[Blogtour] 30 Paspor: The Peacekeepers’ Journey

Hi, readers!

Kali ini, saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu host dari blogtour “30 Paspor: The Peacekeepers’ Journey”.

Terus terang saja, ini adalah pertama kalinya saya membaca seri ini. Saya malah baru tahu keberadaannya. Tapi saat membaca sinopsisnya, saya langsung tertarik dan mengajukan diri sebagai host blogtour. Untunglah diterima 😀

Peluncuran buku ini dilaksanakan tanggal 23 Maret 2017 di Perpustakaan Universitas Indonesia. Sayangnya saya tidak bisa hadir, padahal pasti seru bisa mengobrol langsung dengan penulis buku ini.

Oh ya, sebelum saya bercerita lebih jauh, kalian bisa menyimak trailer bukunya di sini: Trailer 30 Paspor

Selain itu kalian juga bisa cek berbagai cerita dari para mahasiswa yang diunggah di Youtube 30 Paspor.


Jadi, buku ini tentang apa, sih?

Buku ini bercerita tentang perjalanan yang dilakukan oleh para mahasiswa yang mengikuti kelas Bapak Rhenald Kasali. Beliau memberi pengantar di awal buku ini yang membuat saya pengin mengambil kelasnya, hahaha. Penulis buku ini sendiri adalah asisten di kelas Pak Rhenald.

Semua berawal dari keinginan Pak Rhenald untuk membimbing murid menjadi pribadi yang bisa berjalan sendiri(self driving). Dianalogikan dengan kebiasaan kita saat menempuh perjalanan. Kita seringkali tertidur, tidak memperhatikan perjalanan, pasrah. Mengapa? Karena kita sudah merasa ada kepastian, kenyamanan karena rutinitas.

Pak Rhenald ingin mendorong murid agar berpikir cepat, berani mengambil keputusan, dan tidak monoton. Jadilah murid ditantang untuk pergi ke luar negeri. Tapi tidak boleh ke negara berbahasa Melayu.

Di awal-awal, banyak sekali yang menentang ide Pak Rhenald. Teman sejawat, orangtua murid, rata-rata tidak setuju dengan berbagai alasan. Untunglah Pak Rhenald tetep bersikukuh karena setelah murid-muridnya menjalankan ‘misi’ tersebut, mereka kembali dengan membawa pengalaman-pengalaman berharga yang tentunya membawa mereka menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Di buku ini, misi para mahasiswa ditambah. Tidak hanya sekadar pergi ke suatu negara, mereka wajib menjadi volunteer di sana. Seru? Pastiya. Makanya, kalian harus baca, ya 🙂

Dan, berita baiknya, kalian berkesempatan mendapat satu eksemplar buku 30 Paspor: The Peacekeepers’ Journey lho *yeay!

Thanks to Penerbit Noura yang sudah menyediakan bukunya untuk direview dan juga diberikan sebagai giveaway ya 🙂


Sekarang, waktunya giveaway! 😀

Berikut ini informasi lebih lengkapnya:

1. Peserta giveaway berdomisili di Indonesia

2. Periode giveaway: 6-10 April 2017 (berakhir pukul 23:59)

3. Follow Twitter & Instagram @nourapublishing dan @bookadmirer_ (opsional)

4. Peserta wajib berbagi tentang giveaway ini di sosmed (bisa Facebook, Twitter, Instagram)

5. Menjawab pertanyaan: Apa makanan khas suatu negara yang ingin kamu coba? Ceritakan juga alasannya ya 🙂

6. Jawaban pertanyaan ditulis di kolom komentar postingan ini dengan format:

Nama:

Akun sosmed:

Link sharing di sosmed:

Jawaban:

7. Saya akan memilih satu orang pemenang dengan jawaban paling menarik sekaligus sudah mengikuti ketentuan-ketentuan di atas

8. Pengumuman pemenang: 11 April 2017 di blog ini

Semoga saja gak terlalu ribet sehingga semua senang 🙂

Kalau ada pertanyaan, silakan kontak ke @bookadmirer_ karena kolom komentar khusus untuk jawaban 😀

Selamat bersenang-senang, kawan!

Much love, Zelie ❤

14 thoughts on “[Blogtour] 30 Paspor: The Peacekeepers’ Journey

  1. Eman Setiaji

    Nama : Eman Setiaji
    Akun Sosmed IG : emansetiaji
    Link Sharing di Sosmed : https://www.facebook.com/aimain.alkhawash/posts/1374832002578002
    Jawaban:
    Aku ingin makan dorazaky. Karena aku sering nonton anime Doraemon kok kelihatanya Doraemon suka banget sama dorazaky sampai tergila gila dengan dorazaky .Dorayaki adalah salah satu kue khas Jepang yang sangat terkenal. Jadi penasaran ,hehe mungkin di indonesia sudah banyak yang jual si, tapi gak tau siapa yang jual. Maklum anak desa tulen. Kue kesukaan Doraemon juga. yee pasti enak buanget.aduh jadi gk sabar mau ngrasain dorazaky khas jepang.Jangan jangan bisa seperti Doraemon punya kantong ajaib.Hahaha

    Like

  2. Bety Kusumawardhani

    Nama: Bety Kusumawardhani
    Akun twitter/IG: @bety_19930114
    Linkshare: https://mobile.twitter.com/bety_19930114/status/851454690487287811?p=v

    Jawaban: Aku ingin mencoba makan nagashisomen (Arti: mie yang mengalir) saat musim panas di Jepang. Mie tsb ditempatkan di batang bambu yang dibelah membujur dan diletakkan di sepanjang restoran. Mie lalu dialirkan dengan air es. Saat mie somen lewat, pengunjung mengambilnya dengan sumpit dan mencelupkannya ke saus tsuyu (saus mie dicampur shoyu dengan mirin dan gula). Menangkap somen pun tidak lah mudah dan memerlukan kecepatan serta ketangkasan karena alirannya cukup cepat, mie liciin dan somen yg tidak terambil hingga ujung bambu biasanya tidak dimakan. Aku ingin merasakan sensasi perut yg udah begitu kelaparan tapi masih harus berjuang menangkap mie yg mengalir, disitulah kesabaran seseorang akan diuji. Hitung-hitung sekalian belajar sabar menghadapi kenyataan hidup.😂

    Like

  3. Nama: Rizki Fitriani
    twitter: @Kikii_Rye
    link share: https://twitter.com/Kikii_Rye/status/851443863591862273

    jawaban:
    Makanan khas dari negara Bhutan yg terkenal pedasnya.
    Yaitu Ema datshi, yang adalah makanan ala Bhutan dimana terdiri dari nasi yang DITUTUPI dengan banyak cabai dan keju.
    gak kebayang gimana rasa antara campuran keju dan cabai nya. yang dijadikan lauk pendamping nasi.
    gak afdhol rasanya bagi pecinta makanan pedas jika belum mencicipi makanan pedas dari negara lain.

    penasaran dengan rasa yg di timbulkan akibat perpaduan keju, cabai dan nasi.
    kalo nasi dan cabai udah biasa di Indonesia, keju dan cabai juga ada dimasakan itali, piza, yg gak asing lagi buat warga indonesia. tp ini, keju+cabai+nasi?? gimana rasanya coba? nano nano deh kyknya><

    dan aku pengin banget mencoba ema datshi yg merupakan makanan terpedas yang ada di Bhutan. bisa kah aku memakan dan tahan banting akan rasa pedas bercampur keju dan nasinya?

    Like

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s