Room Sweet Room

Hi, readers!

Sebenarnya sih, saya tipe orang yang mau baca di mana saja. Dulu juga saya lumayan rajin bawa buku buat dibaca di perjalanan. Tapi seiring berjalanannya waktu dan bertambahnya usia, saya jadi semakin jarang bawa buku.

Sempat menikmati baca e-book walau gak bertahan lama. Baca buku itu memang paling greget kalau buku fisik dan dilakukan di tempat yang nyaman buat kita.

Nah kebetulan, saat ini saya sedang menata kamar baru. Sebagai pecinta buku, saya juga berusaha membuat kamar saya jadi nyaman. Buat baca, nulis, melamun, dan tentunya tidur.

Tentu saja tips yang akan saya bagikan di sini gak terbatas hanya buat kamar tidur. Bisa juga kamu aplikasikan untuk perpustakaan mini di rumahmu 😉

Hal yang pertama harus dilakukan adalah menentukan fungsi ruangan/kamar.

Tepatnya, menentukan kegiatan yang sering kamu lakukan di kamar. Kalau saya, kegiatan yang paling sering dilakukan adalah membaca, menulis, berdandan, dan tentunya istirahat.

Makan, nonton TV, cuci baju (ya iyalah), gak saya lakuin di kamar.

Nah, kita udah bisa mulai membuat konsep, kamar/ruangan yang nyaman untuk melakukan semua itu seperti apa, sih.

notes

Selanjutnya, kamu juga perlu memahami bentuk dan ukuran kamar/ruangan yang hendak kamu pakai.

Konsep udah ada, sekarang waktunya untuk melihat ukuran ruangan. Ini akan membantu kita bersikap realistis. Gak mungkin kan, kita taruh dua lemari buku ukuran besar, lemari baju, ranjang, meja belajar, di ruangan yang ukuran pas-pasan?

Tahu ukuran ruangan kita membantu banget buat memilih perabotan, termasuk milih perabotan yang cocok buat sudut-sudut “aneh”. Entah kenapa, sepertinya banyak ruangan yang punya sudut yang musti diakalin gitu.

Menyusun daftar kebutuhan barang adalah langkah yang paling menyenangkan buat saya. Di tahap ini, kita mulai membuat daftar barang yang akan mengisi ruangan kita. Saran saya, mulailah dari yang penting, ‘besar’, dan rasanya mahal (anggaplah jutaan).

Saya akan beri contoh untuk ruangan saya, ya. Kebutuhan utama saya adalah lemari buku, lemari baju, meja tulis, dan ranjang.

Ini sangat membantu kamu membuat anggaran.

Karena udah tahu apa yang penting, kita jadi bisa menyusun anggaran. Misalnya, sekian juta untuk hal yang penting. Sisanya untuk pelengkap, yang bisa menyusul dan tidak mendesak.

Gak lucu juga kan, kalau kita sudah punya meja samping ranjang tapi ranjangnya gak ada? Atau, punya lampu belajar tapi mejanya gak ada?

Lain halnya kalau kamu memang pakai yang sudah ada atau hadiah, ya.

girl-1034421_1920

Lalu, kita mulai melihat ide dekorasi kamar.

Kenapa saya tempatkan ini setelah menyusun daftar kebutuhan? Karena kita bakal kebanjiran ide dan jadinya kebanjiran minat belanja, haha!

Kalau kita sudah tahu bentuk kamar dan kebutuhan kita, semoga saja bisa lebih mengerem keinginan. Ide dekorasi kamar itu kalau dilihat di internet atau buku sangat-sangat banyak. Jangan takut kekurangan ide, deh.

Lewat pencarian ide ini, kita jadi bisa lebih spesifik dalam belanja. Apakah mau lemari kaca, atau yang terbuka. Bikin sendiri atau beli jadi. Bahkan soal pintu dan gagangnya seperti apapun bisa kita tentukan lewat pencarian ide ini, lho.

Saran saya, tentukan jangka waktu pencarian kamu. Misalkan kamu mau cari ide dulu selama dua minggu, boleh saja. Maksimalkan waktu tersebut dan setelah itu, sudah.

Cari ide laginya minimal setahun setelah ruangan kamu rampung, ya. Biar gak labil (pengalaman pribadi banget, jadi percayalah).

Ide dekorasi kamar sudah dapat dan dipilih, kamu bisa mulai belanja! Ini tahap yang hmm..gimana ya, rasanya tuh serba salah.

Antara senang dan gak. Tahu dong, kenapa? 😛

Untuk menghindari rasa bersalah karena belanja mahal, pastikan kamu benar-benar yakin dengan pilhanmu. Baik dari segi harga, kualitas, model, pokoknya semua!

Kalau kamu ragu, saran saya, jangan dibeli. Daripada nyesel.

Prinsip saya sih mendingan nyesel gak dapet daripada nyesel pas udah kebeli. Gak mungkin dijual lagi dengan harga yang sama kan? 🙂

Terakhir, tentu saja dekorasi kamar sesuai keinginan kamu.

Berhubung kita lagi bahas dekorasi kamar untuk pecinta buku alias saya, ada beberapa tips tambahan yang akan saya berikan:

  • Pastikan kamar kamu punya pencahayaan yang baik dan merata, biar kamu bisa baca di sudut mana saja
  • Pilih lemari buku yang kokoh untuk mencegah ambruk akibat terlalu berat
  • Jika menggunakan lemari gantung, pastikan kamu memasang penyangga yang kokoh
  • Gunakan lemari buku berkaca demi mencegah buku berdebu tapi tetap bisa dipamerkan
  • Jika lemarimu terbuka, bukumu lebih aman disampul plastik atau dibungkus dengan plastik
  • Taruh silica gel dan kamper di dalam lemari
  • Gunakan produk serap air untuk mencegah lembab di kamar
  • Pastikan ada sirkulasi udara yang baik di dalam kamar

Kebetulan, kamar saya memiliki jendela. Ini juga enak-gak enak. Cahayanya bagus, tapi panasnya gak bagus karena bikin gerah hahaha.

Tetap saja saya senang, karena punya kamar sendiri sesuai dengan kebutuhan dan keinginan 😀

Nah, apa kalian punya tips atau trik khusus untuk dekorasi kamar? Atau ada cerita menarik dari lemari buku kalian? Silakan share di kolom komentar, ya!

 

Much love,

Zelie

2 thoughts on “Room Sweet Room

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s