Anak-anak Berkebutuhan Khusus dalam Literatur Anak

Halo semuanya!

Belakangan ini saya mulai ‘menemukan arah’ genre favorit saya. Setelah sebelumnya kebingungan dan sempat merasa saya paling suka dengan genre romance, ternyata saya malah lebih terikat dengan cerita anak.

Lalu, sebuah topik khusus mulai menarik perhatian saya sampai saya mulai sibuk mencari buku yang mengangkat topik tersebut. Yup, saya sangat tertarik dengan buku literatur anak yang membahas tentang anak berkebutuhan khusus.

Sebenarnya saya punya beberapa buku di timbunan saya dan belum sempat saya baca. Iya, kebiasaan menimbun buku masih sulit dihilangkan, hiks!

Sejauh ini, baru satu buku yang sudah saya baca dari list yang akan saya bagikan. Sisanya, ada yang masih di rak wishlist atau sudah masuk timbunan.


Rules by Cynthia Lord

Rules

Sinopsis:

Twelve-year-old Catherine just wants a normal life. Which is near impossible when you have a brother with autism and a family that revolves around his disability. She’s spent years trying to teach David the rules-from “a peach is not a funny-looking apple” to “keep your pants on in public”-in order to stop his embarrassing behaviors. But the summer Catherine meets Jason, a paraplegic boy, and Kristi, the next-door friend she’s always wished for, it’s her own shocking behavior that turns everything upside down and forces her to ask: What is normal?

Sudut pandang: narasi dari tokoh utama, saudara dari anak berkebutuhan khusus

Topik: Autism.

Autism is a neurodevelopmental disorder characterized by impaired social interaction, verbal and non-verbal communication, and restricted and repetitive behavior. (Sumber: Wikipedia)

Ciri-ciri anak autis:

  • Gangguan kemampuan sosial
  • Kesulitan berempati
  • Tidak suka kontak fisik
  • Tidak suka suara keras, beberapa aroma dan cahaya terang
  • Gangguan bicara
  • Suka tindakan berulang
  • Perkembangan tidak seimbang

Sumber: Alergon

Kesan terhadap buku: Membaca buku ini membuat saya tertawa, terharu sekaligus ikut merasakan pergolakan batin dari Catherine. Di satu sisi dia sangat sayang pada adiknya, David. Di sisi lain, dia masih remaja yang belum bisa bersikap dewasa.

Apakah salah kalau dia merasa berbeda? Review lengkap dari saya, bisa cek di sini: Rules.


 Wonder by R. J. Palacio

wonder

Sinopsis:

You can’t blend in when you were born to stand out.

My name is August. I won’t describe what I look like. Whatever you’re thinking, it’s probably worse.

August Pullman wants to be an ordinary ten-year-old. He does ordinary things. He eats ice cream. He plays on his Xbox. He feels ordinary – inside.

But Auggie is far from ordinary. Ordinary kids don’t make other ordinary kids run away screaming in playgrounds. Ordinary kids don’t get stared at wherever they go.

Born with a terrible facial abnormality, Auggie has been home-schooled by his parents his whole life, in an attempt to protect him from the cruelty of the outside world. Now, for the first time, he’s being sent to a real school – and he’s dreading it. All he wants is to be accepted – but can he convince his new classmates that he’s just like them, underneath it all?

Narrated by Auggie and the people around him whose lives he touches forever, Wonder is a funny, frank, astonishingly moving debut to read in one sitting, pass on to others, and remember long after the final page.

Sudut pandang: narasi dari beberapa orang, termasuk dari anak berkebutuhan khususnya sendiri (August).

Topik: Treacher-Collins syndrome

What is Treacher Collins Syndrome?

Treacher Collins Syndrome, also called mandibulofacial dysostosis, affects the head and face. Characteristics include:

  • Down-slanting eyes
  • Notched lower eyelids
  • Underdevelopment or absence of cheekbones and the side wall and floor of the eye socket
  • Lower jaw is often small and slanting
  • Forward fair in the sideburn area
  • Underdeveloped, malformed and/or prominent ears
  • Most children with Treacher Collins have normal development and intelligence; however, it is important that there be early hearing tests. Most children with Treacher Collins Syndrome benefit from early intervention speech and language programs.

Sumber: Faces

Kesan terhadap buku: Buku ini sangat menarik karena mengangkat tema yang tidak biasa. Saya rasa sangat jarang orang yang terpikir untuk membuat cerita tentang anak seperti August. Sindromnya memang termasuk langka dan masih sangat sedikit yang mengetahuinya. Oleh karena itu, saya sangat salut dengan niat serius dari R.J. Palacio untuk membuat buku ini. Apalagi, banyak yang sepakat bahwa eksekusinya berjalan dengan sangat baik.

