[Meet the Author] Akiyoshi Rikako + Giveaway!

banner Gitd Hi there! Selamat datang di postingan saya dalam rangka blog tour Girls in the Dark 😀

Kalau di blog tour People Like Us saya membahas mengenai genre buku tersebut, sekarang saya ingin membedah buku tersebut dari sisi penulis.

Saya berkesempatan untuk melontarkan beberapa pertanyaan kepada sang penulis. Berhubung saya tidak bisa bahasa Jepang dan sebaliknya penulis tidak bisa bahasa Indonesia, saya perlu bantuan dari tim Haru sebagai penerjemah.

Silahkan disimak, ya. Q1 adalah pertanyaan pertama dari saya, A1 adalah jawaban dari penulis. Begitu seterusnya.

Q1: Berapa lama waktu yang dibutuhkan olehmu untuk menulis buku ini?

A1: Aku membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk menulis naskah ini.

Q2: Apakah kau melakukan riset khusus sebelum menulis buku ini? Jika ya, berapa lama waktu yang dibutuhkan?

A2: Kudapan-kudapan, juga karya-karya sastra yang muncul di dalamnya… sebenarnya riset untuk itu sangat-sangat panjang. Mungkin membutuhkan waktu 2 bulan untuk menyelesaikan risetnya.

Untuk kudapan dan cemilan manisnya, aku banyak bertanya pada Ibu, karena beliau suka membuat cemilan. Untuk karya-karya sastra, aku sampai pergi ke perpustakaan, mencari, dan kemudian membacanya.

Q3: Jika Girls in the Dark dibuat menjadi film,apakah menurutmu bisa dijadikan berseri atau hanya film lepas?

A3: Tentu saja Film!! Senangnya kalau benar terjadi. Ah… tapi drama bagus juga nih (hehe). Tentang aktor dan aktrisnya, mungkin kalian tidak tahu kalau aku sebut aktor Jepang. Tapi, kalau aktor Hollywood, mungkin Kirsten Dunst, atau Nicole Kidman, pokoknya orang yang cantik, tapi punya kemisteriusan.

Q4: Mengapa memilih sekolah katolik sebagai latar cerita?

A4: Mungkin, karena aku pernah bersekolah di sekolah katolik adalah alasan terbesarnya. Tentu saja ada pilihan untuk menulis setting di sekolah putri biasa. Tapi setelah aku pikir-pikir lagi, suasa tertutup sebuah sekolah misi sangat cocok untuk cerita ini, karena itu aku memilih sekolah katolik.

Aku ingin sebuah suasana yang tertutup dan keketatan dalam sekolah.

Q5: Apa ada pesan atau misi tertentu yang hendak kau sampaikan pada pembaca lewat buku ini?

A5: Aku ingin pembaca ikut merasakan kesementaraan, kekritisan, kekejaman dan kecantikan gadis-gadis usia 17,18 tahun. Di umur-umur ini, semua gadis adalah gadis-gadis dalam kegelapan. Bahkan yang umurnya sudah lebih pun dulu juga pernah ada dalam kegelapan ini.

Bukan dalam artian buruk, ya. Maksudku, bukankah semua gadis itu adalah makhluk yang sensitif dan punya sisi gelap dalam diri kita? Hal itulah yang membuat kita, para wanita, jadi terlihat menarik.

Q6: Bagaimana awal cerita kau mulai menulis sebuah cerita?

A6: Aku pernah bekerja sebagai Screen Writer. Lalu novelku diterbitkan pertama kali tahun 2009, 5 tahun yang lalu.

Aku bertekad menjadi seorang penulis novel waktu aku 15 tahun. Bahkan aku mengumumkannya pada guru di sekolah! (hehe). Waktu itu, aku suka membaca dan akhirnya aku bercita-cita suatu saat aku harus menjadi seorang penulis.

Q7: Apa buku favoritmu sampai dengan saat ini?

A7: Die Verwandlung nya Kafka, aku suka. Ceritanya tentang seseorang yang tiba-tiba menjadi serangga waktu bangun pagi. Cerita yang ganjil. Membuatku jadi ingin terus membacanya. Setelah dibaca, bukan hanya ganjil, tapi juga menyimpan sebuah pesan moral yang dalam tentang manusia.

Hanya kata “Luar Biasa” saja yang bisa menggambarkan karya itu.

Q8: Apa yang menjadi pengaruh terbesar dalam penulisan ceritamu?

