Berbagi Cerita Tentang Serapium Punya Cerita

Hi! Setelah sekian lama mangkir dari event baca dan posting bareng BBI, akhirnya saya ikutan lagi, nih. Sedihnya, ikutan tema buku dengan rating 1-2 di Goodreads dan buku yang dibaca adalah buku kumpulan cerpen saya bersama teman-teman Serapium.

Judul: Serapium Punya Cerita

Penulis: Serapium (11 orang)

Diterbitkan di: Nulisbuku

Paperback, 174 halaman

Terbit: Juli 2014

Bahasa: Indonesia

Target umur pembaca: Di atas 15 tahun

Dapat dari: beli di Nulisbuku

Harga: Rp 40.000 (Nulisbuku)

Buku ini ditulis oleh 11 Seraper (sebutan untuk anggota Serapium) dengan genre berbeda-beda. Tidak ada benang merah. Hanya kesamaan cinta pada buku yang menyatukan kami.

Kalimat di atas tentu saja mengandung unsur narsis karena saya copas dari blog saya *ditabok.


Saya sudah pernah bercerita sedikit tentang kesan saya saat buku ini terbit yang bisa dibaca di sini: Almost There Gak apalah ya, narsis sekalian numpang promo *tapi dilanjutin *lalu ditoyor

Mengenai blurb, cover, layout, editing, saya tidak akan memberikan komentar karena bisa jadi bias. Saya lebih akan berkomentar tentang apa yang saya rasakan dan pikirkan saat membaca setiap cerita yang ada di buku ini.

♥ Secangkir Kopi untuk Tuhan

Super suka sama ceritanya. Ide yang sederhana walau saya bingung juga sih, kok sedih banget gak ada lagi yang beli kopi di sana 😦 Yang jelas, saya suka dengan gaya bercerita sang penulis dan gak sabar ingin membaca ceritanya yang lain. Saking sukanya, saya sampai bingung harus bilang apalagi. Silahkan dibaca deh, pokoknya 🙂

♥ Kisah di Balik Hujan

Jujur saya kesal saat baca cerita ini. Saya merasa ide ceritanya itu bagus dan sebenarnya karakter tokoh cukup kuat. Sayang eksekusinya masih nanggung. Terasa terburu-buru dan membuat alurnya terasa kaku. Seandainya penulis lebih sabar dan membiarkan pembaca ikut larut dalam perasaannya, saya akan lebih suka. Ini rasanya seperti sedang dikasih kode sama gebetan sementara kita gak bisa ngerti kodenya. #bukancurhat #percayalah

♥ Amy

Membaca cerita ini serasa sedang menonton sebuah film animasi pendek. Saya bisa membayangkan kehangatan senja seperti yang digambarkan oleh penulis. Walau, saya agak ragu dengan alur waktu di cerpen ini. Terlalu cepat, dari pertemuan ke undangan dan akhirnya acara. Hm!

♥ Kado untuk Alice

Saya salut. Saya gak nyangka kalau anak yang lebih muda daripada saya malah memiliki ide cerita yang lebih serius daripada saya *usek tanah. Berasa sedikit sinetron-ish dan akhir cerita bikin saya jadi sedikit kecewa. Menurut saya, gak perlu disampaikan lewat surat, sih. Hm, sepertinya saya punya masalah sama surat-menyurat nih XD But, sincerely, I do love this story.

♥ The Chronicles of Shapeshiter: Hiren si Licik

Saya gak ngerti kenapa penulis membiarkan saya bingung saat pertama kali membaca ceritanya. Saat membaca beberapa kalimat di awal, saya merenung, ini maksudnya apa ya? Saya mengharapkan cerita yang lebih ‘megah’ karena judulnya yang menjanjikan. Sayang saja, terasa lebih ke romance daripada fantasy. Lalu mungkin malah sebaiknya diputar saja antara bagian akhir dan bagian awal. Biar lebih terbawa emosinya. Dan… saya juga gak ngerti kenapa jadinya dia licik 😐

♥ Saat Malam Tanpa Bintang

Secara mengejutkan, saya terbuai dengan cerita ini. Bukan mengejutkan kenapa juga sih, tapi penulisnya sempat klaim kalau hanya dia yang bisa mengerti apa isi cerita ini. Tapi saya suka! Saya sangat mengerti apa yang hendak disampaikan dan hampir saja meneteskan air mata saat membacanya. Very well said. Tujuan penulis tersampaikan dengan baik, seperti yang disebut di bagian ucapan terima kasih 😛