Cuplikan review dari Teh Peni @ Ketimbun Buku :

Sebagai anak dengan deformed face, tentu dia mengalami banyak hal. Terutama reaksi orang-orang sekitar setiap melihat wajahnya. Dan Auggie sebetulnya sudah terbiasa dengan hal-hal seperti itu. Tepatnya, dia berusaha membiasakan diri. Auggie punya kakak, ibu, dan ayah yang sayang padanya. Dan itu bisa menjadi salah satu kekuatan Auggie menghadapi semuanya.

Sebenarnya, saya sudah punya buku ini sebagai hadiah dari Secret Santa 2013 tapi belum saya baca sampai sekarang. Entahlah, saya memang suka menunda baca buku yang dibilang bagus banget karena pengin berlama-lama. Seperti saat baca Rules, juga kurang lebih begitu.

Mungkin, saya takut kecewa karena gak sebagus dugaan. Mungkin juga saya cuma gak mau emosi saya terbawa, seperti yang disampaikan orang lain. Mungkin juga saya memang hobi nimbun aja *ditendang


 Letters to Sam by Daniel Gottlieb

Letters to Sam

Sinopsis:

Aku tak sanggup memikirkan hal ini, tetapi aku tahu, satu hari nanti, kau akan mendengar seseorang berkata, ‘Dia autis.’ Kalau hal itu terjadi, aku khawatir, kau akan menyadari bahwa ketika orang melihatmu, mereka tak melihat seorang Sam. Mereka melihat sebuah diagnosis. Sebuah masalah. Sebuah pengelompokan. Bukan seorang manusia.

Dalam kekhawatiran dan ketidakpastian itulah, Daniel Gottlieb memutuskan untuk menulis surat-surat kepada Sam, cucunya. Bagi sang Kakek, Sam adalah sahabat sejiwanya karena dia sendiri mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan.

Sang Kakek ingin membagi pandangan tentang menjadi berbeda, bagaimana menghadapi ketakutan, merajut harapan, dan mengambil hikmah dalam setiap rencana Tuhan. Inilah kisah yang dibagi Daniel Gottlieb untuk Sam dan untuk kita semua—tentang menjadi manusia.

Sudut pandang: narasi, bercerita dari sudut pandang kakek Sam, sang anak berkebutuhan khusus

Topik: Autism (sama seperti Rules).

Kesan terhadap buku: Buku ini bercerita dari sudut pandang sang Kakek yang secara teori bisa menjadi orang yang paling paham tentang apa yang harus dihadapi oleh Sam. Selain karena dia adalah orang yang dekat dengan Sam, Kakek juga adalah seorang psikolog.

Rasanya akan sangat menarik untuk membaca apa yang hendak disampaikan oleh Kakek untuk Sam, cucu yang ‘lebih dari yang dia harapkan’.

Cuplikan review dari Kak Astrid @ Books to Share:

Gottlieb selalu mengingatkan Sam bahwa apapun yang terjadi, apapun kata orang tentang dirinya, ia akan selalu memiliki jiwa yang utuh,dan orang-orang yang menyayanginya.


 A Mango-Shaped Space by Wendy Mass (Sejuta Warna Dunia Mia)

Sejuta Warna Dunia Mia

Sinopsis:

Mia Winchell tampak seperti anak paling normal di keluarganya. Adik laki-lakinya, Zack, mencatat jumlah hamburger McDonald’s yang dia makan seumur hidupnya. Kakak perempuannya, Beth, doyan gonta-ganti warna rambut setiap minggu. Sementara ayahnya, selalu bertengger di atap, tak henti-hentinya merenovasi rumah mereka.

Namun, Mia sadar dirinya sama sekali tidak biasa. Dia merahasiakan sesuatu dari setiap orang yang mengenalnya.Bagi dirinya, suara, angka dan huruf memiliki warna. Jadi, ketika masalah di sekolah memaksa Mia mengungkapkan rahasianya, dia merasa seperti orang gila. Namun, benarkah semua itu hanya imajinasi Mia? Ataukah dia menderita penyakit tertentu?

Bagaimana perjuangan Mia dalam menemukan apa yang sesungguhnya terjadi pada dirinya? Temukan sebuah dunia yang penuh warna melalui kisah Mia ini.

Sudut pandang: narasi dari anak yang berkebutuhan khusus

Jenis: Synesthesia

Synesthesia (also spelled synæsthesia or synaesthesia; from the Ancient Greek σύν syn, “together”, and αἴσθησις aisthēsis, “sensation”) is a neurological phenomenon in which stimulation of one sensory or cognitive pathway leads to automatic, involuntary experiences in a second sensory or cognitive pathway. People who report such experiences are known as synesthetes. (Sumber: Wikipedia)

Kesan terhadap buku: Buku ini menarik karena saya pun baru tahu tentang ‘kemampuan unik’ yang sepertinya menyenangkan ini. Rasanya seru kalau bisa mendengarkan atau mencium wangi dari warna yang tersaji di depan kita.

Walau, saya gak yakin juga sih kalau saya gak akan berasa aneh dan malu berbagi tentang hal tersebut ke teman-teman.

