Reuni: Tentang Mengenang Kembali

WhatsApp Image 2016-12-13 at 10.12.50 AM.jpeg

Book blurb:

Reuni akbar membawa pergulatan batin tersendiri bagi tiga orang sahabat semasa SMA: Gita, Arsha, dan Vanka. Ketiganya punya alasan masing-masing untuk datang ke reuni. Kejadian di masa silam membuat persahabatan mereka berantakan tanpa kejelasan.

Gita tidak ingin bertemu dengan keduanya, dia menganggap bertemu dengan keduanya hanya akan mengulang kesalahan yang sama. Arsha berharap bisa bertemu kedua sahabatnya itu, dan berharap Gita dan Vanka bisa hadir di hari pernikahannya. Sementara Vanka menyimpan kerinduan yang besar terhadap dua orang sahabatnya, tapi dia tidak siap – dia takut sahabat-sahabatnya tidak bisa menerima keadaan dirinya saat ini, terutama Gita.

Akankah mereka mengalahkan ego masing-masing untuk menyelesaikan apa yang ada di masa lalu? Mampukah mereka berusaha memperbaiki tali persahabatan mereka yang telah lama putus bertahun-tahun?

Apa yang pertama kali terlintas di benakmu saat mendengar kata Reuni?

Saya pernah menceritakan pengalaman saya reuni dengan teman SMP di blog pribadi saya. Buat saya, reuni itu menyenangkan karena kita bisa melihat juga seberapa jauh kita berubah. Seberapa banyak perubahan yang terjadi. Atau, seberapa dalam hubungan kita satu sama lain.

Saat membaca Reuni, saya langsung teringat lagi dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu. Ada yang karena kesibukan. Ada yang karena jarak. Ada yang karena kesalahan di masa lalu yang tampaknya sulit dimaafkan.

Semua itu tersaji di dalam buku ini.

Continue reading “Reuni: Tentang Mengenang Kembali”

Jangan Ucapkan Cinta | Bukan Cinta Sesaat

 

Title: Jangan Ucapkan Cinta & Bukan Cinta Sesaat

Author: Mira W.

Cover design: Orkha Creative

Publisher: Gramedia Pustaka Utama

Paperback, 560 pages

Publication date: September 17, 2015

ISBN: 9786020320069

Language: Indonesian

Genre: Romance

Rec. age to read: Above 15 y.o

Source: Prize from #ResensiPilihan by @gramedia

Price: Rp 90.950 (Gramedia Online, as per August 2016)


Book blurb

Jangan Ucapkan Cinta mengungkapkan dua naluri dasar manusia, cinta dan benci, yang hidup berdampingan seperti dua sisi mata uang. Ketika cinta kilat yang lahir hanya dari daya tarik fisik menjelma menjadi pengkhianatan, cinta pun bermetamorfosis menjadi kebencian.

Depresi menyeretnya ke ruang kerja seorang psikiater. Tetapi psikoterapi tidak menyembuhkan depresinya. Justru mengubahnya menjadi pribadi yang sama sekali berbeda. Sosok kejam yang siap membalas dendam.

Continue reading “Jangan Ucapkan Cinta | Bukan Cinta Sesaat”

[Baca Bareng] Perfect Pain – Anggun Prameswari

 

27623942.jpg
cr: Goodreads

Title: Perfect Pain

Author: Anggun Prameswari

Editor: Jia Effendi

Proofreader: Tesara Rafiantika

Layout: Gita Ramayudha

Cover designer: Levina Lesmana

ISBN: 978-979-780-840-2

Publisher: GagasMedia

Paperback, 315 halaman

Published on November 2015

Language: Indonesian

Genre: Romance

Rec. age to read: above 15 y.o

Source: Bought at TGA Arion Mall

Price: Rp 63.000

Book blurb:

Sayang, menurutmu apa itu cinta? Mungkin beragam jawab akan kau dapati. Bisa jadi itu tentang laki-laki yang melindungi. Atau malah tentang bekas luka dalam hati-hati yang berani mencintai.

Maukah kau menyimak, Sayang? Kuceritakan kepadamu perihal luka-luka yang mudah tersembuhkan. Namun, kau akan jumpai pula luka yang selamanya terpatri. Menjadi pengingat bahwa dalam mencintai, juga ada melukai.

Jika bahagia yang kau cari, kau perlu tahu. Sudahkah kau mencintai dirimu sendiri, sebelum melabuhkan hati? Memaafkan tak pernah mudah, Sayang. Karena sejatinya cinta tidak menyakiti.

Ini adalah kali pertama saya membaca novel karya Mbak Anggun walau saya sudah beberapa kali membaca cerpen karya beliau.

