[Buku Jalan-jalan #5] Akademi Angker

lunes

Hallo!

Sekali lagi, saya meminjam buku dari penulis kesayangan saya, Lemony Snicket 😀

Saya memang rada random, kali ini saya meminjam buku bagian ke-5. Kenapa? Tertarik dengan judulnya XD

Kali ini, Mr. Poe dengan idenya yang ‘cemerlang’ membawa ketiga bersaudara ini untuk bersekolah. Di akademi yang menurut pengamatannya adalah akademi dengan guru terbaik dan juga sangat baik, mau menerima ketiga anak tersebut sebagai murid dengan permintaan yang mendadak.

Seperti biasa pula, Mr. Poe segera beranjak tanpa berusaha lebih jauh menjelaskan kepada anak-anak apa yang harus mereka hadapi.

Dari awal mereka masuk saja, akademi tersebut tidaklah enak dipandang. Bentuk bangunan yang mirip nisan. Gerbang yang bertuliskan “Memento Mori”, siapa yang senang membayangkan akan bersekolah di tempat semacam Akademi Prufrock ini? Ckckck!

Mereka bertemu dengan Wakil Kepala Sekolah Nero yang tak menghargai anak kecil. Senang sekali mengulang perkataan mereka dengan nada mengejek. Dia juga punya berbagai aturan tidak penting, termasuk menghukum anak yang datang ke gedung administrasi tanpa perjanjian. Hukumannya adalah membelikan dia permen.

Nero juga mewajibkan para murid untuk datang di konser biolanya, yang berlangsung selama enam jam setiap hari!

Ah, kalau saja hukuman semacam itu diberikan oleh David Garrett, saya akan dengan senang hati menerimanya. Bahkan saya akan meminta David untuk bermain 24 jam untuk saya *ditoyor

Sayangnya, Nero bukanlah David Garrett. SAMA SEKALI BERBEDA. Baik dari wajahnya, sikapnya (my David is a gentleman, for sure!) dan juga permainan biolanya.

Belum lagi, Nero memaksa Sunny menjadi sekretarisnya dengan alasan tidak ada yang bisa mengajar Sunny.

Sudah selesaikah penderitaan tiga bersaudara itu? Belum. Mereka juga tidak berhak tinggal di gedung asrama karena untuk tinggal di asrama, mereka harus memiliki surat dari orangtua, yang tentu saja mereka tidak punya!

Mereka dipaksa tidur di gubuk yang sangat jauh dari kata nyaman, apalagi layak tinggal.

Tentu saja Violet, Klaus dan Sunny akhirnya menemukan cara untuk bertahan. Ditambah, mereka bertemu dengan Isabel dan Duncan, si kembar tiga yang akhirnya menjadi teman baik mereka.

Iya, saya tidak salah menyebut. Isabel dan Duncan adalah kembar tiga, yang kehilangan saudara kembar mereka —sekaligus orangtua mereka—, lewat musibah kebakaran. Kurang lebih sama dengan Baudelaire bersaudara yang juga kehilangan orangtua karena musibah kebakaran.

Sayangnya, sama seperti ketiga anak Baudelaire yang tak mudah menyerah walau keadaan sulit dan tak nyaman, Count Olaf pun belum menyerah untuk mengejar mereka.

Violet, Klaus dan Sunny tidak mengerti bagaimana cara Olaf menemukan mereka. Yang lebih mereka tak mengerti, apa lagi rencana busuk Olaf?

Oh ya, sudahkah saya menyebutkan bahwa “Memento Mori” berarti “Ingatlah kau akan mati?” Yup, suatu hal yang pasti tidak ingin kau baca saat masuk ke gedung tempatmu belajar.

Terus terang, saya kesal saat membaca buku ini karena siapa sih yang mau masuk ke akademi mengerikan semacam itu? Lebih lagi, siapa yang tega memasukkan anaknya ke dalam akademi itu? HIH!

Semakin banyak buku yang saya baca dari seri ini, semakin juga saya berpikir bahwa banyak ‘plot hole’ dalam cerita ini. Ada beberapa hal yang janggal dan juga dipaksakan untuk terjadi.

Contoh paling mudah, kenapa Mr. Poe selalu muncul di saat yang tepat? SELALU. Saat sudah menjelang akhir cerita. Kemana saja dia sebelumnya?

Lalu, kalau Nero adalah wakil kepala sekolah, siapa kepala sekolahnya? Kenapa dia bisa semena-mena? Huft.

Tapi, lagi dan lagi…saya sudah jatuh cinta dengan gaya bercerita Lemony Snicket. Jadi, bersiaplah membaca review saya tentang seri ini lagi, di buku jalan-jalan berikutnya! XD

Oh ya, silahkan mampir juga ke postingan Kak Ira di Buku Jalan-jalan #5: Runaway Ran

Rate:

RATING3

3 thoughts on “[Buku Jalan-jalan #5] Akademi Angker

  1. Pingback: Buku Jalan-jalan #5 | Runaway Ran Review | Ira Book Lover

  2. Pingback: Buku Jalan-jalan #6 – The Scarecrow and His Servant Review | Ira Book Lover

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s