Book-admirer and Friends #4: Afifah Mazaya

bookadmirerfriends
Halo, ternyata sudah hampir genap setahun dari terakhir kali saya berbagi tentang teman sesama pecinta buku.
Kali ini, saya akan mengajak kalian untuk berkenalan dan juga ngobrol sama salah satu member BBI yang juga eksis sebagai influencer. Lucunya, meski kami sudah saling follow instagram, blog, dan juga beberapa kali ngobrol lewat grup Telegram, kami baru akrab setelah saya nekat untuk baca bareng sama dia.
Saya yang tadinya merasa dia adalah anak jutek dan sombong, makin merasa bahwa hal itu benar adanya. LOL *dijitak
Sedangkan dia sendiri menganggap saya yang tadinya anak yang hangat, ternyata ada juteknya juga. Hmm!
Oh ya, nama dari teman saya tersebut adalah Afifah Mazaya. Untungnya, walau rada jutek, Afifah setuju untuk saya wawancara.
Saya mau kirim pertanyaan lewat email, dia malah ingin lewat chat Telegram biar lebih gampang dijawab, sigh. Ya sudahlah, toh saya juga belum mempersiapkan pertanyaan khusus, jadi, silakan simak wawancara yang sebenarnya lebih ke arah ngobrol bareng ini, ya!
meetmyfriend
Hai Afifah Mazaya, salam kenal! Saya adalah salah satu pengikut blog dan juga sosial media kamu selama sekian tahun. Kamu tuh punya konten yang menarik banget dan variatif. Saya jadi penasaran nih, sebenernya pekerjaan sehari-hari kamu tuh apa sih?

Mantan pemain depan suatu start-up yang belum mendapat panggilan lagi. Ya udah, sekarang mencoba memenuhi panggilan hidup: menjual segala yang bisa dan boleh dijual, terutama menjual kreativitas. Haha. Karena kreativitas itu kunci hidup, kan?
Yang penting, aku masih memenuhi pekerjaan yang saat ini masih utama: menjadi anak berbakti dan manusia yang baik. :”)

Kalau boleh tahu, Afifah gabung komunitas apa aja?

Aku gabung di banyak komunitas, sih, Kak. Yang pasti sih gabung di BBI. Gabung juga di beberapa komunitas blogger lain. Komunitas fotografi dan komunitas fandom juga pernah.

Afifah sendiri pernah mendirikan/jadi pengurus komunitas? Kalau iya, ceritain dong pengalamannya

Umm… Pernah sih bikin semacam komunitas dari salah satu fandom yang aku suka. Tapi … era alay banget itu. Lol. Kayaknya, cukup eksis masa itu, tapi harus ditutup karena nggak ada yang ngurus. Kebetulan, waktu itu pengurus-pengurusnya cuma beda 1-2 tahun. Begitu menjelang kuliah, bubar. πŸ˜‚
Nggak sempat kepikiran regen. Karena apa? Karena aku masih polos dan aku aja lupa sama komunitas itu. πŸ™ˆ
Sekarang, beberapa kali “ketemu” lagi dengan alumni di sana, tapi nggak kepikiran bangun komunitas yang sama lagi. Walau begitu, aku merasa beruntung banget kenal mereka. Walau kenal di zaman alay, sekarang malah bisa menginspirasi. 😊

Wah, seru juga ya gabung banyak komunitas gt. Menurut kamu, apa saja sih keuntungan gabung sama komunitas? Apalagi kan kamu gabung gak cuma di satu bidang aja, beragam gitu.

Menambah kenalan
Menambah pengetahuan
Oh. Yang paling aku suka: Menambah masalah
Kan jadi belajar bagaimana menghadapi masalah.
Setiap komunitas kan isinya beda-beda individu, beda karakter. Masalahnya juga nggak sama.
Aku suka mempehatikan karakter orang.

Berarti, bisa disimpulkan kamu punya berbagai minat ya. Kamu punya berapa blog dan berapa akun sosmed sih? Itu kamu pisahkan sesuai maksud dan tujuannya?

Sejauh ini, aku punya 2 blog: http://theladybooks.com dan https://afifahmazaya.com. Follow, yaa.
Akun socmed … banyak banget, Kak. πŸ˜‚

Aku pisahkan sesuai maksud dan tujuan. Aku kan orangnya random banget, tapi aku suka melihat sesuatu yang teratur. Makanya, aku (ingin) akun socmed-ku tampak teratur.

Kalau boleh tau, dipisahkannya jadi kategori apa aja? Dan, gimana cara kamu ngaturnya agar semua akun kamu tetep eksis dan rapi?

Instagram sih aku pisah jadi akun buku+food dan akun random.
Biar tetap eksis sih intinya ikuti zaman. Ikuti juga selera audience.

Sekalian nanya deh, apa kamu punya ritual atau persiapan khusus untuk nyiapin konten?

