Book-admirer and Friends #1: Ira Book Lover

bookadmirerfriends

Hi, there!

Buat yang sudah membaca post saya tentang apa yang akan saya lakukan di tahun 2015 pasti sudah bisa menebak apa yang hendak saya bagikan di post ini.

Saya akan mengajak kalian, para pembaca, untuk mengenal sesama pencinta buku. Sebagai pembuka, saya akan mengajak kalian untuk mengenal lebih jauh tentang Kak Ira dari Ira Book Lover.

Kakak cantik tersebut adalah rekan di BBI sekaligus partner saya di proyek Buku Jalan-Jalan.

Saya akan bercerita sedikit tentang awal mula saya mengenal Kak Ira.

Sebagai member yang tergolong baru di BBI, saya berusaha mencari teman baru. Salah satu caranya adalah memantau lewat aggregator untuk postingan dari teman-teman, follow beberapa blog yang saya rasa menarik dan meninggalkan komentar sesering mungkin.

Tapi, berhubung saya orangnya gak rajin-rajin amat, saya paling sering pantau yang memiliki platform wordpress. *ditendang

Bukannya antipati sama blogspot, tapi kalau follow via wordpress, lebih gampang blogwalking. Cukup pantau lewat section “Reader”.

Nah, Kak Ira adalah salah satu blogger yang saya follow dan rajin saya kunjungi. Kak Ira juga adalah blogger yang rajin update, sehingga selalu saja muncul di “Reader”.

Pada saat anniversary BBI tahun 2014, Kak Ira ikut berpartisipasi dalam guest posting dan berkesempatan untuk wawancara Dila dari Kilas Buku.

Lewat sebuah ide “random” yang tercetus saat meninggalkan komentar, akhirnya kami berdua (saya dan Kak Ira) sepakat untuk melakukan proyek bersama.

Berhubung kami tinggal di pulau yang berbeda (saya di Pulau Jawa dan Kak Ira di pulau Kalimantan), saya rasa akan sangat menarik kalau kami bekerja sama dengan saling meminjamkan buku.

Sama-sama memperluas wawasan, genre baca dan juga biar saya rajin post kayak Kak Ira. Sayang, tetep saja saya sering lelet dari jadwal yang sudah disepakati. Untung saja Kak Ira tetap betah menjadi partner saya *salim

Sekarang, saya akan mengajak kalian untuk lebih jauh mengenal Kak Ira. Cuplikan komentar dari Kak Ira akan saya beri warna biru tua, ya.

Ira Book Lover
Kak Ira bersama sebagian kecil koleksi bukunya

Kak Ira mulai suka membaca saat umur 6 tahun. Saat saya tanya buku yang pertama kali dibaca, Kak Ira gak berhasil mengingatnya.

“Huahhhh…ga ingat lagiiiii….,tapi aku jadi penasaran nih, buku apa ya? Jadi pengen pinjem mesin anti gravitasi-nya Kate dan Peter deh. “

Meski tak berhasil mengingat buku yang pertama kali dibaca, Kak Ira ingat cerita bergambar pertamanya. Kisah Bona dan Rong-rong yang berjudul “Lomba Kacamata” berhasil dibacanya sendiri tanpa dibantu. Cergam itu pula yang membuat Kak Ira semakin bersemangat membaca 🙂

Memulai blog di tahun 2012, alasan Kak Ira sederhana saja. Ingin memperbaiki kemampuan menulis, katanya.

“Karena aku tetiba jadi cerewet dengan semangat 45 kalau ngomongin soal buku, jadilah blog-nya blog buku. “

Kalau saya rasa, salah satu faktor pendukung Kak Ira tertarik membuat blog adalah kesenangannya terhadap dunia komputer. Eh, bener gak, ya?

Kesimpulan itu saya dapat saat tahu diingatkan kembali kalau gadis ini adalah lulusan dari Program Studi Ilmu Komputer, tepatnya dari jurusan Sistem Informasi.

Saat ini, Kak Ira bekerja di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan di Sub Bagian Program sebagai tenaga website. Kerja sesuai dengan peminatan saat kuliah, cukup jarang terjadi, ya *lah ini mah curcol XD

Kak Ira punya hobi lain yang menarik, lho. Berkebun. Untuk hal ini, sekali lagi kami punya minat yang sama.

Senang membayangkan rumah yang dihiasi oleh pohon, bunga, buah atau tumbuhan hijau lainnya. Bedanya, Kak Ira sudah melakukan tindakan mewujudkan, saya masih berangan XD

Yang dua pertama adalah bunga mawar, sedikit tidak terurus karena Kak Ira sekarang tidak lagi tinggal di rumah —’merantau’ untuk bekerja.

Sedangkan kedua tanaman lainnya adalah tanaman liar yang dirawat karena sayang untuk dibuang. Gak heran, cantik juga sih, penampakannya. Gak kalah sama mawar, kan?

“Kata mamaku sih aku punya tangan ajaib yang bisa membuat tanaman tumbuh subur tanpa perlu susah payah. Tapi aku curiga itu cuma modus supaya urusan perkebunan rumah tangga halah ada yang ngurus

Wah, sepertinya memang perkataan tersebut jadi senjata buat kebanyakan orang tua, ya. Biar anaknya rajin 😀 Tapi saya rasa memang Kak Ira pintar merawat tanaman, terbukti dari foto tanaman yang diberikan 😛

Percakapan pun berlanjut ke hal mengesankan yang terjadi selama tahun 2014.