Satu ciri khas darinya yang saya suka adalah penggunaan nama Indonesia yang kental. Nama yang diberikan juga cenderung pas dengan karakter dari tokoh di dalam cerita. Sebuah poin tambahan menurut saya, walau agak sepele ya 😄

Continue reading “[Baca Bareng] Perfect Pain – Anggun Prameswari”

Sisi Gelap Cinta

Cr: Goodreads
Cr: Goodreads

Title: Sisi Gelap Cinta

Author: Mira W.

Cover design: Orkha Creative

Publisher: Gramedia Pustaka Utama

Paperback, 208 pages

Publication date: September 17, 2015

ISBN: 9786020319575

Language: Indonesian

Genre: Romance

Rec. age to read: Above 15 y.o

Source: Gift from Novemberian (Thanks a lot, Kak Noy!!!)

Price: Rp 48.000

Book blurb:

Suatu hari, ranjau itu meledak di ambang pintu rumahnya.

Bahtera perkawinan yang selama ini berlayar nyaris tanpa terpaan gelombang, tiba-tiba karam.

Suaminya ditahan, anak laki-lakinya menghilang, anak perempuannya koma.

Dari kaki Gunung Kilimanjaro di Afrika sampai Lembah Baliem di Papua, Andien harus mencari jawabannya.

“Jika hidup ini punya cetakan kedua, alangkah banyaknya yang harus dikoreksi.”

Continue reading “Sisi Gelap Cinta”

Perfect Mess

Title: Perfect Mess

Author: Rina Suryakusuma

Publisher: Gramedia Pustaka Utama

Paperback, 240 pages

Pub. date: March 27th, 2014

ISBN-13: 9786020303277

Language: Indonesian

Genre: Young Adult, Christian, Romance

Rec. age to read: Above 15 y.o

Source: Secret Santa 2014, gift from Santa!

Price: Rp 44.200 (BukuKita, 16 Jan. 2014)

Synopsis:

Terkadang berkat terindah dalam hidup datang dari kesalahan terbesar yang pernah dilakukan di masa lalu.

Sabina Dinata tahu ia melakukan kekeliruan tak terampuni ketika menggugurkan bayi dalam kandungannya. Sejak saat itu hidupnya tak pernah sama lagi. Ia berkubang dalam penyesalan masa lalu. Tak pernah bisa sepenuhnya menatap dan melangkah ke masa depan.

Karenina Sukmadi yang masih duduk di bangku sekolah menengah merasa dunianya perlahan hancur. Mimpi yang pernah dimiikinya berserakan seperti bangunan kartu yang runtuh ketika mengetahui bahwa dirinya hamil dengan seorang pria yang bahkan tak bisa dibayangkannya menjadi suami.

Kegelapan membayang.

Kesuraman terasa pekat.

Namun ketika jalan hidup kedua wanita ini bersinggungan, sesuatu terjadi.

Sesuatu yang akan mengubah hidup dan pandangan mereka selamanya. Hal yang membuat mereka percaya, segala sesuatu indah pada waktu-Nya.


Saya menyelesaikan buku ini dalam waktu yang cukup cepat, tidak sampai seharian. Mulai baca saat siang, terputus saat persiapan acara ulang tahun Engkong dan akhirnya selesai di malam hari.

Jika ditotal, mungkin sekitar 3 jam waktu yang saya butuhkan untuk membaca buku ini.

Saya bisa merasakan kegalauan Karenina dan Sabina, untuk masalah yang sedang dihadapi. Walau sampai sudah hampir pertengahan saya masih penasaran, apa hubungan antara mereka berdua, sih?

Setelah akhirnya terungkap bagaimana mereka bisa berhubungan, saya akhirnya manggut-manggut. Oh gitu rupaya.

Saya sempat bingung, kok Sabina berani banget ‘blak-blakan’ soal aborsi yang pernah dia lakukan. Terus saya teringat sendiri kalau dia sekarang tinggal di negara yang mayoritas penduduknya berpikiran lebih terbuka.

Kalau dia tetap tinggal di Indonesia, saya rasa Sabina gak akan berani membuat blog seperti itu. Bisa muncul banyak orang yang sibuk judging ,walau bukan gak mungkin juga sih di Australia ada yang gak simpati 😐

Yang sedikit aneh juga adalah, saya bingung saja bagaimana Sabina bisa langsung ngeh kalau Karenina adalah remaja yang sedang hamil. Tapi mungkin karena perasaan pernah berada di posisi yang sama, sehingga Sabina bisa ‘cepat tanggap’.

Oh ya, saya juga heran kok berani banget Karenina pake namanya sendiri untuk komentar. Emangnya dia gak takut kalau ada orang lain yang baca, terutama temannya sendiri?

panda

Tentang keputusan Kepala Sekolah Karenina pun, walau menurut saya “predictable“, yah masih masuk akal juga karena sekolahnya adalah sekolah international.

Intinya, beberapa hal dalam buku ini terasa terlalu ‘mudah’ saat terjadi walau memang mungkin saja terjadi. Bisa terjadi, tapi kemungkinannya tuh kecil.

