, saya menjadi semakin mengerti makna yang hendak disampaikan dalam buku tersebut. Saya juga jadi rindu untuk membaca buku. Mari sejenak melupakan review (sejenak aja, hutang masih menumpuk XD) Sometimes, we just too busy to judge and not enjoy the read 🙂

Oke, kembali lagi ke soal Meet ‘n Greet.  Setelah mendengarkan penjelasan Kak Clara dan Kak Icha soal proses kreatif mereka, sesi tanya-jawab pun dimulai. Saya ikut bertanya soal letak ruko yang beda antara penjelasan dalam cerita dan gambar di cover. Sayangnya, saya sendiri tidak begitu ingat letak yang benar seperti apa XD

Sepertinya yang disebutkan oleh Nashabigail yang tepat. Dia yang menjawab kalau posisi ruko dalam film, berbeda dengan posisi ruko yang tergambar di cover novel. CV Shahnaz terletak paling ujung, toko Firdaus yang berada di tengah.

Karena saya dan seorang ibu yang lain bertanya, kami pun mendapatkan hadiah novel yang kemudian ditandatangan langsung oleh Kak Clara, Kak Icha, Nashabigail dan Adam. Padahal, saya sudah punya yang bertandatangan penulis dan film-maker. Oh ya, karena anaknya Kak Clara ikut bertanya, dia juga kebagian novel deh. Maaf, saya lupa, itu Caty atau Elysa yang dapet XD

Saat mengantri tanda-tangan, saya pun meminta Kak Clara untuk tanda-tangan novelnya yang lain. Sekedar catatan, saya sudah mempersiapkan novel-novel Kak Clara dari rumah. Cuma lima sih, tapi tebalnya itu lho yang bikin pegel juga sebenernya. Enggak apalah, demi cintaku pada Kak Clara #penting

Oh ya, dapet ilmu juga dari Kak Clara. Karena masih sempet belanja Manta Dies Irae dulu, saya pun langsung minta tanda-tangan gitu. Berhubung masih dibungkus plastik, Kak Clara pun mengajarkan bagaimana cara membuka bungkus plastiknya. Ditekuk di bagian tengah gitu dan..bungkus pun terbuka.

Komentar dari crew Meet ‘n Greet yang duduk di deket Kak Clara: “Oh, jadi.. Kemarin saya buka sampul untuk sekitar seratus buku itu caranya salah, ya?” XD

Senang akhirnya ketemu penulis favorit, walau akhirnya malah speechless gitu mau ngobrol apa. Berharap bisa jadi semacam ababil yang bakal langsung sok akrab dan nanya-nanya gitu, tapi malu. Enggak apalah, toh Kak Clara juga ramah dan rajin bales mention di twitter #dikeplak XD

Saat datang Meet ‘n Greet, handphone saya sedang diservice. Untung saja bawa temen yang berbaik hati untuk mengabadikan gambar saya dengan Kak Clara. Nih, jadi sah, ya. Enggak ada yang bisa protes NO PIC = HOAX. Buku yang lainnya mana? Tuh, liat aja yang di bangku, tas saya sudah menggendut gitu. Kan ribet kalau harus pegang lima buku :p

Clara Ng & ZP

Pokoknya, enggak nyesel deh pergi ke Meet ‘n Greet Pintu Harmonika kemarin. Ketemu sama penulis-penulis yang ramah dan enggak jaim.  Jujur aja, saya cuma tahu satu novel dari Kak Icha dan itu pun bacanya udah lama banget. Tapi, sehabis mengenal Kak Icha lebih jauh dari Meet ‘n Greet, sepertinya saya akan mulai hunting novel Kak Icha, nih XD

Kesan yang lainnya, saya merasa sepertinya minat orang Jakarta untuk bertemu dengan penulis itu masih rendah karena acara kemarin tergolong sepi, menurut saya. Apa karena promosi yang kurang? Entahlah.

Anyway, seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, saat ini saya jadi punya dua novel Pintu Harmonika. Jadi, saya pun memutuskan untuk memberikan novel tersebut sebagai giveaway.

Novel yang akan saya berikan adalah yang saya beli sebelumnya di GubukBuku. Udah bekas saya baca sih, tapi kondisinya masih bagus, kok. Ada tanda-tangan dari Clara Ng, Icha Rahmanti, Sigi Wimala, Ilya Sigma(sutradara filmnya). Harusnya sih ada tanda-tangan Luna Maya, tapi entah kenapa, enggak ada. Cari sendiri aja yaa XD

Caranya, gampang aja. Cukup menjawab  dan berikan alasan, apa novel dari Icha Rahmanti yang kamu rekomendasikan untuk saya? Syarat yang lainnya, harus berdomisili di Indonesia atau menggunakan alamat pengiriman di Indonesia.

Silahkan tulis jawabannya di kolom komentar post ini, ya.

Jawaban saya tunggu sampai hari Sabtu, 11 Mei 2013, jam 5 sore. Pengumuman pemenang di hari yang sama, jam 8 malam.

Pemenang harus menghubungi saya lewat komen di blog atau mention di twitter untuk konfirmasi data diri dalam waktu 2×24 jam sejak pengumuman. Bila tidak ada konfirmasi, dianggap gugur dan dialihkan ke peserta lain yang beruntung.

Ditunggu, ya, partisipasinya.

Lots of Love, ♥ ZP ♥

6 thoughts on “Meet ‘n Greet Pintu Harmonika

  1. hmm.. zel, aku inget dua novel dari icha rahmanti, Beauty Case & Cintapucinno. Hahha, bener ga ya ingatanku? -,-
    daannn… aku ngga tau alasan apa merekomendasikannya, well i mentioned it bukan karena mw ngerekomend tapi karena tiba-tiba pop-up, tiba-tiba inget 😛
    huahhahahhaha
    *trus ini ziy ikutan giveaway atau ngga sih? -.-a
    hahhahhaha, yang penting komen ^^v

    Like

  2. indah stewart

    beauty case kak… kenapa? karena novel itu menceritakan tentang arti perjuangan dan bahwa kecantikan itu bukan segalanya untuk mendaptkan pasangan. yang penting adalah hati kita sendiri.

    Twitter ID : @nila_adam

    Like

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s