Cuplikan review dari Dila @ Kilas Buku:

Membaca buku ini membuka wawasan saya. Saya bisa melihat sudut pandang kehidupan dari seorang Sinestet. Ah, indahnya jika kita juga bisa melihat warna-warna seperti yang mereka lihat. Namun tentunya kondisi yang berbeda itu (yang tidak pernah dirasakan sebelumnya) pasti akan membuat kita takut pada saat-saat pertama. Ya, mari kita syukuri saja apa yang ada pada kita sekarang ini. Setiap kita dilahirkan menjadi spesial kok.


 Somebody Else’s Kids by Torey Hayden (Mereka Bukan Anakku)

Mereka Bukan Anakku

Sinopsis:

Tatapannya terasa menusuk. Untuk pertama kali, dia menatap langsung ke mataku. Dahinya berkerut. “Mengapa kamu peduli dengan apa yang akan kulakukan? Orang lain nggak ada yang peduli.” Aku tak bisa menjawab.

Anak autistik yang hidup di “dunia peri”, anak yang mengalami kerusakan otak akibat siksaan orangtuanya, atau anak temperamental yang emosinya terganggu karena menyaksikan kejadian traumatis, semua itu sudah biasa bagi Torey Hayden.

Tetapi, gadis dua belas tahun yang hamil…

Tidak ada yang tahu apa yang harus dilakukan dengan keempat anak di dalam kelas Torey Hayden kali ini. Mereka terlalu khusus untuk kelas-kelas yang ada. kegigihan Torey Hayden untuk membantu anak-anak didiknya ini pun sering kali berbenturan dengan sistem yang ada – kadang-kadang membuat frustrasi — tapi hal ini tidak membuat semangatnya surut untuk memberikan hal yang terbaik untuk murid-muridnya. Walaupun mereka bukan anak-anaknya sendiri. Walaupun mereka anak-anak orang lain. Anak-anak itu sangat berarti bagi dirinya.

Sudut pandang: narasi dari penulis, yang menceritakan tentang anak-anak yang

Jenis: variously

Kesan terhadap buku: Banyak yang merekomendasikan buku Torey Hayden kepada saya saat saya bercerita kalau saya suka membaca cerita tentang anak berkebutuhan khusus. Sayangnya, buku beliau tergolong langka. Kalaupun ada, harganya cukup mahal dan bikin cuma bisa ngarep ada yang berbaik hati beliin *ditendang

Buku ini semakin menarik karena bercerita tentang pengalaman pribadi Torey dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Di tempat saya pernah mengajar, ada anak yang tergolong hyperactive dan saya cukup kewalahan menanganinya. Entahlah, mungkin saya ingin melakukan sedikit flashback 🙂

Cuplikan review dari Atria @ My Little Library dengan sedikit penyesuaian XD

Mau tahu yang aku temukan dalam novel ini?
– Bahwa dunia itu gak adil bagi mereka yang tidak normal. Mereka harus menghadapi ketidaknormalan mereka sekaligus sikap tidak manusiawi dari lingkungan mereka
– Bahwa setiap dari kita punya impian dan sisi kekanak-kanakan dan kadang hal itulah yang membuat kita jadi lebih manusiawi.


 

Ketiga judul terakhir belum saya baca dan belum ada di timbunan saya. Masih cari sumbangan atau obral *ditendang lagi

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, membaca tentang anak berkebutuhan khusus sangatlah menarik buat saya. Melalui cerita, kita bisa mencoba mengerti apa yang sebenarnya mereka rasakan. Walau, tidak selalu berhasil tersampaikan dengan baik juga, sih.

Tapi setidaknya, saya rasa memang buku semacam ini wajib dibaca oleh orang banyak. Terutama, agar tidak sembarangan menyebut orang lain “cacat”, “autis” dan sebagainya, walau hanya sebagai guyonan.

Saya selalu percaya bahwa anak berkebutuhan khusus umumnya bukanlah anak yang cengeng dan mudah menyerah. Malah mereka seringkali lebih tegar dan berkepribadian kuat daripada yang ‘normal’. Meski demikian, mereka memang cenderung lebih sensitif.

Terkadang mereka memang sulit dimengerti tapi percayalah, gak pernah ada ruginya berusaha mengerti mereka. They are very lovable once you get to know them, trust me.

Oh ya, saat saya sedang asyik browsing gambar yang cocok untuk post ini, saya menemukan sebuah pembahasan menarik tentang buku yang cocok untuk anak berkebutuhan khusus. Bisa cek di sini. Siapa tahu bisa buat referensi 🙂

Pada akhirnya, setiap anak memang adalah spesial. Tinggal kita yang perlu terus belajar untuk menghargai setiap perbedaan sebaik mungkin.

Every child is a different kind of flower

Kalau kamu, apa saja buku tentang anak berkebutuhan khusus yang sudah kamu baca dan mungkin saja belum tersebut di tulisan ini?

Cheers!

book-admirer.com

2 thoughts on “Anak-anak Berkebutuhan Khusus dalam Literatur Anak

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s