Meski begitu, saya sangat menikmati cerita yang disajikan oleh penulis. Penggambaran tentang aborsi begitu rinci sampai saya harus menarik nafas terlebih dulu. Gak kuat sebenarnya, duh 😦

Buku ini sangat layak dibaca oleh para remaja (termasuk saya), para orang tua untuk anak remaja atau mungkin calon orang tua.

Kita bisa melakukan kesalahan. Yang perlu kita lakukan bukanlah menghukum diri kita atas kesalahan yang telah kita perbuat, tapi belajar dari kesalahan tersebut.

Anyway, Greg itu memang calon suami idaman banget, deh! :3

Rate:

RATING4


Sekarang, saatnya saya untuk menebak siapa Santa yang telah berbaik hati untuk mengirimkan saya buku dan juga merchandise unyu.

Sesuai permintaan Santa, berikut ini saya kasih lihat foto saya dengan bandonya, ya 😀

IMG_3514

Iya, akhirnya fotonya muncul juga setelah drama~ *ngumpet

Awalnya, saya kebingungan dan gak ada ide, siapa Santa saya. Apalagi saat muncul berbagai komentar bahwa mereka sudah tahu identitas Santa.

Doh, selalu deh! 😦

Tahun lalu pun, saya kebingungan saat baca riddle, sementara yang lain tidak kesulitan menebak siapa Santa saya. Santa saya selalu baik hati rupaya >,<

Nah, kali ini saya gak ngerti dengan ucapan Santa saat bilang semoga tanggal 16 Jan. hujan turun. Hujannya turun sih, tapi saya masih gak ngerti ada apa kalau hujan turun 😐

Oh ya, tanggal 16 Jan. kemarin saya malah lagi mules bener gara-gara haid sampai gak masuk kerja. Apa itu maksudnya Santa, biar saya diem di rumah dan merenungkan riddle? *poker face 😐

Anyway, saya mendapatkan pencerahan karena komentar dari beberapa orang. Mereka menyebut bahwa Santa saya bukanlah member baru. Sudah cukup lama tapi jarang aktif. Masuk grup WA Bajay Jabo berarti daerah tinggalnya pun sekitaran Jabo, dong.

Walau gak menutup kemungkinan sih, ada Kak Andrea yang tinggal di luar Jabo tapi ikut grup. Dan juga Kak Mute yang ada di luar pulau 😄

Tapi kemudian saya semakin mantap setelah teringat, bahwa Santa menyebutkan dia pernah sekali menyapa saya. Mungkin saya tidak ingat, katanya.

Ada satu member BBI yang menyapa saya untuk bertanya siapa targetnya untuk SS. Saat saya konfirmasi ke teman Event yang lain dan menawarkan bantuan untuk informasi siapa targetnya, dijawab tidak usah. Padahal dia mengaku belum menerima SMS.

Begitu saya konfirmasi balik pun, dia cuma menjawab kalau sudah terima.

Saat itu sih saya gak curiga apa-apa. Saya juga masih sibuk info ke teman-teman lainnya soal siapa targetnya, alamat kirim dan alamat blog.

Saya makin curiga dengan satu orang ini, walau masih meragu.

Kemudian, saya pernah tweet kalau saya bersyukur untuk ‘kerajinan’ saya dalam menjalankan tugas. Jadi ceritanya, saya sedang asyik blogwalking untuk baca posting riddle sambil mempertimbangkan riddle terbaik *ehem!

Lalu, saya menemukan blog yang memiliki tagline yang ‘aneh’. Saat itu saya cuma senyum-senyum bacanya.

Saya mulai mendata riddle yang sudah diposting dan iseng mengecek lagi riddle yang saya terima.

“…hanya tinggal cari, siapa yang benci namun tetap melakukan hal yang selama ini kita lakukan dengan buku.”

Barulah saya seolah tersadar, “Ealah, berarti bener kan, dia!

Iya, jedanya memang agak lama gitu. Saya terlalu lemotsibuk dengan pikiran saya sehingga kurang peka.

Sekarang, semuanya terasa jelas buat saya 😀

Dear Jenny Thalia,

Terima kasih untuk buku dan merchandise yang sudah diberikan. Mohon maaf karena buku yang saya impikan ternyata susah dicari >,<

Saya suka baca bukunya, bandonya unyu dan juga notes kecilnya nambah koleksi saya deh 🙂

Semoga semakin aktif dalam event-event BBI selanjutnya dan gak kapok ikutan SS lagi cuma karena targetnya ngerepotin seperti saya 😄

Again, thanks and nice to know you! ^^

Cheers!

Submitted for:

 ♥ New Author Reading Challenge (Genre 101;Religion)

♥ Lucky no.15 Reading Challenge (Freebies Time)