♥ Koleksi Tanda Tangan Penulis

Nah, seperti juga beberapa pembaca lain, saya memang sedikit bingung dengan cerita ini. Saya tidak setuju dengan judulnya, karena menurut saya lebih cocok berjudul “Saya dan Buku” atau semacamnya. Kenapa? Cerita perburuan koleksi tanda tangan penulisnya hanyalah bagian kecil dari cerita. Meski demikian, saya tetap berasa related sama cerita ini. Saya juga pernah kok, nenteng 5 buku Clara Ng demi minta tanda tangan beliau dan masih terus berusaha sebaik mungkin memburu beliau di setiap kesempatan. Eh, kok jadi creepy ya? *hening

♥ Jika Cinta Punya Masa Berlaku

Susah rasanya untuk komentar tulisan sendiri tanpa terdengar narsis/humble brag/apapun. Jadi, saya akan kasih sedikit informasi saja untuk beberapa pertanyaan yang mungkin terlintas di benak pembaca saat membaca ucapan terima kasih dan cerpen saya. Ucapan terima kasih saya didedikasikan untuk orang terdekat saya dan yang saya sebutkan secara spesifik adalah mereka yang tak akan pernah membacanya. Cerpen saya terinspirasi dari kisah nyata, tapi bukan kisah saya juga, sih. Walauuu..ya gak nolak kalau akan ada cowok semacam Bryan dalam kehidupan nyata *dijitak. Oh iya, saya juga nulis biodata seperti itu karena bosan dibilang nama Zelie itu nama bikinan sendiri 😦

♥ Mencintaimu

Saya berasa complicated saat membaca cerita ini. Saya gak nyangka dengan akhir ceritanya, seriusan. Saya sudah membangun kebencian selama membaca awal cerita dan ternyata saya salah. Memang membenci itu gak baik sih, ya, ini semacam self-note *angguk-angguk. Tapi saya juga sedikit terganggu dengan penggunaan bahasa asing di bagian akhir. Saya jadi ngebayangin si tokoh kayak anak remaja nan alay yang lagi ngisengin pacar *ditabok. Ini masalah selera, sih. Saya terlanjur suka dengan gaya berbahasa penulis sepanjang cerita dan sedih saat membaca suratnya. Sedih karena isi sekaligus gaya berbahasa si penulis surat, bikin saya pengin jejelin kapas. Nah, sekarang kalian akan semakin curiga bahwa saya memang punya masalah dengan surat 😐

♥ Senja Merah Jambu untuk Pacarku

Romantis. Dari judulnya saja sudah tergambar. Tapi saya berharap penulis lebih rinci menceritakan seberapa besar dia cinta pada pacarnya. Mungkin bercerita tentang tingkah si pacar. Atau teringat saat mereka sedang bersama. Walau idenya absurd juga sih dan bikin saya senyum-senyum sendiri 😛

♥ Harta yang Paling Berharga

Saya suka dengan cerita ini. Saya bisa dengan mudah membayangkan dunia atau tempat yang sedang diceritakan oleh penulis. Sayang saja ceritanya terlalu pendek. Mungkin bisa dibikin cerita bersambung biar lebih greget dan ada lumba-lumba di ceritanya. Lumba-lumba yang warna pink dan bijaksana, yaa *banyak maunya

Overall, saya senang dengan semangat dari setiap teman untuk merampungkan buku ini. Semoga saja project berikutnya bisa lebih baik lagi terlaksana. Jadi, jika salah satu anggota project ini membaca review ini, saya punya beberapa hal yang ingin saya sampaikan:

  1. Saya sangat senang menjadi bagian dari project ini dan sangat berharap project ini terus dapat berlangsung dengan lancar sehingga kita sama-sama menjadi lebih baik lagi.

  2. Saya kagum dengan usaha mereka untuk mencipta karya dengan level lebih tinggi daripada saya. Maksudnya, sementara saya malah cerita kisah cinta menye-menye, mereka menyajikan sesuatu yang lain dan bikin saya mikir, kenapa saya tidak mencoba keluar dari zona nyaman seperti mereka? 🙂

  3. Hari ini tanggal 30 September 2014. You know what to do 😛 *ditimpuk

Rate:

RATING3

6 thoughts on “Berbagi Cerita Tentang Serapium Punya Cerita

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s