Flat Shoes Oppa

img_2252

Title: Flat Shoes Oppa

Author: Citra Novy

Cover art: Chyntia Yanetha

Layout: Yusuf Pramono

Publisher: Grasindo

Paparback, 218 pages

4th edition, April 2017

ISBN: 978 602 375 8883

Language: Indonesian

Genre: Young Adult

Rec. age to read: above 13 y.o

Source: read online via SCOOP

Started reading on: 23 May 2017

Finished reading on: 30 May 2017

Price: Rp 44.000 (Buka Buku, as per 31 May 2017)

Submitted for “BBI Read and Review Challenge 2017, Category: Contemporary Romance”

blurb

“Aku selalu berharap bisa menjadi flat shoes untuk melindungi langkahmu, menyertai langkahmu, mengetahui ketika kakimu berjinjit senang, bahkan ketika kakimu terjatuh dan sakit.”

Kau tahu? Hampir setiap gadis yang kutemui mengatakan nyaman jika kakinya berada dalam sepasang flat shoes. Tanpa perlu paksaan untuk bertahan pada hak tinggi. Melemaskan kaki sesukanya, melangkahkan kaki sekencangnya hingga kau bisa berlari. Dan mulai saat ini, injak flatshoes-mu, buatlah kakimu nyaman melangkah. Jangan pedulikan dia terinjak, terkotori, berdebu, bahkan rusak. Karena flat shoes-mu adalah aku. Aku mencintaimu. Ketika pertama aku melihatmu, aku benar-benar merasa bahwa aku mencintaimu. Aku selalu berharap bisa menjadi flat shoes untuk melindungi langkahmu, menyertai setiap langkahmu, mengetahui ketika kakimu berjinjit senang bahkan ketika kakimu terjatuh dan sakit. Semakin aku mencintaimu, aku semakin takut. Aku takut, ketika aku pergi, kau melangkah dengan kaki telanjang. Sesuatu yang tidak aku inginkan adalah… ketika langkahmu menyakiti dirimu sendiri karena aku yang sudah hilang…

Continue reading “Flat Shoes Oppa”

Reuni: Tentang Mengenang Kembali

WhatsApp Image 2016-12-13 at 10.12.50 AM.jpeg

Book blurb:

Reuni akbar membawa pergulatan batin tersendiri bagi tiga orang sahabat semasa SMA: Gita, Arsha, dan Vanka. Ketiganya punya alasan masing-masing untuk datang ke reuni. Kejadian di masa silam membuat persahabatan mereka berantakan tanpa kejelasan.

Gita tidak ingin bertemu dengan keduanya, dia menganggap bertemu dengan keduanya hanya akan mengulang kesalahan yang sama. Arsha berharap bisa bertemu kedua sahabatnya itu, dan berharap Gita dan Vanka bisa hadir di hari pernikahannya. Sementara Vanka menyimpan kerinduan yang besar terhadap dua orang sahabatnya, tapi dia tidak siap – dia takut sahabat-sahabatnya tidak bisa menerima keadaan dirinya saat ini, terutama Gita.

Akankah mereka mengalahkan ego masing-masing untuk menyelesaikan apa yang ada di masa lalu? Mampukah mereka berusaha memperbaiki tali persahabatan mereka yang telah lama putus bertahun-tahun?

Apa yang pertama kali terlintas di benakmu saat mendengar kata Reuni?

Saya pernah menceritakan pengalaman saya reuni dengan teman SMP di blog pribadi saya. Buat saya, reuni itu menyenangkan karena kita bisa melihat juga seberapa jauh kita berubah. Seberapa banyak perubahan yang terjadi. Atau, seberapa dalam hubungan kita satu sama lain.

Saat membaca Reuni, saya langsung teringat lagi dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu. Ada yang karena kesibukan. Ada yang karena jarak. Ada yang karena kesalahan di masa lalu yang tampaknya sulit dimaafkan.

Semua itu tersaji di dalam buku ini.

Continue reading “Reuni: Tentang Mengenang Kembali”

Jangan Ucapkan Cinta | Bukan Cinta Sesaat

 

Title: Jangan Ucapkan Cinta & Bukan Cinta Sesaat

Author: Mira W.

