One

2017-08-31 23.53.58.jpg

Title: One

Author: Sarah Crossan

Translator: Airien Kusumawardani

Publisher: Penerbit Spring

Paperback, 414 pages

Published on Feb. 27, 2017

ISBN: 9786026044310

Language: Indonesian

Genre: Young Adult

Rec. age to read: above 13 y.o

Source: Blind date with a book event

Started reading on: 26 August 2017

Finished reading on: 26 August 2017 (approx. 3 hours)

Price: Rp 73.950  (Owlbookstore, as per 28 August 2017)

Submitted for “BBI Read and Review Challenge 2017, Category: Young Adult”

blurb

Grace dan Tippi adalah kembar siam, tubuh mereka menyatu dari pinggang ke bawah. Mereka mengalahkan takdir dengan terus hidup sampai berumur enam belas tahun. Mereka membagi segalanya satu sama lain, tidak bisa membayangkan untuk berpisah. Bagi mereka, berpisah adalah sebuah tragedi.

Namun, sesuatu terjadi pada mereka. Sesuatu yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Terlahir sebagai kembar siam, Grace dan Tippi bisa dikatakan sudah terbiasa dengan tatapan aneh dari orang sekitar. Meski demikian, saat Mom atau ibu mereka menyampaikan bahwa mereka harus masuk sekolah, tetap saja itu terdengar mengerikan. Ada yang bilang bahwa remaja di sekolah adalah yang paling mengerikan. Membayangkannya saja sudah membuat takut Grace, si tokoh utama yang akan bercerita kepada kita di buku ini.

Ya, buku ini bercerita dengan gaya sudut pandang orang pertama. Kita bisa melihat kegalauan Grace, ketakutan yang dialami, rasa sakitnya, dan juga pergolakan batin.

Seiring bergulirnya cerita, saya jadi mengerti mengapa penulis memilih menceritakan dari sisi Grace. Kerapuhan diri Grace bisa terlihat sejak di awal cerita. Jujur saja, awalnya sedikit membosankan karena saya terbiasa dengan tokoh utama cewek yang berkemauan kuat dan juga tegar.

Untungnya, buku ini memiliki gaya cerita yang menarik. Cerita disajikan serupa puisi, suatu hal yang unik dan membuat saya betah membacanya. Tak terasa, buku ini tahu-tahu selesai.

Terus terang, saya mengira saya akan membaca buku dengan genre thriller. Ternyata, ini lebih ke family issue, persahabatan, dan juga romansa remaja. Ya, saya terkecoh oleh blurb. Dan semoga saja ucapan saya itu tidak membuat review ini jadi spoiler XD

Karakter yang paling saya suka di sini adalah Jon, yang juga menjadi gebetan Grace. Saya senang dengan ketulusan dia berteman dengan Grace, Tippy, dan Yasmeen. Kesenangannya membaca juga jadi nilai plus. Dalam bayangan saya, Jon tuh seperti aktor Jesse Eisenberg.

jesse_eisenberg_2
Cr: click image

Membaca buku ini membuat saya berkali-kali menarik nafas panjang. Sulit untuk tidak merasa berempati terhadap pergumulan yang dihadapi oleh Grace dan Tippi. Kita sebagai pembaca akan diajak untuk melihat bagaimana pentingnya dukungan dari orang terdekat, baik secara moral maupun fisik.

Salah satu adegan yang berkesan buat saya adalah saat Grace mengamati seorang remaja yang kehilangan sinyal dan mengeluh karena tidak bisa terhubung dengan Wi-Fi.

Lucu sekali kan mendengar apa yang orang lain cemaskan ketika hidup mereka berjalan dengan sangat mulus? – hlm. 297

Sejujurnya, saya tidak terlalu puas dengan akhir ceritanya. Mungkin karena saya sudah mengharapkan cerita thriller. Mungkin karena saya ingin penjelasan yang lebih lengkap. Mungkin karena saya ingin lebih banyak lagi cerita tentang Jon dan Grace. Mungkin karena saya sedang ingin membaca kisah berakhir tragis.

Biar begitu, buku ini tetap merupakan buku yang berhasil membuat semangat baca saya kembali naik lagi.

Buku ini cocok banget buat dibaca oleh kamu yang suka dengan drama keluarga, atau persahabatan di remaja. Kalian juga gak perlu khawatir walau ini buku terjemahan, enak banget dibacanya, kok.

Saya sangat berharap buku ini ada sekuelnya. Karena saya merasa masih banyak hal yang bisa digali dan diceritakan lagi. Semoga saja beneran ada 😉

rate

 

RATING3


Nah, saya sudah menyebut di atas bahwa mendapatkan buku ini dari event Blind Date with a Book 2017 yang diadakan oleh Afifah Mazaya dan Pramestya Ambangsari.

Sekarang, waktunya saya menebak siapa yang mengirimkan buku One. Tebakan saya adalah…

Alvina alias Kak Pina alias Aplen of The Year

Jadi begini. Saya mengira bahwa One itu novel thriller sehingga saya langsung menuduh ini pasti pilihan Kak Pina. Pas ternyata ini bukan thriller, saya jadi cek lagi ke bagian pilih-pilih buku. Akhirnya sih saya bernafas lega, tetap cocok kok. Walau sebenarnya dugaan saya di awal itu karena sotoy XD

Terima kasih untuk kedua host kece yang sudah mengatur event ini sebaik mungkin. Senang sekali bisa jadi bagian dari event seru ini 🙂

Terima kasih buat Kak Pina yang sudah mengirimkan bukunya.

Dan… buat kamu yang mendapatkan buku dari saya, semoga saja senang dan tidak merasa dirugikan *halah

 

Much love,

Zelie ❤

2 thoughts on “One

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s