[Buku Jalan-jalan #4] Lereng Licin

lunes

Aloha!

Gak nyangka, akhirnya saya bisa taat juga untuk posting bareng di Buku Jalan-jalan ini :3 *tebar confetti

Untuk bulan ini Kak Ira meminjam buku Frankenstein dari saya, dengan drama pula. Tadinya Kak Ira mau pinjam The Yearling, tapi saya gak tahu di mana buku itu berada 😦

Sudah hampir putus asa juga mencari Frankenstein, tapi untunglah ketemu 😀 So, silahkan cek langsung review Kak Ira di sini: Ira Book Lover – Buku Jalan-jalan 4 atau sekalian juga cek saat Kak Ira curhat di Dare to Say #9 XD

Sedangkan saya, meminjam buku dari seri favorit saya, Unfortunate Events karangan Lemony Snicket:

IMG_1988[1]

Masih bercerita tentang ketiga bersaudara Baudelaire: Violet, Klaus dan Sunny. Violet dan Klaus terpisah dengan Sunny yang diculik Count Olaf, si jahat yang sangat bersemangat merebut harta dari Baudelaire bersaudara.

Count Olaf sendiri mengira bahwa Violet dan Klaus sudah meninggal. Jadi, dia mempertahankan Sunny tetap hidup agar bisa mendapatkan harta mereka. Sambil, merencanakan hal jahat lainnya sehubungan dengan PKS, organisasi misterius yang juga sedang diselidiki oleh Baudelaire bersaudara.

Sebenarnya saya berusaha menghindar membaca versi terjemahan dari seri ini. Salah satu ciri khas yang saya suka adalah penjelasan tentang kata tertentu, yang menjadikannya unik. Hal tersebut terkadang kurang dapet gregetnya saat diterjemahkan.

Tapi ternyata saat saya membaca buku ini, saya tidak menemukan keanehan berarti alias enak dibaca. Walau, masih ada juga yang masih mengganggu buat saya, contohnya satu set cangkir minum teh (hal 114) yang sebenarnya bisa ditulis cangkir teh saja. Atau saya yang aneh? 😐 Lalu juga saat penyebutan yel-yel Pramuka Pesalju juga ada beberapa kata membingungkan. Tapi sepertinya memang dalam bahasa Inggris-nya pun aneh, jadi ya sudahlah.

Oh ya, saya juga bingung soal ocehan Sunny. Menurut saya sih, apa yang dia omongkan biar cuma sepotong-dua potong bisa dimengerti sesuai dengan maksudnya. Kok Count Olaf gak ngerti ya? Apa saya yang terlalu mengerti bahasa bayi? 😐

Lalu, saya gagal paham dengan pembahasan di halaman 102-104. Entah apa yang sedang dibicarakan dan entah apa yang terjadi 😐

Beberapa quote favorit saya di buku ini adalah:

Sangat menjengkelkan saat seseorang berkata kalau kalian tidak berhenti menangis, mereka akan memberi kalian alasan untuk menangis. Karena kalau kalian sedang menangis, kalian pasti sudah punya alasan untuk melakukannya
-hal. 56

“Dan berdasar pengalamanku, orang-orang yang banyak membaca biasanya bukan orang jahat.” -hal. 97

Saya juga suka dengan perumpamaan Snicket tentang pengambilan keputusan baik dan tidak baik di halaman 247-248. Memang lebih mudah memutuskan apa yang tidak baik, daripada tahu mana yang paling baik.

Bukan bagian favorit saya dari seri ini, tapi tetap saja menarik untuk dibaca 🙂

Rate:

RATING3

5 thoughts on “[Buku Jalan-jalan #4] Lereng Licin

  1. Pingback: Buku Jalan-jalan #4 | Frankenstein Review | Ira Book Lover

  2. Pingback: Buku Jalan-jalan #4: The Feature | Frankenstein Song | Ira Book Lover

  3. Pingback: [Buku Jalan-jalan #4] Stop Crying Your Heart Out | The Slippery Slope Song | Book-admirer

  4. Pingback: Buku Jalan-jalan #5: The Feature – Lagu untuk Ruang Temu | Ira Book Lover

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s