Book-Admirer and Friends #3: Puji Rahayu

bookadmirerfriends

Halo!

Setelah sekian lama hiatus, akhirnya “Book-admirer and Friends” kembali lagi, yeay!

Sebenarnya,tulisan ini seharusnya saya terbitkan pada kesempatan #BBIHUT6 Marathon. Kebetulan, ada salah satu topik yang berhubungan dengan mengenal lebih dekat member BBI yang tergolong baru.

Gimana cara tahunya? Sebenarnya bisa terlihat dari nomor member BBI. Contohnya saya, 1303112. Dua digit angka pertama itu merujuk pada tahun terdaftar. Jadi, saya mulai bergabung sejak tahun 2013.

Jujur saja, saya tidak mengenal banyak member baru. Bahkan bisa dihitung pakai jari. Kebanyakan saya cuma tahu nama, blog, tapi gak benar-benar kenal. Saya juga yang mengusulkan tema ini agar saya pun tertantang buat mengenal member baru XD

Sampai akhirnya saya coba blog walking, nemu wajah baru rasa lama *heh

Saya melihat blog milik Puji, Prayrahayu’s Book yang bagus banget theme-nya. Tulisannya pun rapi. Plus, ternyata dia masih tergolong member BBI yang baru.

Saya kenal Puji sebagai Puji WW, alias Puji Werewolf. Bisa tebak gak karena apa?

Saya ceritakan sedikit saja, ya. Bermula dari grup Telegram yang isinya kebanyakan anak BBI tapi ada juga Serapium lalu makin lama makin random, haha. Kita keseringan main Werewolf dan entah kenapa, Puji itu sering banget jadi Werewolf. Kayak kena kutukan auto-badrole gitu.

Jadi seringnya sih, biarpun Puji mengaku innocent, tetap saja dibakar duluan. Walau salah, pokoknya gitu XD

Saat saya minta untuk wawancara, Puji senang-senang saja. Malah dia yang lebih bersemangat daripada saya. Mungkin dia memang sayang banget sama saya *halah *diinjek

Kami berkomunikasi lewat email. Saya kirimkan beberapa pertanyaan yang langsung dijawab secara cepat oleh Puji. Yuk, kita simak!


meetmyfriend.jpg

Aloha, Kak Chei dan para pembaca Book-Admirer!

Perkenalkan, aku Puji P. Rahayu, biasa dipanggil Puji, yang akan sedikit cuap-cuap nih Book-Admirer.

Terima kasih banyak buat Kak Chei yang ngajakin aku ngobrol-ngobrol cantik di sini.

Pertama kali kenal Kak Chei itu waktu aku gabung di grup telegram fenomenal bernama GGS yang digagas oleh Kak Ren dan Mbak Dewi sepertinya. Di sanalah kita pertama kali kenalan dan yaa gitu, saling bunuh bila ada kesempatan *karena aku biasanya auto-bad role kalo main werewolf.

Ketemu langsung belum pernah, sih. Padahal sama-sama di Jakarta, ya? Heuheu. Kapan-kapan lah kak kita ketemu. Biar kuy. Hihi.

Ceritain dong soal profesi kamu sekarang. Seingetku kamu baru lulus, apa sudah kerja? Atau mau lanjut? Atau gimana? Hehehe

Pada dasarnya, Kak Chei, aku belum lulus kuliah. Haha. *kakak dapet gosip dari mana tuh aku udah lulus? *melirik tajam. Aku masihlah mahasiswi unyu-unyu yang duduk di semester enam. Iyaps, aku memang masih muda. Haha.

Jadi, sekarang ini aku masih kuliah di salah satu universitas negeri di Depok. Ehm, pasti banyak yang nanya, kenapa nggak kuliah di Malang aja?–iya, saya aslinya dari Malang. Sejujurnya, ini preferensi pribadiku, sih. Waktu itu, aku kepikiran untuk bisa hidup mandiri. Which is, jauh dari keluarga dan jadi anak perantauan. Untungnya, sama orang tua diizinkan.

Kemudian, aku pilih dong jurusan yang aku inginkan, yakni Ilmu Hubungan Internasional–yang malah kupertanyakan sekarang kenapa aku milih jurusan ini. Mungkin, dengan bantuan kekuatan bulan dan lainnya, akhirnya aku tersasar di Depok dan, yaaa, menjalani kehidupan semester enam dengan bahagia. Meskipun berdarah-darah untuk mengerjakan tugasnya yang cukup…membuatku menelan ludah.