A8: Akhir-akhir ini aku berpikir bahwa karyaku dipengaruhi banyak hal. Saat aku menulis, aku sering teringat akan kejadian dan hal-hal yang aku dengar dulu dan akhirnya aku menaruhnya dalam karyaku.

Dalam artian itu, bagi seorang penulis sangat penting untuk keluar rumah, berjalan-jalan, bertemu berbagai orang, dan akhirnya menerima suntikan semangat!

Q9: Apa ada kebiasaan khusus saat menulis cerita?

A9: Aku tidak bisa berkonsentrasi kalau ada suara di sekelilingku. Karena itu, aku mengurung diri di kamar dan menulis.

Di antara para penulis, katanya ada yang bisa menulis sambil menonton TV. Iri sekali…

Q10: Apakah hanya berniat untuk menulis genre tertentu?

A10: Untuk sementara aku akan menulis misteri. Tapi, suatu saat nanti, pasti aku akan meluaskan genreku!

Nah, sekarang aku akan membahas alasan aku mengajukan pertanyaan tersebut kepada penulis. Juga, tanggapanku saat melihat jawabannya 😀

Q1 dan Q2 sebenarnya saling terkait. Saya penasaran ingin tahu proses pembuatan novel ini. Mengingat kompleksitas dari cerita, saya tak heran penulis membutuhkan waktu sekitar setahun. saat tahu dia melakukan riset untuk makanan dan juga buku, saya semakin kagum. Wah, niat! XD

Q3 merupakan pertanyaan klasik yang sering saya tanyakan ke penulis. Saya merasa setiap penulis tentu punya bayangan tertentu untuk ‘pewujudan’ dari ceritanya. Saya malah kebayang Girls in the Dark dijadikan TV seri, sepertinya seru, hehehe 😛

Saya tidak terlalu terkejut dengan jawaban Q4 karena saya rasa memang itulah alasan yang paling mungkin. Cuma ingin memastikan saja 🙂

Q5, mirip dengan alasan saya menyampaikan pertanyaan Q3. Saya ingin tahu sensasi apa yang hendak ditawarkan oleh penulis. Cukup berhasil menurut saya, sesuai dengan tujuan awalnya ^^

Untuk Q6-10, lebih ke pertanyaan personal. Yang menarik perhatian saya adalah A9 dan A10. Untuk A9, saya juga sering merasa iri kepada penulis yang bisa menulis di ruangan ramai. Sebagai seorang pemalu (#uhuk), saya bahkan tidak nyaman menulis di tempat umum. Butuh tempat hening dan hanya saya dengan pikiran saya.

Sedangkan A10, aha! Saya memang sangat mengharapkan penulis mengangkat genre lain. Saya senang dengan cara berceritanya. Gak sabar pengen liat cerita yang lain 🙂


Sekarang saatnya untuk giveaway! Kali ini saya menggunakan bantuan Giveaway Tools. Syaratnya pun gak ribet, tinggal manut sama petunjuk yang sudah disediakan

Hadiahnya? Satu buah buku We Cannot Stop Here dan juga sampul buku Girls in the Dark. Hadiah akan diberikan untuk dua orang pemenang.

Periode giveaway adalah dari hari ini sampai dengan tanggal 15 Juli 2014 jam 23:59.

Dan jangan lupa, masih ada giveaway FINALE!

Hadiahnya:

  1. Paket buku Haru

  2. Pouch dari Emerald Green Label

  3. Totte bag dari Emerald Green Label

Silahkan mengumpulkan potongan puzzle yang sudah tercantum di postingan para host. Rangkai menjadi satu gambar untuk kesempatan memenangkan hadiah menarik dari Penerbit Haru! 😀 17_Zelie_Puzzle 1

 

Berikut ini daftar para peserta blog tour yang lain dan harus kamu kunjungi juga untuk kesempatan menang giveaway finale:

