I Want a Friend!

Title:  I Want a Friend

Author: Anne Booth

Illustrator: Amy Proud

Publisher: Lion Children’s Books

Hardcover, 32 pages

Published on 24 March 2017

ISBN: 9789792254839

Language: English

Genre: Children fiction

Rec. age to read: Above 3 y.o

Source: ARC from NetGalley

Price: Rp 104.288  (Book Depository, as per 28 March 2017)

Continue reading “I Want a Friend!”

Air Mata Buaya

ID_GPU2013MTH01MAMB_B_

 

Title: Air Mata Buaya

Author: Clara Ng

Illustrator: Gina

Publisher: Gramedia Pustaka Utama

Paperback, 24 pages

Published on March 2010

ISBN: 9789792254839

Language: Indonesian

Genre: Children fiction

Rec. age to read: Above 3 y.o

Source: Borrowed from iJak

Price: Rp 19.800 (ebook via scoop)


Setelah cukup lama meninggalkan iJak (aplikasi perpustakaan digital), kemarin siang saya memutuskan mengunduhnya kembali. Semata-mata karena saya merasa tidak ada buku yang bisa saya baca. Biasa, problema klasik pecinta buku. Belum nemu buku yang tepat, samalah kayak soal jodoh #tetep_curcol

Saya mencoba mencari buku yang cocok selama beberapa saat. Gemes juga karena kebanyakan buku gak bisa dipinjam. Sudah hampir menyerah, akhirnya saya melihat buku ini, Air Mata Buaya karya Clara Ng.

Buku anak-anak, sih. Tapi saya selalu suka dengan gaya bercerita Clara Ng, jadi ya dicoba saja. Tersedia dan gak butuh waktu lama buat dibaca, kok. Ini termasuk dalam seri “Dongeng Tujuh Menit”. Kebayang kan, pendeknya?

Buku ini bercerita tentang Buaya yang sangat perasa. Baperan, kalau istilah anak gaul zaman sekarang. Dia menangis hebat karena ada makanan yang jatuh. Kenapa? Karena masih banyak orang yang tidak bisa makan.

air mata buaya

Terus terang, saya agak terganggu dengan kepekaan si Buaya yang jadinya lebay. Kalau dia sedih karena orang di sekitar dia banyak yang kelaparan, masih okelah. Kalau jadi se-Indonesia yang dia bahas tuh rasanya, hmm..gimana ya? Gak deh, menurut saya.

Apalagi pas akhirnya semua orang yang melihat Buaya menangis malah ikut nangis juga. Duh, kenapa gitu sih?

Tapi kemudian saya ingat lagi, bahwa buku ini ditujukan untuk anak-anak. Saya membayangkan kalau cerita ini dibacakan ke ponakan, mereka pasti semangat banget. Mereka aja semangat banget dengar saya cerita, gak peduli ngaco minta ampun. Asal saya ceritain dengan yakin dan penuh semangat, mereka pasti ikutan bahagia.

Apalagi kalau baca buku ini, dengan gambar dan cerita yang sebenarnya menurut saya oke aja. Walau emang gak pas buat jadi hiburan buat orang dewasa macam saya *ngaku-ngaku

Sekarang, saya mau lihat deh, ponakan saya udah punya atau belum ya? Lumayan daripada mereka sibuk nonton Youtube atau baca webtoon #ehm

Rate:

RATING3

 

Lots of love, Zelie ❤

Reuni: Tentang Mengenang Kembali

WhatsApp Image 2016-12-13 at 10.12.50 AM.jpeg

Book blurb:

Reuni akbar membawa pergulatan batin tersendiri bagi tiga orang sahabat semasa SMA: Gita, Arsha, dan Vanka. Ketiganya punya alasan masing-masing untuk datang ke reuni. Kejadian di masa silam membuat persahabatan mereka berantakan tanpa kejelasan.

Gita tidak ingin bertemu dengan keduanya, dia menganggap bertemu dengan keduanya hanya akan mengulang kesalahan yang sama. Arsha berharap bisa bertemu kedua sahabatnya itu, dan berharap Gita dan Vanka bisa hadir di hari pernikahannya. Sementara Vanka menyimpan kerinduan yang besar terhadap dua orang sahabatnya, tapi dia tidak siap – dia takut sahabat-sahabatnya tidak bisa menerima keadaan dirinya saat ini, terutama Gita.

