Book-admirer and Friends #2: Petronela Putri

bookadmirerfriends

Hi, reader!

Buat yang sudah pernah baca post saya di akhir tahun atau bahkan sudah baca post saya tentang Kak Ira Book Lover, pasti sudah tahu apa “Book-admirer and Friends”.

Fitur terbaru di blog saya ini bertujuan untuk mengajak para pembaca blog untuk mengenal teman-teman saya, sesama pecinta buku.

Untuk edisi kedua ini, saya akan mengajak kalian mengenal lebih dekat kembaran ketemu gede saya, Petronela Putri.

 

Sejujurnya saya tidak begitu ingat bagaimana awal perkenalan saya dengan MbeMput (panggilan sayang saya buat kembaran). Yang saya ingat, saya pertama kali tahu Mput saat sedang menjelajah data member BBI di grup FB.

Saya yang selalu merasa nama saya unik, cukup terkejut saat tahu bahwa ada anak yang namanya mirip dengan saya. Alamatnya pun tak jauh dari rumah saya, wah! Kebetulan yang sangat aneh XD

Kami lalu bertemu di Bajay Jabo, alias grup WA untuk para member BBI yang berdomisili di Jabodetabek. Yah, walau banyak juga sih penumpang gelap *dijitak

Entah apa yang menyatukan kami, tapi akhirnya kami nyambung satu sama lain dan sering bertukar cerita.

Saya pun akhirnya tahu bahwa Mput sudah menerbitkan beberapa buku. Kalau soal ini, kami agak berbeda. Saya pengin banget nerbitin buku, Mput sudah. *usek tanah

 

Nah, sekarang silahkan disimak ya, hasil wawancara saya dengan Mput 😀

ZP: Coba ceritakan tentang ketertarikan kamu dalam menulis. Apa masih ingat cerita/tulisan yang pertama kali dibuat? Kapan kamu mulai suka menulis?

Mput: Pertama kali tertarik nulis itu pas SMP. Ada temen yang ngajak nulis cerpen. Awalnya dia yang suka nulis, lalu diajarin nulis cerpen. Cerpen pertama nggak inget judulnya apa. Tapi yang pasti pas masa-masa itu, ceritanya picisan sekali. Ya, ala-ala abege gitu, deh. Hahaha. Kemudian semenjak SMA mulai coba nulis novel, walau novel paling pertama kali ditulis datanya ilang karena komputer kena virus. Padahal udah ¾ jadi. Agak sedih, tapi nggak sampai bikin stop nulis, sih. Akhir masa SMA, mulai coba menelusuri komunitas menulis via dunia maya, dan ketemu sama anak-anak @nulisbuku angkatan pertama banget. Waktu itu http://www.nulisbuku.com baru saja dirilis, dan writernya juga masih sedikit, belum seramai dan seriuh sekarang. November 2010, kalau nggak salah.

ZP: Siapa yang paling mendukung kamu dalam hobby menulis? Apa ada yang pernah bilang kalau kamu sebaiknya melupakan impianmu untuk jadi penulis? 

Mput: Kalau ditanya yang paling mendukung, sebenarnya banyak. Tapi yang pertama kali itu bokap. Bokap suka banget baca buku, jadi di rumah terbiasa baca. Bokap juga yang sering beliin buku dulunya. Pas novel pertama diterima penerbit, bokap yang pertama telpon dan ngucapin selamat, walau waktu itu beliau lagi sakit. Itu dukungan paling berarti pokoknya. Hehe. Selain bokap, ya pastinya temen-temen di komunitas; Bookaholicfund, ngerumpi.com, dan lainnya.

Kalau soal melupakan impian, pernah ada yang bilang, “ngapain sih nulis? Mending fokus yang lain.” Mungkin karena bagi mereka, apalah arti nerbitin buku atau nulis buku, duitnya nggak setajir jadi bankir. Tapi bagi para penulis ya memang begitu, kalau mau tajir, jangan jadi penulis. Jangan. Tapi karena yang bilang begitu orang awam, ya mencoba maklum aja. Passion dia berbeda, dan orang yang passionnya berbeda, tak akan mengerti apa asiknya menulis. Gitu.

ZP: Apa metode yang paling sering kamu gunakan saat riset? Apakah baca buku, cari narasumber atau nonton film?