16 Juni 2014: Bimo Rafandha | Twitter: @bimorafandha

17 Juni 2014: Riri Hanafi | Twitter: @de2via

18 Juni 2014 : Cut Lilis Rusnata | Twitter: @liezniez_cut

19 Juni 2014 : Linda Zunialvi

20 Juni 2014 : Yoeliana A. A. (Non Inge) | Twitter: @Noninge

23 Juni 2014 : Tammy Rahmasari |Twitter: @alizarinnn

24 Juni 2014 : Annisa Miftakhul Z. | Twitter: @letsread123

25 Juni 2014 : Stefani Sugia | Twitter: @stefanie_sugia

26 Juni 2014 : Ratri Anugrah Sari | Twitter: @smilingnath

27 Juni 2014 : Dian Putu | Twitter: @dianputuamijaya

1 Juli 2014 : Sri Sulistyowati (Peri Hutan) | Twitter: @peri_hutan

2 Juli 2014 : Ni Made Sapta Resita Putri | Twitter: @ResitaPutri_07

3 Juli 2014 : Alvina Ayuningtyas | Twitter: @alvina13

4 Juli 2014 : Luckty | Twitter: @lucktygs

5 Juli 2014 : Siti Robiah A’dawiyah | Twitter: @raindropsiro

7 Juli 2014 : Oky Septya B | Twitter: @okeyzz

9 Juli 2014 : Atria Dewi Sartika | Twitter: @atriasartika

10 Juli 2014 : Andrea Ika Hapsari

11 Juli 2014 : Fenny Herawati

Nah, semoga saja semua sudah cukup jelas 😀 Apabila ada pertanyaan lebih lanjut, silahkan cek dulu di fanpage Penerbit Haru atau boleh juga mention saya di twitter @miss_zp Selamat bersenang-senang dan semoga beruntung~

<

p style=”text-align:center;”>Cheers!

book-admirer signature-1

32 thoughts on “[Meet the Author] Akiyoshi Rikako + Giveaway!

  1. Yang aku tahu, Frenemy itu singkatan dari Friend as Enemy, tau istilah ini dari majalah hehe. Dari luar sih, kelihatannya teman tapi ternyata juga bertindak layaknya musuh yg nusuk dri belakang.

    Ada sih pengalaman dengan frenemy. Aku punya frenemy sejak kelas 11 SMA. Sebelumnya kami berteman cukup dekat tapi karena masalah yang hampir gak jelas, kami jadi saling menjauh. Dulu kami pernah jadi team-mates dalam beberapa science-projects. Karena banyak masalah dan mungkin emang gak cocok secara personal, tim kita cuma bertahan kurang dari satu tahun dan kami berpisah kemudian bentuk tim baru.

    Aku berani bilang bahwa dia adalah frenemy karena kami dari luar seperti teman biasa (bahkan jarang ada yang tau kalo kita pernah punya masalah), walaupun sebenarnya di lubuk hati kami ada persaingan tak tertulis. Sebenarnya aku gak masalah punya saingan yang pernah jadi teman dekat, malah sepertinya hidupku jadi lebih asik dan seru. Tapi hal yang kukira awalnya persaingan yang sehat malah jadi persaingan yang buruk. Dia yang pernah menjelek-jelekan aku di depan pembina KIR hanya demi jadi ketua Sebuah Departemen (kalo di OSIS namanya Ketua Seksi/Sie). Mulai dari itu aku nganggap dia Frenemy. Kami dari luar seperti teman biasa (dan juga saingan –yang tidak terang-terangan-) , tapi dia juga yang ngajak musuhan secara halus.

    Sebelum UN kan ada ritual maaf-maafan, ya dari ritual itu kami berdua mulai belajar saling memaafkan dan aku juga belajar mengikhlaskan yang pernah terjadi. Dan sekarang kami udah lulus SMA dan punya jalan masing2 di Universitas yang
    berbeda.

    Kalo ingat-ingat pengalaman semasa SMA lucu juga sih ya, apalagi pengalaman dengan mantan frenemy yang membuat hidupku selama SMA jadi makin berwarna…
    Apakah rugi punya frenemy? Kalo dari kasusku sih, permusuhan kami yang secara diam-diam itu malah menguntungkan banget bagi sekolah. karena kami punya gengsi yang tinggi dan berusaha untuk jadi tim terbaik di KIR. Kasus frenemy ku ini juga agak lucu, setiap salah satu tim menang di kompetisi kami saling mengucapkan selamat meskipun dalam hati gak ikhlas hahaha. 😀

    Ternyata punya frenemy juga ada sedikit untungnya sih, bisa jadi lecutan semangat untuk terus berusaha jadi yang terbaik meskipun terkadang terjadi hal-hal yang menguras air mata.

    Dan untungnya… frenemy yg aku temui gak kayak Sayuri di GiTD =))

    Yuniar Saraswati – @yurizkyyy

    Like

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s