Kadang ada, kadang nggak. Haha
Harusnya sih ada, ya. Biar rapi, bertema, dan bikin penasaran.
Tapi, bagaimanapun, hidup di sosial media harus fleksibel.
Kadang, sudah disiapkan rapiiii, tahu-tahu harus post yang lain.
Nggak masalah, sih. Justru ini menyenangkan.

Udah berapa lama sih, eksis di komunitas digital kaya gini? Apa yang bikin kamu tertarik buat nekunin dunia ini?

Kalau ditelusuri, kayaknya, sebagian besar dari kita–milenials–mulai masuk ke dunia digital tahun 200x, kan? πŸ€”

Aku suka aja, sih, Kak. Karena kerasa dunia kayak lebih luas aja gitu. Kan kita nggak bisa menjejakkan kaki di semua tempat di dunia. Kita juga nggak bisa ketemu langsung superbanyak orang dengan karakter berbeda.
Di sini juga pilihan kayak lebih banyak. Mau lihat yang bikin terharu, bisaaaa. Mau lihat yang bikin senang, bissaaa. Semua bisa dilakukan dengan kilat.
Makanya, aku cinta dunia digital.

Nah, sekarang kita ke pertanyaan tentang buku, ya. Apa sih genre favorit kamu?

Fantasyyyyyy.
Padahal kalau lihat blog bukuku, kebanyakan malah romance, ya? πŸ˜‚ Soalnya, buku romance lebih mudah didapat.
Aku juga suka misteri walau masih sebatas Agatha Christie dan Conan. Kalau ada yang mau kirim boxset Sherlock Holmes buatku, boleh banget. 😁

Lelah, ya. Aslinya kalau ditanya gitu pasti cuma akan jawab: fantasy.
Dah.

Kalau bisa jadi tokoh di buku favoritmu, kamu bakal jadi siapa? Kenapa?

Jadi diri sendiri.

Entahlah, sekarang aku nggak bisa membayangkan menjadi orang lain. Aku suka diriku. Kalau dihadapkan dengan tantangan kayak di buku-buku, pasti cerita akan lain kalau kita menjadi diri sendiri, kan?

Ya udah, siapa karakter favoritmu dalam sebuah buku? Β Dan kenapa kamu suka sama tokoh tersebut?

Cade Jennings, Lara Jean (walau aku belum baca buku terakhir), tokoh-tokoh di Harry Potter, beberapa tokoh komik. Banyak sih. πŸ€”

Merekanya kan banyaaaakk. Masa mesti dijelasin satu satu?

Cade Jennings deh. Yang paling baru dibaca.

Karena di mata tokoh utama, dia tampak jahat banget.

Aslinya? Baca sendiri. Takut spoiler. ☺️

Kalau untuk pengarang, siapa pengarang favoritmu?

J. K. Rowling, Agatha Christie, Orizuka

Oh ya, apa sih yg menjadi patokanmu dalam menilai sebuah buku?

Seberapa aku bisa menikmatinya. Atau, seberapa buku itu bisa memberikan pengaruh terhadap aku atau orang lain. πŸ€”
Ada juga sih buku yang aku kasih nilai objektif banget. Biasanya buku yang aku nggak bisa relate (seringnya memang karena bukan genre yang disuka). Jadi aku nilai dari kepenulisannya.

Okee, sekarang, coba kasih 5 fakta acak tentang kamu

  1. Aku suka banget es krim Wall’s Populaire
  2. Punya cita-cita bisa bikin mahakarya pakai cat air. 😭
  3. Ukuran sepatu 39
  4. Sampai lulus, total pernah sekolah di 7 sekolah
  5. Suka nama Zelie dan Zissel

Disclaimer from Zelie: Percayalah, nomor kelima itu bukan hasil sogokan saya, kok.


2018-04-22 01.03.10

Beberapa kalian mungkin penasaran sama tampilan dari Afifah Mazaya, si blogger kece ini. Nah, di atas adalah foto yang berhasil saya minta dengan ikhlas dan rela hati dari dia.

Kalau kalian rajin mengikuti saya di Instagram (please do follow @photobookzelie ya *shameless promo) kalian mungkin udah sering banget tau saya menyebut Afifah sebagai blogger hits.

Dan tentu saja itu bukan lebay. Kalian bisa lihat sendiri dari postingan favorit saya pada blog dia:

Saya suka blog yang rapi seperti itu, terus dengan grafis yang bagus. Iri saya tuh sama kemampuan dia motret dan juga merapikan feed, termasuk merapikan blognya.

Nah, sekarang, kita tunggu saja guest post dari Afifah, ya.

Oh ya, kalau kalian ada usulan teman yang suka baca lainnya, silakan beritahu saya, ya! Saya akan dengan senang hati mengajaknya main ke blog ini. Biar gak berdebu *heh

Have a lovely day, friends!

Lots of love,

IMG_0274Β 

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s