Mput: Tergantung kebutuhan aja. Tapi seringnya narasumber, nanya ke orang yang mengerti sama bidang tersebut. Sebenarnya baca buku dan nonton bisa banget dilakukan, tapi aku orangnya lebih senang nanya dan ngobrol langsung sama orang, biar lebih jelas dan rinci aja. Misalnya waktu aku riset tentang profesi Mei di Bingkai Memori, aku ngobrol sama Kak @iiphche tentang jurnalistik. Atau waktu aku pengin tahu soal tokoh polisi untuk novel Januari; Flashback, aku nanya ke @ridoarbain. Lebih lengkap juga datanya kalo kita nanya langsung ke mereka yang paham, dan ini menghindari kekeliruan dalam menuliskan detail-detail kecil, ya. Apalagi masalah profesi. Misalnya pangkat di kepolisian, dan sebagainya.

ZP: Saat mendapatkan sebuah ide, apa kamu akan langsung menuliskannya agar tidak lupa? Berapa lama biasanya waktu yang kamu butuhkan untuk ‘eksekusi’ sebuah ide?

Mput: Kalo ide-ide kecil yang kepikiran mendadak atau hasil kebangun dari mimpi absurd, biasanya ditulis di catatan. Langsung ditulis, biasanya. Karena biasanya buku catatan itu dibawa ke mana-mana. Isinya coretan outline, scene-scene pendek yang belum jadi cerita utuh (yang ini berguna kalo lagi stuck mau nulis apa, lalu pengin nyari scene seru), daftar belanja bulanan (iya, cewek banget), coretan quotes dari novel yang dibaca, dan catatan untuk draft review buku (kedengerannya udah kayak anak blogger buku banget, belum? Haha).
Eksekusi sebuah ide? Beda-beda tergantung idenya sih. Kadang cepet, kadang lama. Kalo butuh banyak riset, ya lama.

ZP: Apa hal yang mendorongmu untuk membeli dan membaca sebuah buku?

Mput: Banyak. Bisa review temen, blurb bukunya, kadang covernya. Tapi nama penulis biasanya bukan alasan untuk mendorong membeli sebuah buku.

ZP: Apa hal yang kamu senang untuk lakukan, selain menulis?

Mput: Denger musik, jalan-jalan, ngopi-ngopi tjantik, atau isengin Zelie Petronella di LINE.

ZP: Tell me 5 interesting random facts about you *giggles*

Mput:

• Keras kepala, walau nggak sekeras kepala Doraemon yang bisa hancurin tembok.
• Pipinya mbem (kata orang-orang sih)
• Cantik (kata Papa dan barisan para mantan, bukan kata diri sendiri. Iya, boleh muntah sekarang. Silakan. muntah pelangi)
• Suka kopi dan nasi goreng kambing, walau sebenernya nggak boleh banyak-banyak minum kopi dan makan daging. Muahaha.
• Sayang banget sama seonggok boneka domba tembem hitam.

Buat kalian yang penasaran sama seberapa kembar saya dengan Mput, silahkan lihat fotonya.

Mput

Iya, kami emang gak mirip, cuma namanya aja sama. Kalau saya mirip sama Mput, bisa kacau dunia persilatan XD

Beberapa post yang wajib kalian baca di blog buku Mput:

Oh ya, sekadar informasi, saat ini saya sedang bikin #TantanganMenulis bareng Mput. Detail bisa cek di sini: #TantanganMenulis

Mput juga sudah menyiapkan guest post yang kurang lebih menceritakan tentang pengalaman dia menulis novel terbarunya. Silahkan dipantau terus, ya 🙂

Cheers!

 

5 thoughts on “Book-admirer and Friends #2: Petronela Putri

  1. Pingback: [Guest Post] Behind the Scene Januari; Flashback | Book-admirer

  2. Aaah sekarang kn Zelie juga sudah nerbitin buku. Selamat yaaa (‘▽’ʃƪ) ♥

    Wah, keren Mput sudah suka menulis sejak SMP sampai sekarang. Kalau aku sejak SMP malah ga suka nulis lagi, hahhahhh.

    Btw, dosennya Mput juga bilang Mput cantik loh, *jadi keingat post Path-nya Mput yang bikin ngakak* 😀

    Like

      1. Prestasi menulisku kalah maju sama prestasi MIPAku, Zelie. Di bidang MIPA sudah pernah menang perlombaan, di bidang menulis dapat sepuluh aja gak pernah 😀

        Like

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s