[Book Review] Summer in Seoul

photo (1)

Title: Summer in Seoul

Author: Ilana Tan

Editor: Indah S. Pratidina

Illustration and cover design: yustisea.satyalim@gmail.com

Publisher: Gramedia Pustaka Utama

Paperback, 280 pages

Publication year: 2006

ISBN-13: 978-979-22-2460-3

Language: Indonesian

Genre: Romance, Young Adult

Rec. age to read: Above 15 y.o

Source: Obralan Gramedia

Price: Rp 15.000 (bargain)

 Synopsis:

Jung Tae-Woo—penyanyi muda terkenal Seoul yang muncul kembali setelah empat tahun menghindari dunia showbiz.

“Aku hanya ingin memintamu berfoto denganku sebagai pacarku,” kata Jung Tae-Woo pada gadis di hadapannya.

Sandy alias Han Soon-Hee—gadis blasteran Indonesia-Korea yang sudah mengenali Jung Tae-Woo sejak awal, namun sedikit pun tidak terkesan.

Sandy mengangkat wajahnya dan menatap laki-laki itu, lalu berkata, “Baiklah, asalkan wajahku tidak terlihat.”

Awalnya Jung Tae-Woo tidak curiga kenapa Sandy langsung menerima tawarannya. Sementara Sandy hanya bisa berharap ia tidak akan menyesali keputusannya terlibat dengan Jung Tae-Woo. Hari-hari musim panas sebagai “kekasih” Jung Tae-Woo dimulai. Perubahan rasa itu pun ada. Namun keduanya tidak menyadari kebenaran kisah empat tahun lalu sedang mengejar mereka.

Sandy tidak pernah menyangka bahwa hari yang dianggap sekadar “hari lain di dalam hidup” akan berubah menjadi hari paling melelahkan sekaligus membingungkan. Dompetnya tertinggal saat sedang berbelanja, handphone tertukar, masih harus menempuh perjalanan jauh pula untuk mengambil handphone!

Ya, terkadang saat mengantuk kita memang akan membuat keputusan aneh di dalam hidup. Termasuk mendatangi rumah orang asing di malam hari dan juga menurut saat diantarkan oleh pria-pria yang tak dikenal.

Yang anehnya, kenapa Sandy setuju saat diminta menjadi ‘pacar foto’ Jung Tae-Woo? Padahal, saat ditanya oleh Tae-Woo, Sandy sedang dalam kondisi sadar. Sedikit lelah dan bingung, mungkin. Tapi seharusnya tidak sampai kehilangan akal sehat.

Hmm..mungkin Sandy hanya penasaran kenapa gadis-gadis lain, termasuk Young-Mi, sahabat baiknya, sangat memuja Tae-Woo, yang secara kebetulan adalah seorang selebriti yang akan comeback setelah vakum sekitar empat tahun.

Itu alasan Sandy. Kalau Tae-Woo, kenapa dia meminta Sandy menjadi ‘pacar foto’-nya? Apa benar hanya karena dia tidak ingin terus digosipkan gay?

Atau, apa ada alasan lainnya? Cinta pada pandangan pertama? Trauma masa lalu?


Membaca buku ini tak begitu lama setelah Winter in Tokyo (yang saya belum buat reviewnya, duh!), membuat saya sudah merasa nyaman dengan cara bercerita Ilana Tan.

Seperti halnya Winter in Tokyo, novel ini mengingatkan saya pada drama Asia, secara khusus K-drama. Saya sendiri bukan penggemar berat K-drama, tapi tetep aja suka saat membaca cerita ini.

Cerita yang tidak berbelit-belit, gaya bercerita yang asyik serta rangkaian cerita yang rapi, membuat saya mengancungkan jempol buat Ilana Tan.

Beberapa adegan di dalam novel pun berhasil membuat saya cekikikan kesenengan. Apalagi saat adegan yang berhubungan dengan “mendengarkan musik, makan keripik kentang, bunga, kembang api, hujan dan bintang”. Nanti spoiler ah, gak seru, jadi silahkan baca sendiri 😛

Tentu saja, karena segala ‘kemanisan’ itu saya jadi suka banget sama Tae-Woo. Aduh, saya sebenarnya gak kebayang mau punya pacar selebriti. Tapi Tae-Woo ini bisa dijadikan pengecualian. Sepertinya Ilana Tan memang punya kriteria cowok idaman mirip dengan saya. Begitu juga dengan adegan romantis yang ditulis di sini. Mungkin selanjutnya saya harus minta Ilana Tan mencarikan jodoh yang oke buat saya *ditabok

Sayangnya, ada beberapa hal yang menurut saya kurang penting, seperti mantan kekasih Lee Jeong-Su. Apalagi adegan bertemu dengan cowok itu saat bersama dengan Jin Da-Rae. Gak penting, menurut saya.

Kalau gak ada Lee Jeong-Su, semua akan baik-baik saja. Jadi terkesan terlalu ‘dipaksa’ biar ada intrik.

Beberapa hal juga terkesan janggal, seperti kenapa Tae-Woo dan Sandy bisa leluasa mengatur kapan mereka akan difoto, padahal kan wartawan harusnya nempel terus? Juga, kok pinteran fans Tae-Woo dalam mencari latar belakang Sandy daripada wartawan? Oh ya, Park Hyun-Shik juga tidak tahu padahal sudah ‘menyelidiki’ Sandy.

Prolog juga menurut saya tidak terlalu terkait dengan cerita walau ya..saya suka dengan petikan di dalamnya,

Betapa ia sangat merindukannya sekarang, ingin bertemu dengannya, ingin berbicara dengannya. Ada yang harus ia katakan pada orang itu. Ia harus memberitahunya ia rindu.

Hanya sekali saja…

Kalau boleh, ia ingin mengatakannya sekali saja…

Novel ini cocok untuk dibaca di saat senggang, saat kangen sama mantan pengen baca cerita cinta atau saat kangen sama pacar. Bisa juga buat inspirasi, supaya kita bisa kodein ke pacar, cowok romantis itu ya seperti Tae-Woo:P

#NowPlaying We Could Be in Love – Lea Salonga and Brad Kane

Anyone who seen us

Knows what’s going on between us

It doesn’t take a genius

To read between the lines…

And it’s not just wishful thinking

Or only me who’s dreaming

I know what these are symptoms of

We could be in love

Sweet song for sweet couple!

Apakah kamu tahu kalau Lea Salonga dan Brad Kane juga menyanyikan soundtrack Aladdin, “A Whole New World?” Hmmm..mungkin kita akan bicarakan soal itu lain kali 😛

Cheers!

book-admirer signature-1

Submitted for:

Indonesian Reading Romance Challenge

TBRR Pile 2014

Collage 2014-01-24 21_07_40-1

One thought on “[Book Review] Summer in Seoul

  1. Pingback: 2014 TBRR Pile RC – My Reading List | Me: Book-admirer

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s