Yummy Story ≠ Yummy Title

Berawal dari ketertarikan saya untuk membuat list food fiction, saya cek di Goodreads untuk list yang terkait. Dalam bayangan saya, buku yang saya cari adalah buku semacam Bliss, The Prank List atau mungkin buku Lima Sekawan.

Pokoknya yang seperti itu, yang bisa membuat kita kelaperan selagi baca buku. Tapi saat saya melihat list yang ada… jeng, jeng!

Saya rasa kebanyakan sudah bisa menebak buku seperti apa yang akan muncul XD

Mari kita andaikan begini.

Saya sedang ingin membaca buku dengan tema makanan. Saya doyan makanan pedas. Lalu teman saya bercerita kalau dia baru saja membeli sebuah buku berjudul “Some Like It Spicy”.

Yang akan ada di pikiran saya sebagai anak baik adalah buku yang bercerita tentang petualangan seorang koki asal Manado yang berjuang untuk membawa makanan khas daerahnya ke negara atau daerah lain yang gak doyan pedas.

Ternyata buku yang dimaksud adalah… glek

Gak ada ulekan, lada, atau cabe di cover buku itu. Yang ada hanyalah cewek yang mungkin dianggap cabe-cabean *poker face

Berikut ini saya akan memberikan beberapa contoh kata yang berkaitan dengan makanan dan hasil yang bisa kita dapatkan saat mencari buku dengan kata kunci tersebut.

Delicious


Cooking


Sweet


Kitchen


Hungry

Saya sangat mengerti bahwa kebanyakan dari buku dengan ‘judul yang nyaris tepat’ memang tetap memiliki kaitan dengan makanan. Hanya saja, saya tetap masih berpikir keras.

Apa yang membuat orang cenderung menggunakan kalimat yang berhubungan dengan makanan untuk buku romance (cenderung ke adult)?

Kemudian, lucunya, beberapa buku yang bisa digolongkan ke food fiction malah tidak mengandung unsur makanan atau hal yang terkait dengannya.

Contohnya bisa dilihat di gambar berikut ini:

Iya, kebanyakan memang buku anak, ya.

Sebagai pencinta buku Enid, gak mungkin saya gak masukin buku karya beliau. Percaya deh, baca bukunya tuh bikin laper! >,<

Sejujurnya saya ingin memasukkan The Hunger Game, tapi nanti dibilang sadis atau gak ngerti. Padahal, kalau sudah baca, masa sih kalian gak jadi laper pas baca makanan yang dimakan Katniss pas persiapan?

Kembali ke soal judul buku, saya sampai dengan ‘kesimpulan’ bahwa orang sering menganggap bahwa makanan (dan segala yang terkait dengannya) itu seksi.

Maka banyaklah buku dengan judul atau tema yang berkaitan dengan makanan. Buat saya, gak terlalu masalah, sih.

Toh kebanyakan tetap ada hubungan dengan makanan. Kalau pun mau dianggap mislead, well, cover dan sinopsis buku sudah cukup menjelaskan ke arah mana buku ini XD

Jadi, saran saya, kalau kamu mencari buku tentang makanan, gak perlu berpatokan dengan judulnya. Terkadang buku dengan judul yang gak ada hubungan sama sekali dengan makanan malah punya deskripsi tentang makanan yang lebih menggoda.

Kalau kamu, apa buku yang pernah kamu baca dan ternyata isinya gak kayak dugaan awal kamu? Siapa tahu kamu berharap “cheesy” romance tapi malah dapat “steamy”. Atau malah sebaliknya XD

Kalau ada yang mau share pendapat tentang mengapa judul buku romance banyak yang berkaitan dengan makanan juga boleh, lho.

Cheers!

3 thoughts on “Yummy Story ≠ Yummy Title

  1. Kejadian juga sama diriku. Cari-cari buku bertema makanan, yang muncul terkadang malah buku yang gak ada hubungannya sama makanan. Konon katanya makanan bisa menarik lawan jenis (gegara baca buku Anthony Capella), mungkin gitu kali ya prinsip judul dengan makanan yang berharap menarik pembaca *ngaco ini* ^^

    Like

  2. Pingback: 2015: My Year in Books | Book-admirer

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s