The Book-admirer

photo 4 (1)Bicara tentang cinta pertama, pikiran saya akan melayang ke buku.

Bukan ke sebuah buku. Tapi ke tumpukan buku kesukaan saya.

Saya tidak ingat dengan jelas, apa buku pertama yang saya baca. Saya hanya ingat bahwa saya tumbuh dengan cinta yang semakin hari semakin besar terhadap buku. Saya jatuh cinta dengan kata. Saya senang bermain kata. Saya senang merangkai kata. Saya senang saat orang memiliki untaian kata yang indah.

Saat mata gadis yang lain berkilat senang kala melihat tulisan “SALE”, saya juga merasakan hal yang sama. Bedanya, saya senang bila tulisan itu tertera di toko buku. Saat gadis lain menemukan kebahagiaan saat mencoba sepatu dengan model terbaru, saya malah bisa berdebar kencang bak akan bertemu dengan kekasih yang lama tak jumpa, hanya karena saya melangkah masuk ke dalam ruangan yang berlimpah buku.

Kesenangan saya adalah saat berkunjung ke toko buku atau ke perpustakaan. Saya memang masih seperti gadis lain yang senang berbelanja ‘keperluan wanita’. Tapi seandainya saya harus memilih antara berbelanja baju atau buku, saya tidak akan kesulitan.

Buku bukan hanya sebagian dari diri saya, tapi bagian dari diri saya. Padanya, saya setiap hari jatuh cinta, semakin hari semakin dalam.

Saya tergolong omnireader dengan  genre favorit children fiction, romance, chicklit dan young adult. Selebihnya, selama buku tersebut mampu menarik perhatian saya, tentu saya tidak keberatan untuk membaca 😀

Saya suka membaca buku dengan karakter tokoh yang kuat, ide cerita yang menarik, cover yang menggoda, mengenalkan saya pada suatu hal yang baru, tidak hanya banjir dengan kalimat indah tapi bikin saya ‘mikir’ dan terbawa suasana sepanjang membaca buku tersebut.

Sebagai seorang pembaca, saya merasa tergerak untuk membuat review buku yang saya baca. Semacam pertanggung jawaban sekaligus apresiasi terhadap karya penulis tersebut.

Saya juga sangat senang apabila bisa membantu teman-teman yang ingin diberikan komentar untuk tulisannya. Note: Komentar yang akan diberikan adalah murni sebagai pembaca 😉

Apabila hendak mengutip atau copy dari blog ini, harap mencantumkan “Book-admirer” sebagai sumber.

Blog ini pernah dipercaya untuk menjadi host blogtour buku dari berbagai genre, yaitu:

  1. The Prank List – Anna Staniszewski
  2. Luna’s Red Hat – Emmi Smid
  3. Girl’s in the Dark – Akiyoshi Rikako
  4. The Gossip File – Anna Staniszewski
  5. Reuni – Brigida Alexandra dkk

Kriteria saya saat memilih buku untuk dibeli bisa dilihat di postingan saya yang berjudul Kenapa Beli Buku Itu?

Rating buku di blog ini akan saya berikan dalam lima kategori yaitu:

RATING5  5* -> Biasanya saya berikan ke buku dari penulis kesayangan. Buku yang sangat menyentuh sekaligus mengubah hidup saya.

RATING4 4* -> Buku yang meninggalkan kesan baik untuk saya. Meski demikian, masih ada aspek yang tidak bisa saya terima. Biasanya terletak di cara bercerita, penyelesaian masalah, atau mungkin hal teknis seperti tata letak buku.

RATING3 3* -> Buku yang menarik dan menyenangkan untuk dibaca. Meski demikian, kecil kemungkinan buku ini akan terus saya koleksi.

RATING2 2* -> Buku yang membuat saya sebal, tak bisa termaafkan secara logika.

RATING1 1* -> Sejauh ini saya belum pernah memberi rating serendah ini, tapi rasanya sudah bisa ditebak sesebal apa saya dengan bukunya kalau sampai rating ini muncul.

Lebih lanjut tentang cara saya menilai sebuah buku bisa dicek pada tulisan saya Kenapa Suka Buku Itu?

Keterangan tentang cara saya menulis review bisa dilihat di post Antara Zelie, Buku dan Review Walau tentu saja, bisa terus berubah sesuai situasi dan kondisi 🙂

Review yang saya tulis dalam blog ini adalah komentar pribadi saya. Seiring waktu, saya terus berusaha mencari cara review yang paling cocok dengan saya. Sejauh ini, saya lebih sering mengungkapkan apa yang saya rasakan saat membaca buku tersebut. Bercerita tentang isinya jarang saya lakukan karena saya takut jadi spoiler.

Pada dasarnya, penilaian dan komentar saya terhadap sebuah buku adalah berdasarkan selera dan pertimbangan pribadi. Diharapkan tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau tersinggung atas apa yang saya tulis di blog ini.

Tapi saya percaya bahwa…

Kita tidak bisa membuat semua orang sepakat dengan kita, tapi kita bisa belajar untuk menerima bahwa berbeda bukan berarti salah.

Hal lain yang membuat saya tertarik adalah pendidikan anak, musik, sepakbola, bulutangkis, otomotif, travel, fotografi, pantai, green tea, tahu, lumba-lumba dan bintang. Selain itu, saya juga mengoleksi berbagai benda berwarna hijau.

Semoga kalian senang membaca blog ini, ya! 😉

Lots of love, Zelie ❤

7 thoughts on “The Book-admirer

      1. Awal taon tuh aku sampe dikirimin duit sama nyokap suruh beli baju kantor yg banyak biar bisa ganti2 sering katanya, soalnya klo aku disuruh beli sendiri, jawabanku “mending beli buku” wkwkwkwkk

        Like

        1. Huahh.. aku baru baca kalau ada komen dari kak Essy >,<
          Iya, aku juga, liat sale baju mah enggak tertarik dan enggak bikin pengen.
          Begitu liat sale buku, biar cuma 10% dan bukunya enggak jelas, tetep aja penasaran pengen bongkar :p

          Like

  1. Gokil baca deskripsi Chei tentang kecintaannya akan buku ituu.. sesuatu, deh. Hehe. You describe it beautifully.. aku juga merasa gitu sih, di saat jalan ke mal sama temen cewek (yg gak terlalu hobi baca), kita akan misah.. dia ke toko baju sementara aku ke toko buku, haha. Gue banget ini, tapi gue nggak kepikir untuk mendeskripsikannya seindah Chei.. Nice, girl! ^^.

    Like

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s