Nah, kalau untuk rencana ke depan setelah lulus, jujur aku belum tahu. Yang pasti, memang ada keinginan untuk melanjutkan kuliah. Tapi, sepertinya juga harus mempertimbangkan finansial terlebih dahulu. Jadi, doakan saja lah saya yang masih suka main-main ini bisa lulus dengan selamat tahun depan. Juga, bisa dilancarkan kelanjutannya. Hoho. *saya kan juga pengin kayak senior-senior sayah yang bisa lanjut kuliah di univ-unive kece sedunia. Heuheu.

Apa motivasi awal kamu membuat blog buku?

Kalau ditanya apa motivasiku membuat blog buku, aku bingung juga sih kak jawabnya. Jadi begini ceritanya, aku sudah mulai nge-blog itu sejak SMP.  Iya, aku emang sok nggak gaptek gitu dengan bikin blog.

Nah, awalnya sih aku buat blog pribadi yang isinya tak jelas. Kayak.. semua curhatan, pergosipan, cerita yang ku buat, dan lainnya, kumasukin. Resensi juga ada yang kumasukin.

Nah, suatu ketika, ceritanya aku lagi blogwalking dan menemukan blog-blog yang isinya ulasan buku semua. Oh ya, aku tuh juga udah suka baca sejak SMP–tepatnya SD kelas 6 sih. Hihi.

Nggak tahu kenapa, aku pengin aja membuat ulasan dari setiap buku yang aku baca. Ya sudah, untuk memisahkan ke-alay-anku, aku pun membuat blog baru yang isinya tentang buku semua–which is itu blogku yang sekarang. *eits, mampir, ya. Kali aja ada keberfaedahan yang bisa didapat. Sebenernya sih, simply, karena aku suka buat ulasan buku dan pengin membuat jejak yang bisa dikenang sampai nanti. *halah.

Kenapa kamu tertarik gabung sama BBI?

Setelah aku punya blog buku, aku jadi lebih rajin blogwalking, meskipun waktu itu aku terbatas banget ya bisa mengakses internet. Kemudian, sampailah aku di blognya Kak Sulis–Kubikel Romance–dan Kak Stefanie–The Bookie Looker. Nah, dari situ, aku mengenal BBI dari postingan tentang ultah BBI yang mereka. Wooh, aku penasaran dong. Ini apa sih maksudnya? Apakah ini komunitas atau semacamnya? Langsung deh aku google dan cari-cari soal BBI. Melihat ternyata anggota BBI itu banyak banget dan event-event yang diselenggarakan seru abis, aku pun tergerak untuk bisa gabung. Waktu itu sih, blogku masih belum terlalu ada isinya. Jadi, aku niatkan untuk terus menambah tulisan sebelum pendaftaran dibuka. Saat aku tahu kalau BBI sudah buka oprec di tahun 2016, langsung deh aku daftar. Untung aja diterima. Hehe. Pada intinya sih, aku pengin punya kenalan yang sama-sama cinta banget sama buku dan bisa diajak berbagi *rezeki juga sih semoga. Saya sebagai anak kuliahan dan perantauan butuh asupan, nih. Hehe. Alasan lainnya, aku pengin ikutan jadi hitz gitu sih. Ya udah. Itu aja. *pletak.

Siapa member BBI yang paling sering kamu baca reviewnya? Kenapa kamu suka sama reviewnya?

Wah, kalau ini sih… susah, ya. Soalnya banyak. Haha. Tapi, kalau yang dari awal banget sampai sekarang, aku sering baca review-nya Kak Sulis dari Kubikel Romance. Alasannya sih, karena Kak Sulis ini biasanya paling sering muncul di blogroll aku dan gaya dia meresensi itu rapi banget. Nggak menghakimi, tapi juga masih bisa menyampaikan kritik. Heuehue. Aku dulu juga suka baca review-nya Kak Stefanie, karena aku suka banget tampilan blognya. Format postingannya pun bikin betah untuk dibaca. Tapi, setahunan kemarin, Kak Stefanie lagi nge-on hold dulu blognya karena satu dan lain hal. Agak kangen juga sih baca-baca review-nya Kak Stefanie.

Lalu, untuk akhir-akhir ini, yang biasanya bikin aku kepo adalah review yang dibuat oleh Kak Raafi dari Ough, My Book! Entah mengapa, Kak Raafi ini punya cara tersendiri buat mengulas buku. Biasanya, dia nggak langsung to the point menyampaikan ulasannya, tapi ngasih pengantar-pengantar dulu, dan aku suka banget cara dia melakukannya.

