Book Review – Sweet Melody by Baek Myo

Judul: Sweet Melody

Penulis: Baek Myo

Penerjemah: Rahmawati

Penyunting: Vina Marlia

Proofreader: Dini Novita Sari

Penerbit: Penerbit Haru

Tebal: 365 hal.

Cetakan pertama, Juli 2013

ISBN: 978-602-7742-15-4

“Musik adalah kebebasan menuju dunia yang tidak diketahui” – Baek Myo

Hwan adalah gadis yang kabur dari rumah karena merasa tidak diperhatikan, tidak diperlakukan secara adil oleh orangtuanya yang dia anggap lebih sayang pada Hyo, adiknya. Lewat sebuah kejadian yang tidak disengaja, dia bertemu dengan empat lelaki yang mengajaknya untuk bergabung dalam band mereka. Ralat, tepatnya, memaksa Hwan untuk bergabung.

Awalnya, Hwan tidak tertarik untuk bergabung. Tapi, saat berbincang dengan Gu Ho, pemilik losmen tempat Hwan tinggal selama dalam ‘pelarian’, akhirnya Hwan setuju untuk bergabung bersama Chang Ryong, Ju Ho, Jin Woo dan Jin Seong. Tujuan mereka (termasuk Hwan) sederhana, membentuk band untuk masuk ke Baekjageo, sekolah musik yang ternama.

Masalah pertama yang dirasakan oleh Hwan adalah.. mereka menganggap Hwan adalah laki-laki. Awalnya Hwan tidak begitu peduli, tapi dia sedikit gerah juga dan berusaha membuat teman satu band-nya sadar dengan mengusulkan “Sweet Melody” sebagai nama band. Siapa tahu mereka akan mengerti bahwa pilihannya yang ‘imut’ adalah tanda bahwa dia adalah wanita. Ternyata, mereka tidak sadar dan malah menganggap itu adalah usul yang sangat bagus!

Akhirnya, resmilah mereka menjadi band bernama Sweet Melody. Mereka mencoba untuk mendaftar dalam proses seleksi murid di Baekjageo, tapi mengalami kendala selanjutnya. Sekolah ternyata mempermasalahkan status Hwan yang kabur dari rumah. Untunglah, berkat kegigihan Hwan, mereka mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kemampuan mereka.
Hwan yang tadinya bersemangat, menjadi sedikit ragu dengan kemampuannya sendiri. Dia selalu berhasil meyakinkan orang lain bahwa Sweet Melody punya kemampuan. Tapi, apakah dia punya kemampuan dalam bernyanyi? Hwan belum pernah bernyanyi di depan khalayak ramai! Saat dia akhirnya mencoba bernyanyi bersama band, teman-temannya memuji suaranya yang indah. Hwan yang tadinya tidak percaya diri, akhirnya bisa yakin karena percaya dengan dukungan teman-temannya.

Selesai perkara? Belum! Ambisi Hwan untuk masuk sekolah yang menyala membuatnya memaksa rekannya sekalian untuk menerima tawaran menjadi bintang iklan. Demi mendapatkan modal, katanya. Semua berjalan mulus sampai mereka bertemu dengan H2O, grup yang terkenal tapi berperilaku menyebalkan. Belum lagi pertemuan dengan Cha Hyeon Joo, sang pianis jenius yang juga dalam pelarian dari rumah.

Saya menutup buku ini dengan perasaan campur aduk. Terasa sekali emosi yang dipermainkan, naik-turun oleh sang penulis. Setiap kejadian yang awalnya terlihat sepele, perlahan bisa membuat kita mengeryitkan kening dan makin hanyut dalam cerita. Ada juga kejadian yang sudah kita perhatikan dengan serius, ternyata.. malah membuat kita tertawa geli, sambil membatin, “Halah..

Kesan awal saya saat membaca buku ini adalah, covernya manis sekali. Pasti ceritanya juga manis. Khas Penerbit Haru. Memanjakan pembaca dari awal membaca.

Alurnya sedikit lambat menurut saya karena terkadang terlalu banyak penjelasan yang diberikan untuk medeskripsikan sesuatu. Sweet, but not necessary, for me. Tapi, itu menurut saya soal selera juga sih karena saya pencinta kalimat efektif dan tepat guna.

Anyway, saya gemes banget dengan hubungan antar tokoh yang menurut saya complicated, apalagi Hwan – Chang Ryong. Cuma, kalau boleh memilih, saya lebih seneng kalau Hwan – Ju Ho. I believe that you have to be with someone that comfort you, not confront you. (note: maaf kalau salah, kak widi #eh)

Nah, itulah sebab saya memilih Ju Ho sebagai tokoh favorit saya di cerita ini.  Dideskripsikan sebagai cowok yang tenang tapi berkepribadian hangat, rasanya akan menyenangkan kalau punya teman baik seperti dia. Lewat karakter Ju Ho, cowok tuh seharusnya sadar kalau terkadang cewek itu butuh bukan dimengerti, tapi didengarkan.

Tapi, sejujurnya saya pengen jadi Mi Rae, tunangan Chang Ryong, yang nearly-perfect. Buat yang merasa Mi Rae itu enggak mungkin ada di hidup nyata, trust me, ada. Dan, walau saya enggak suka, kayaknya seru deh kalau sehari aja saya bisa jadi dia.

Overall, saya senang membaca buku ini sebagai pengantar tidur. Cocok dibaca di waktu senggang, apalagi kalau kamu juga tertarik dengan industri musik atau sekolah musik karena ada beberapa ilmu yang diselipkan dengan baik oleh sang penulis. Buku itu harus begini, even cuma novel tapi memberi ilmu, bukan hanya sekedar mimpi semu #kenapajadisewot

Buat penggemar teenlit, ini cocok banget! Dan buat yang pengen novel comedy-romance, ini juga cocok. Apalagi buat yang hopeless romantic. Eh, tapi ini enggak melulu tentang cinta, lho. Sweet Melody juga mengajarkan tentang persahabatan, percaya diri dan berjuang untuk apa yang kita yakin bisa dilakukan.

Karena ditolak adalah suatu hal yang tidak bisa kita hindarkan, tapi kita bisa menolak untuk merasa tertolak.

Lots of Love, ♥ ZP ♥

Rate: ♥ ♥ ♥

10 thoughts on “Book Review – Sweet Melody by Baek Myo

  1. Pingback: Book Review – Sweet Melody 2 | Me: Book-admirer

  2. Pingback: Book Kaleidoscope 2013 – Day 1: Top Five Book Boy Friends | Me: Book-admirer

  3. Pingback: Liebster Blog Award | Me: Book-admirer

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s