Scene on Three [2]

Scene on Three by Bacaan B.Zee

Hujan deras sedari malam sampai pagi membuat bukan hanya cuaca yang tidak bersahabat, tapi jalanan pun macetnya luar biasa plus banjir, problema yang akhir-akhir ini jadi langganan terjadi di Jakarta.

Daripada galau enggak tahu mau ngapain, mendingan saya ikut berbagi di meme ini, sesuai janji kemarin juga, sih. Eh, ternyata ada giveaway juga, lho, dari B.Zee yang merayakan 2nd Blogoversary, ayo mampir! 😀

Adegan yang mencuri perhatian saya kali ini adalah adegan dari buku Tujuh Musim Setahun yang baru selesai saya baca ulang kemarin, tepatnya dari halaman 54-58.

Sebelumnya, Abraham bercerita tentang bagaimana dia merindukan suasana waktu musim gugur di daerah pedesaan. Selena segera saja masuk ke dalam rumah, dan saat dia kembali, mengenakan baju berwarna kuning ceria sekaligus topi jerami, seolah melengkapi apa yang ada di bayangan Abraham.

Kelanjutannya sudah bisa ditebak atau emang saya aja yang ngarep, Abraham mencium Selena. Awalnya Selena tidak menolak, tapi seolah tersadar mereka adalah sepupu, rasanya aneh sehingga Selena menarik dirinya. Abraham pun berusaha meyakinkan Selena, berikut akan saya cantumkan, tapi saya penggal-penggal ya, karena saya males supaya tidak kepanjangan:

Abraham: “Kau pikir aku bercanda? Kehidupan kita terlalu penting untuk tidak dianggap serius.”…

“Pertanyaanku tadi adalah pertanyaan sederhana yang paling serius yang pernah kuajukan. Kau ditakdirkan menjadi istriku. Kemarin aku sempat mengintip buku besar Tuhan dan kulihat kau adalah istriku.”

Selena: “Kau suamiku? Takdirku?”…”Aku akan berjuang untuk melawan takdir itu. Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mengubahnya.”

… (kemudian mereka berdebat soal takdir dan waktu, yang cukup seru tapi capek kalau diketik ulang #tetep)

Abraham:”Ah, kau terlalu cerdas hingga menjadi kejam.”

Selena:”Aku tidak kejam.”

Abraham: “Maksudku,”..”tadi aku sebenarnya sedang mencoba bereksperimen dengan cerita Waktu kepadamu.”

Selena: “Coba jelaskan.”

Abraham: “Tadi aku berkata bahwa aku telah melihat buku besar Tuhan dan kau dituliskan di sana sebagai istriku. Seharusnya, setelah itu kau tidak perlu mengoceh panjang lebar mengenai cerita Waktu sialan itu…”

Abraham: “…karena bukan itu yang kuinginkan sebagai reaksimu.”

Selena:”Kau ingin menjebakku, ya?”

Abraham:”Tidak,” …”Aku sedang melamarmu, my dear.”

Dan saya pun klepek-klepek #lebay

Ah, wanita. Memang terkadang terlalu berpikir ribet dan mengabaikan hal sesederhana itu 😛

Mau ikutan berbagi ceritamu juga tentang adegan yang berkesan? Silahkan!

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

Happy reading and happy sharing!

Cheers!

Book-admirer ♥

7 thoughts on “Scene on Three [2]

  1. Ahh, so…sweet *ikutanklepekklepek* (‘▽’ʃƪ) ♥
    Wanita memang berpikir ribet ya, tapi mungkin bisa juga sih karena ‘panik2 senang’ gimana gitu karena dilamar, jdnya ngomongnya ngelantur 😀

    Like

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s