Akankah mereka mengalahkan ego masing-masing untuk menyelesaikan apa yang ada di masa lalu? Mampukah mereka berusaha memperbaiki tali persahabatan mereka yang telah lama putus bertahun-tahun?

Apa yang pertama kali terlintas di benakmu saat mendengar kata Reuni?

Saya pernah menceritakan pengalaman saya reuni dengan teman SMP di blog pribadi saya. Buat saya, reuni itu menyenangkan karena kita bisa melihat juga seberapa jauh kita berubah. Seberapa banyak perubahan yang terjadi. Atau, seberapa dalam hubungan kita satu sama lain.

Saat membaca Reuni, saya langsung teringat lagi dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu. Ada yang karena kesibukan. Ada yang karena jarak. Ada yang karena kesalahan di masa lalu yang tampaknya sulit dimaafkan.

Semua itu tersaji di dalam buku ini.

Continue reading “Reuni: Tentang Mengenang Kembali”

Jangan Ucapkan Cinta | Bukan Cinta Sesaat

 

Title: Jangan Ucapkan Cinta & Bukan Cinta Sesaat

Author: Mira W.

Cover design: Orkha Creative

Publisher: Gramedia Pustaka Utama

Paperback, 560 pages

Publication date: September 17, 2015

ISBN: 9786020320069

Language: Indonesian

Genre: Romance

Rec. age to read: Above 15 y.o

Source: Prize from #ResensiPilihan by @gramedia

Price: Rp 90.950 (Gramedia Online, as per August 2016)


Book blurb

Jangan Ucapkan Cinta mengungkapkan dua naluri dasar manusia, cinta dan benci, yang hidup berdampingan seperti dua sisi mata uang. Ketika cinta kilat yang lahir hanya dari daya tarik fisik menjelma menjadi pengkhianatan, cinta pun bermetamorfosis menjadi kebencian.

Depresi menyeretnya ke ruang kerja seorang psikiater. Tetapi psikoterapi tidak menyembuhkan depresinya. Justru mengubahnya menjadi pribadi yang sama sekali berbeda. Sosok kejam yang siap membalas dendam.

Continue reading “Jangan Ucapkan Cinta | Bukan Cinta Sesaat”

[Baca Bareng] Perfect Pain – Anggun Prameswari

 

27623942.jpg
cr: Goodreads

Title: Perfect Pain

Author: Anggun Prameswari

Editor: Jia Effendi

Proofreader: Tesara Rafiantika

Layout: Gita Ramayudha

Cover designer: Levina Lesmana

ISBN: 978-979-780-840-2

Publisher: GagasMedia

Paperback, 315 halaman

Published on November 2015

Language: Indonesian

Genre: Romance

Rec. age to read: above 15 y.o

Source: Bought at TGA Arion Mall

Price: Rp 63.000

Book blurb:

Sayang, menurutmu apa itu cinta? Mungkin beragam jawab akan kau dapati. Bisa jadi itu tentang laki-laki yang melindungi. Atau malah tentang bekas luka dalam hati-hati yang berani mencintai.

Maukah kau menyimak, Sayang? Kuceritakan kepadamu perihal luka-luka yang mudah tersembuhkan. Namun, kau akan jumpai pula luka yang selamanya terpatri. Menjadi pengingat bahwa dalam mencintai, juga ada melukai.

Jika bahagia yang kau cari, kau perlu tahu. Sudahkah kau mencintai dirimu sendiri, sebelum melabuhkan hati? Memaafkan tak pernah mudah, Sayang. Karena sejatinya cinta tidak menyakiti.

Ini adalah kali pertama saya membaca novel karya Mbak Anggun walau saya sudah beberapa kali membaca cerpen karya beliau.

Satu ciri khas darinya yang saya suka adalah penggunaan nama Indonesia yang kental. Nama yang diberikan juga cenderung pas dengan karakter dari tokoh di dalam cerita. Sebuah poin tambahan menurut saya, walau agak sepele ya 😄

Continue reading “[Baca Bareng] Perfect Pain – Anggun Prameswari”