Menurut Kak Ira, yang paling berkesan adalah saat mendapatkan pekerjaan. Tak tanggung-tanggung, Kak Ira mendapat pekerjaan tetap dan juga pekerjaan sampingan. Tanpa susah payah dan malah ditawari, lho!

Sesaat saya ngiri tapi lalu ingat kalau saya masih sulit membagi waktu. Kau akan mendapatkan apa yang kau pantas dapatkan, kan? Saya sangat yakin Kak Ira pantas mendapatkan hal-hal tersebut 🙂

Kak Ira juga menyebut bahwa proyek Buku Jalan-jalan yang dijalankan bersama saya adalah hal yang berkesan untuknya *blushing.

“Jujur, aku kaget Zelie bisa merelakan bukunya menyeberangi Laut Jawa ke suatu tempat yang entah berada di mana di tengah belantara Kalimantan lebay part 2

Sebelumnya, aku kapok meminjamkan buku-buku karena jarang ada yang kembali dalam keadaan sehat wal afiat. Kadang bahkan ada yang tidak selamat. berima lagi

Aku jadi belajar untuk kembali berani meminjamkan buku-bukuku. Ternyata meminjamkan koleksi buku kita bisa menularkan hobi membaca ya. Sekarang ada 2 temanku yang tetiba suka membaca karena aku share buku-bukuku dengan mereka. Senangnyaaaaa. Dan sekali lagi ini karena proyek buku jalan-jalan bersama Zelie peluk Zelie

*lanjut blushing *eh peluk balik Kak Ira dulu XD

Saya tersanjung, tentu saja. Saya malah merasa heran kenapa Kak Ira setuju dan ‘betah’ melaksanakan proyek sama saya yang pelupa dan juga lelet XD

But yes, I’m glad she did! Saya jadi belajar banyak untuk konsisten, makin banyak buku yang bisa dibaca dan tentu saja makin rajin post di blog buku 😛

Saat saya tanya tips dan trik dalam menulis buku, Kak Ira malah menjawab tidak ada *DOENK

“Serius, bisa menuliskan kesan tentang buku yang sudah kubaca saja sudah seperti mukjizat lebay. Aku payah sekali di bidang non mipa. Rasanya susah sekali bisa menyampaikan sesuatu lewat bahasa lisan maupun tertulis. Aku lebih memilih ngomong pendek-pendek ala rumus mipa daripada harus bicara atau menulis panjang lebar :D”

Kaget juga saya, ternyata Kak Ira termasuk orang yang serius seperti saya. Saya bisa melihat sih, Kak Ira gadis pendiam gak kayak saya, tapi ngebayangin Kak Ira ngebahas soal MIPA, err… *dijitak

Now, 5 random facts about Kak Ira!

  • Aku orangnya gampang tertawa, hampir setiap aku ngomong selalu diselingi dengan tawa, ntah apa yang lucu aku juga bingung, huehehehe
  • Aku aslinya pendiam, tapi kalau di sosmed tetiba cerewet, kalau lagi ngumpul sama teman se-geng, makin cerewet lagi.
  • Dulu aku orangnya ga pede-an, sekarang kalau kumat,  pedenya meningkat jadi keterlaluan, bahkan cenderung narsis  
  • Meskipun sekarang kepedean, tapi kalau ketemu orang baru atau jadi pusat perhatian, aku masih awkward.
  • Meskipun umurku sudah seperempat abad, tapi banyak yang bilang aku masih seperti gadis awal dua puluhan, yaaah meskipun ga jauh-jauh amat dikira mudanya, tapi aku aminin aja deh, hehehehe *narsis mode on*   

Kalau kalian ingin lebih lanjut mengenal Kak Ira, silahkan langsung mampir ke blognya Ira Book Lover atau sapa lewat twitter @irabooklover.

Recommended Ira Book Lover’s posts:

The Curious Case of Benjamin Button Review

Fyre Review

Buku Jalan-jalan #6

Merintis Hari Esok Review

Buku Jalan-jalan #5: The Feature

Book Kaleidoscope 2014 – Day 4: Top Five Book Activities

Iya, saya memang rada narsis juga XD

Kak Ira sudah menyiapkan guest post yang akan saya tayangkan tanggal 22 Januari 2015. Don’t miss it 😉

Sampai ketemu di Buku Jalan-jalan berikutnya bersama Kak Ira dan Book-admirer and Friends berikutnya bersama teman baca saya lainnya 😀

Cheers!

 

11 thoughts on “Book-admirer and Friends #1: Ira Book Lover

  1. Aaahhh…sudah terbit… *jadi malu* *tutup muka pakai Inheritance*

    *salim balik sama Zelie*

    Huahahahaha, orang MIPA kadang penampilannya memang bisa menipu 😀

    Like

      1. Aku belum baca Inheritance, huehehe *kena keplak* tapi Eragon-Eldest-Brisingr bagus sangat. *masih sabar nunggu Inheritance didiskon* 😀

        Wah, Zelie anak MIPA jga kh? *toss*
        MIPA apa?

        Like

  2. Pingback: [Guest Post] Bagaimana kalau? Kenapa tidak? Mungkinkah? | Book-admirer

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s