Honestly, aku nggak punya preferensi banget sih bloger mana yang postingannya rutin aku baca. Biasanya, kalau ada postingan yang muncul di blogroll-ku dan menarik untuk dibaca, ya tinggal aku baca. Hehe. Jadi, nggak ngikutin yang segitunya banget.

Kita main sedikit, ya. Kalau misalnya ada BBI Member Awards, apa saja kategori yang harus ada?

Hemm, pertanyaan yang sulit. Apa yaaaa? Ini boleh disekip aja nggak sih pertanyaanya? Heuhue. Mungkin, ini bisa dijadikan referensi ngaco untuk pembuatan BBI Member Awards. Hoho.

(1) BBI Member Awards Terproduktif. Dalam perjalanan menjadi seorang bloger buku, terkadang pengalaman yang didapat itu nggak sama dengan yang lain. Sehingga, meskipun anggota BBI pada suka baca buku, tapi belum tentu hasil bacaannya akan dijadikan resensi dan lainnya. Kemudian, ada juga anggota BBI yang rajin banget ngisi blog. Terus, kecepatan bacanya luar biasa, sehingga blognya penuh sampai tumpah-tumpah. *kalau saya mah ada di barisan bloger mager. Heu. Jadi, kayaknya harus ada penghargaan buat member yang paling produktif dalam membaca dan meresensi.

(2) BBI Member Awards Tercantik Desainnya. Tentunya, sebagai seorang bloger, desain blog juga menjadi salah satu perhatian. Setahu aku, bayak banget anggota BBI yang desain blognya cantik banget. Nah, sepertinya harus ada apresiasi nih buat mereka yang mengeluarkan effort untuk mempercantik blognya. Hoho.

Apalagi yaaa? aku bingung. Heuheu. Kalau yang serius sih itu dulu aja deh, kak. Kalau yang enggak, anggota tertua, anggota termuda, anggota tergabut (?), anggota termager (?), dan.. nggak tahu. *pletak.

Berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk baca dan review buku?

Kalau ini sih aku akan jawab secara diplomatis. Kalau nggak ada badai menghalang–tugas kuliah, bisa cepet sih. Dua sampai tiga hari aku bisa ngelarin baca dan nge-review-nya. Tapi, kalau banyak banget tugas, yaa, bisa lama banget. Aku pernah kok menghabiskan satu bulan lebih dengan buku yang sama–sambil selingkuh dikit-dikit, sih. Pada intinya nggak ada patokan gitu aku selesai berapa hari. Hehe.

Apa kamu menyiapkan waktu khusus untuk ngeblog dan baca buku?

Jatuhnya sih bukan menyiapkan waktu khusus sih, Kak. tapi nyempet-nyempetin. Soalnya, aku bisa baca dimana aja. Jadi, modal bawa buku atau ebook aja sih buat baca. Nge-blog pun juga gitu. Kalau ter-trigger banget buat nge-blog, langsung deh lancar nge-blog. Haha. Kalau lagi nggak mood, bisa bener-bener aku tinggal. Meskipun gitu, aku tetep berusaha untuk membuat resensi dari seluruh buku yang pernah aku baca. Terus, sebisa mungkin aku ngikutin event yang diadakan sama BBI. Biar seru aja sih sebenernya. Lumayan bisa buat ngisi blog. *halah.

Menurut kamu, apa aja sih hal-hal yang harus dimiliki oleh seorang blogger buku?

Apa, ya? Kesabaran dan rendah hati. *sok bijaksana kamu, Puj. xD Jadi, menurut aku, jadi seorang bloger buku tuh nggak mudah. Banyak tantangannya. Bisa jadi, malah dikritik karena kita  mengkritik karya orang (?). Jadi, kita harus bersabar dalam menghadapi ujian. Terus, kita juga harus rendah hati. Dalam artian, ada gitu bloger yang annoying banget. Mentang-mentang sudah terkenal jadi seenak jidat. Kayak malah nagih-nagihin penulis atau penerbit untuk bisa ngepromosiin buku baru. Er… ya nggak gitu juga sih prinsip jadi bloger buku. Rendah hati aja. Biar bisa tetap dipercaya sama pihak-pihak yang mau ngajak kerja sama. Hehe.

Itu yang sok bijak ya. Nah, kalau menurut aku, yang penting banget buat seorang bloger buku adalah niat. Beuh, kalau niatnya di awal udah salah, biasanya nggak bakal bertahan deh jadi bloger. Heuheu. Lalu, harus bisa kreatif *ehm, semua bloger kalo ini mah. Dengan kreativitas yang ada, si bloger ini bisa menarik pengunjung dengan baik. *Eaaa.

