Book Review – Girl Talk: Problema Keluarga Baru

GT – Problema Keluarga Baru, cr: amartapura

Judul: Girl Talk – Problema Keluarga Baru

Penulis: L. E. Blair

Alih bahasa: Zara Zettira Z. R.

Editor: Agus HK. Soetomo

Penerbit: Dian Rakyat

Tebal: iv + 136 hlm.

Cetakan pertama, 1993

ISBN: 979-523-199-5

Again, kenapa sih buku ini tidak ada di Goodreads? 😦

Padahal, seri ini adalah salah satu buku yang saya sangat nikmati saat masih remaja. Okay, bohong deh, saat saya masih bocah. Saya suka mencuri baca buku pinjaman kakak saya dan sangat suka dengan buku ini.

Jadi, rasanya agak sedikit senewen saat tahu buku ini susah ditemukan di toko buku saat ini, bahkan di Goodreads! Okay, Goodreads memang beda dengan toko buku, tapi..masa sih enggak ada yang pernah baca buku ini sebelumnya?

Okay, buku ini tipis saja, ukurannya kecil dengan font cukup besar dan jarak yang rapi. Intinya, buku ini bisa dibawa kemana saja untuk mengisi waktu senggang.

Berdasarkan angka yang tercantum di sudut buku, berarti ini adalah buku ke-19 dari seri Girl Talk. Sekedar informasi, dalam seri ini, penulis menggunakan sudut pandang pertama secara bergantian dari para tokoh sentral. Oh ya, tokoh sentral dari seri ini adalah empat gadis yang bersahabat karib, Sabrina Wells alias Sabs, Katie Campbell, Randy Zak, dan Allison Cloud.

Untuk judul ini, yang menjadi ‘aku’ adalah Katie Campbell, tokoh favorit saya selain Allison. Saya selalu berasa Katie ini adalah cewek keren karena selain pintar, juga sangat tangkas. Atlit andalah sekolah! 😀

Katie baru saja memiliki anggota keluarga baru, ayah dan saudara lelaki tiri. Keduanya kini ikut tinggal di dalam rumah Katie yang semula nyaman, menjadi sumpek karena kebanyakan orang di dalamnya.

Saat akhirnya Jean-Paul -ayah tiri Katie-membeli rumah baru untuk mereka, Katie semakin bingung karena tidak merasa itu bukanlah solusi yang tepat. Rumah barunya sangatlah luas dan terletak di kawasan elit! Ditambah dengan kenyataan bahwa Jean-Paul sudah membeli The Winger, tim hoki yang kemudian menjadi juara.

Sekarang, Katie sudah menjadi bagian dari masyarakat kelas atas. Sayangnya, dia tidak merasa nyaman. Rasanya kehidupan lamanya lebih nyaman, di saat dia hanya dikelilingi oleh sahabat terbaiknya.

Sebalnya, nampaknya hanya dia yang memiliki masalah. Emily, kakak Katie, tentu saja senang karena sekarang dia memiliki mobil pribadi. Michel, saudara tiri Katie, sepertinya tidak punya masalah dengan perubahan ini. Ibu Katie, tidak merasa masalah. Katie semakin merasa tidak nyaman dengan semua perubahan ini karena tidak ada yang bisa mengerti yang dia rasakan.

Konflik di dalam buku ini tidaklah rumit. Sedikit mudah ditebak, tapi saya tetap menikmatinya karena disampaikan dengan runut. Saya baru tersadar bahwa kebiasaan saya menjelaskan tentang penampilan seseorang, kurang lebih terpengaruh oleh gaya penulisan Blair.

Yak, di dalam buku ini, kamu akan sering membaca pembahasan tentang baju yang dipakai oleh mereka. Tidak terlalu mengganggu menurut saya, karena namanya saja novel buat remaja cewek, “Girl Talk”. Cocok.

Tapi, personally, saya lebih enjoy dengan Enid Blyton yang membahas makanan. Blyton berhasil bikin saya pengen banget coba seenak apa sih limun jahe itu xD

Oh ya, meski saya enjoy banget baca buku ini, saya agak terkekeh pas baca beberapa kata, seperti “Jijay” sama “Ma’acih”. Astaga, mengingat buku ini adalah terbitan tahun 1993, lucu aja. Ternyata kata-kata seperti itu sudah lama eksis 😛

Terus, saya agak terganggu dengan banyaknya kata dalam bahasa Perancis di dalam buku ini, tidak diberikan arti, tidak juga diberi footnote. Males cari artinya. Penerjemah dan editornya aja males kasih keterangan, ngapain saya repot-repot cari? #alesan

Soal terjemahan, rasanya saya sudah sedikit terbiasa dengan ‘penyesuaian kultur’, seperti penggunaan kata IPS sebagai mata pelajaran. Agak aneh aja, sih. Walau emang enggak salah.

Pada akhirnya, saya tetap menikmati membaca buku ini. Pengen kumpulin lagi satu-satu sampai lengkap. Sayangnya, carinya udah susah, baik terjemahan atau pun yang versi asli. Ada yang mau kasih buat kado? xD

Lots of Love, ♥ ZP ♥

Rate: ♥ ♥ ♥

6 thoughts on “Book Review – Girl Talk: Problema Keluarga Baru

  1. astrid.lim

    ehhh baru sadar ada kata jijay dan maacih di buku ini? hahaha…duhh kangen berat deh sama serial ini. aku paling suka allison si kutu buku, sama sabs si heboh 🙂 baru2 ini malahan aku sempet mimpi kalo girl talk dicetak ulang, hahaha…gara2 terlalu sering ngomongin serial jadul di Bajay sih… ;p

    Like

    1. Iya, baru sadar ada kata-kata begitu, hahah..
      Terus lucu juga kan, masa sih bule2 ngomong jijay dan maacih? XD
      Aku juga suka Allison, mungkin nanti bisa cari list buku yang dibaca Allison, ada gak ya? #nabunglengkapinkoleksi 😛
      Bener, rasanya kangen sama koleksi2 jadul..

      Like

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s