Cover design: Orkha Creative

Publisher: Gramedia Pustaka Utama

Paperback, 560 pages

Publication date: September 17, 2015

ISBN: 9786020320069

Language: Indonesian

Genre: Romance

Rec. age to read: Above 15 y.o

Source: Prize from #ResensiPilihan by @gramedia

Price: Rp 90.950 (Gramedia Online, as per August 2016)


Book blurb

Jangan Ucapkan Cinta mengungkapkan dua naluri dasar manusia, cinta dan benci, yang hidup berdampingan seperti dua sisi mata uang. Ketika cinta kilat yang lahir hanya dari daya tarik fisik menjelma menjadi pengkhianatan, cinta pun bermetamorfosis menjadi kebencian.

Depresi menyeretnya ke ruang kerja seorang psikiater. Tetapi psikoterapi tidak menyembuhkan depresinya. Justru mengubahnya menjadi pribadi yang sama sekali berbeda. Sosok kejam yang siap membalas dendam.

Continue reading “Jangan Ucapkan Cinta | Bukan Cinta Sesaat”

[Baca Bareng] Perfect Pain – Anggun Prameswari

 

27623942.jpg
cr: Goodreads

Title: Perfect Pain

Author: Anggun Prameswari

Editor: Jia Effendi

Proofreader: Tesara Rafiantika

Layout: Gita Ramayudha

Cover designer: Levina Lesmana

ISBN: 978-979-780-840-2

Publisher: GagasMedia

Paperback, 315 halaman

Published on November 2015

Language: Indonesian

Genre: Romance

Rec. age to read: above 15 y.o

Source: Bought at TGA Arion Mall

Price: Rp 63.000

Book blurb:

Sayang, menurutmu apa itu cinta? Mungkin beragam jawab akan kau dapati. Bisa jadi itu tentang laki-laki yang melindungi. Atau malah tentang bekas luka dalam hati-hati yang berani mencintai.

Maukah kau menyimak, Sayang? Kuceritakan kepadamu perihal luka-luka yang mudah tersembuhkan. Namun, kau akan jumpai pula luka yang selamanya terpatri. Menjadi pengingat bahwa dalam mencintai, juga ada melukai.

Jika bahagia yang kau cari, kau perlu tahu. Sudahkah kau mencintai dirimu sendiri, sebelum melabuhkan hati? Memaafkan tak pernah mudah, Sayang. Karena sejatinya cinta tidak menyakiti.

Ini adalah kali pertama saya membaca novel karya Mbak Anggun walau saya sudah beberapa kali membaca cerpen karya beliau.

Satu ciri khas darinya yang saya suka adalah penggunaan nama Indonesia yang kental. Nama yang diberikan juga cenderung pas dengan karakter dari tokoh di dalam cerita. Sebuah poin tambahan menurut saya, walau agak sepele ya XD

Continue reading “[Baca Bareng] Perfect Pain – Anggun Prameswari”

Sisi Gelap Cinta

Cr: Goodreads
Cr: Goodreads

Title: Sisi Gelap Cinta

Author: Mira W.

Cover design: Orkha Creative

Publisher: Gramedia Pustaka Utama

Paperback, 208 pages

Publication date: September 17, 2015

ISBN: 9786020319575

Language: Indonesian

Genre: Romance

Rec. age to read: Above 15 y.o

Source: Gift from Novemberian (Thanks a lot, Kak Noy!!!)

Price: Rp 48.000

Book blurb:

Suatu hari, ranjau itu meledak di ambang pintu rumahnya.

Bahtera perkawinan yang selama ini berlayar nyaris tanpa terpaan gelombang, tiba-tiba karam.

Suaminya ditahan, anak laki-lakinya menghilang, anak perempuannya koma.

Dari kaki Gunung Kilimanjaro di Afrika sampai Lembah Baliem di Papua, Andien harus mencari jawabannya.

“Jika hidup ini punya cetakan kedua, alangkah banyaknya yang harus dikoreksi.”

Continue reading “Sisi Gelap Cinta”