Intinya, sabar, rendah hati, niat, kreatif, dan pastinya jadi diri sendiri aja. Biar unik gitu loh. Nggak perlu lah meniru gaya orang lain kalau kamu nggak enjoy dengan itu. Haha.

Apa saja suka dan duka yang kamu rasakan setelah jadi blogger buku?

Berhubung aku terhitungnya anak baru–baru aktif banget tahun lalu, jadi mungkin pengalaman aku masih minim. Kalau sukanya sih, se-simple dapat respons akan tulisan yang aku buat. Selain itu, dengan aku jadi bloger buku, aku jadi punya kerjaan lain selain kuliah. Haha. Buat refreshing dan untuk meng-hits-kan diri. Wkwkwk. Kalau dukanya, yaaa, belum pernah ngerasain sih, kak. Kan aku masih newbie. Jadi, ngerasain seneng-senengnya aja.

Gimana pendapat kamu soal giveaway hunter? Yay or nay? Kalau ada pengalaman menarik soal ini, boleh banget lho cerita 🙂

Kalau giveaway hunter as in peserta kuis, menurutku nggak papa, sih. Heuheu. Dalam artian, ya kan itu hak mereka buat mendapatkan buku secara gratis tanpa effort yang lebih. Selama tidak mengganggu kemaslahatan umat, ya sudah. Biarkan saja. Kalau sampai annoying banget, ehm, mungkin harus kita tendang abis-abisan. *halah.

Untuk pengalaman sendiri, aku inget banget pernah iseng-iseng ikutan kuis yang diadakan oleh salah seorang bloger. Jawabnya sih ngaco, ehh, malah menang. Padahal itu pengalaman pertamaku buat ikutan kuis. Hehe.

Selain itu, aku minta 5 random facts tentang Puji. Plusss, aku minta foto paling eksisnya ya, hahaha.

Apa, ya? Aku jadi bingung kalau ditanya begini. Hehe.

  1. Aku pecinta kentang goreng. Saking jatuh cintanya, aku pernah iseng beli kentang jadi di supermarket dan kumakan sendiri *padahal kan sekiloan ya. Haha.

  2. Aku pengin banget ngecat rambut, tapi nggak boleh sama ayah. Huhu 😦

  3. Saat ini, aku berada dalam tahap mengumpulkan komik Conan. Ada yang mau ngasih aku nggak untuk melengkapi koleksi?

  4. Kalau baca bahan kuliah, aku prefer baca hard copy dibandingkan soft copy. Menurutku, lebih mudah diserap, meskipun jadinya nggak sayang lingkungan.

  5. Kalau ada novel yang menarik, aku bisa lupa waktu kalau baca. Sebagai contoh, waktu UTS kemarin aku malah baca The Lunar Chronicles. Heuheu.

Yaaps. Demikian lah cuap-cuapku. Semoga siapapun yang membacanya bisa mendapatkan keberfaedahan dari cuapan saya yang panjang ini. Hoho. Buat Kak Chei, semoga selalu berbahagia dan sukses terus buat nge-blog-nya.


WP_20160725_13_26_14_Pro

Nah, itu dia cuap-cuap dari Puji. Plus, foto kecenya XD

Semoga saja kami bakal segera ketemu, entah di mana pun itu. Mungkin perlu janjian di McD buat makan kentang goreng bareng, haha!

Sekarang, kita sama-sama tunggu guest post dari Puji yang pastinya seru banget buat disimak, oke? 😉

Sambil menunggu, kalian bisa simak postingan di blog Puji yang menjadi favorit saya:

Oh ya, meski post ini gak jadi saya post berbarengan dengan event ulangtahun BBI, saya tetap ikutan jadi host giveaway hop.

Kalian masih bisa ikutan giveaway di Book-admirer sampai tanggal 30 April 2017. Saya akan memilih dua pemenang yang beruntung mendapatkan hadiah yang kece. Simak ketentuannya di sini: #BBIHUT6: Giveaway Hop!

Sekali lagi, terima kasih buat Puji yang sudah mau meluangkan waktunya buat ngobrol bareng. Dan juga buat kalian yang sudah membaca.

Kalau kalian punya usul untuk wawancara salah satu member BBI atau teman saya yang lain, boleh banget, lho! Atau, mau ngobrol bareng sama saya juga boleh. Tenang, saya mah gak galak walau keliatannya gitu XD

Have a blessed day, people!

 

Lots of love, Zelie ❤

One thought on “Book-Admirer and Friends #3: Puji Rahayu

  1. Pingback: [Guest Post] The International Relations Analysis of the Lunar Chronicles Series – Book-admirer

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s