#BBIHUT6: A Letter to Bebi


Halo, Bebi!

Nyaris gak nyangka waktu sadar kalau tahun ini, sudah 4 tahun saya gabung dengan Blogger Buku Indonesia alias BBI.

Bebi sendiri sebagai maskot BBI sudah saya sayang sejak pertama kali kenal. Dulu, senang banget kalau bisa di-RT Bebi tiap kali tweet. Lama-lama, sudah sering lupa pakai format saat setor link. Dan akhirnya, malah jadi malas untuk setor link. Bukan karena gak sayang, tapi saya sendiri pun sudah jarang lihat Twitter.

Sebenarnya saya berniat ikutan #BBIHUT6 Marathon. Sayang saya lupa kalau hari Senin ada acara yang memang super padat seharian. Selanjutnya saya malah sudah malas, cuma semangat mau ikutan bikin giveaway hop 😄

Menulis ini pun karena habis baca tulisan teman-teman lain. Saya jadi tergerak mau curcol. Iya, saya memang mudah terpengaruh.

Jadi, saya mulai saja curcolnya, ya.

Bergabung dengan BBI merupakan bagian dari perubahan besar dalam hidup yang saya alami sepanjang tahun 2013.

Pada tahun tersebut, saya mulai melihat bahwa minat saya terbilang cukup besar terhadap buku. Saya senang menulis. Maka, menjadi blogger buku adalah sebuah keputusan yang tepat. Setidaknya saya rasa begitu.

Di tahun yang sama, saya diterima bekerja di toko buku online. Makinlah besar keyakinan bahwa saya sudah ‘berada di jalan yang benar’.

Tahun demi tahun sudah terlewati. Dari awal saya memang bukan blogger yang konsisten. Meski demikian, saya beruntung karena mendapat berbagai kesempatan blogtour lewat BBI. Ada juga kerjasama ARC dengan salah satu penerbit. Lalu, saya cukup yakin bahwa kelancaran menerima ARC via Netgalley sedikit banyak karena saya mencantumkan keanggotaan di BBI.

Tahun 2014, saya mulai menggunakan domain berbayar. Tadinya sempat ragu, blog buku atau personal yang saya ganti domainnya jadi berbayar. Akhirnya, saya putuskan blog buku. Pertimbangannya, saya mau lebih rajin nulis di blog buku.

Sayangnya niat saya gak kesampaian secara tuntas. Saya malah semakin jarang update, apalagi sejak saya berhenti kerja. Semangat ngeblog malah tambah turun.

Saya bahkan sampai memutuskan untuk keluar dari kepengurusan. Walau kadang masih membantu di balik layar, lebih sering sebagai tim hore saja sih.

Pertanyaannya, apakah saya sudah gak sayang lagi sama Bebi? Tentu saja bukan begitu.

Saya sangat sayang dengan Bebi. Saya bertemu dengan sangat banyak teman yang menyenangkan lewat BBI. Saya tahu buku keren, penulis kece, blogger hits, semuanya karena BBI.

Meski demikian, jujur saja, saya sering sekali berkeinginan untuk menggabungkan blog saya sehingga tidak hanya tentang buku. Apalagi sejak saya tertarik untuk mengkomersilkan tulisan di blog. Itu sulit terlaksana karena saya masih tergabung dengan BBI.

Mengapa? Karena kebanyakan sponsor bukan yang berhubungan dengan buku. Sponsor dari dunia perbukuan tentu lebih mengincar blogger buku yang lebih ternama. Bukan butiran debu semacam saya.

Pergumulan semakin lama terasa semakin kuat, apalagi setelah saya bergabung juga dengan beberapa komunitas lain. Saya jadi punya kecenderungan membandingkan komunitas lain dengan BBI.

Saya akan buat perbandingan seperti ini. Di komunitas A, saya tidak ada kewajiban apa-apa. Saya cuma perlu punya akun, minta gabung di grup, lalu ngobrol.

Gak posting? Ya udah. Akunnya mati gak, idup pun segan? Gak masalah.

Terkesan main-main, ya? Padahal banyak lho yang militan di sana. Saya pun walau gak aktif-aktif amat, masih lebih memilih untuk aktif di komunitas itu.

Kenapa? Karena saya gak ada beban.

Sedangkan bersama BBI, ada standar yang harus saya capai. Padahal, benefitnya kurang lebih sama.

Terus, saya menyesal gabung dengan BBI? Oh, of course not!

Saya kan sudah bilang bahwa BBI memiliki tempat tersendiri di hati saya. Hanya saja, ya itu tadi. Rasanya saya cuma cinta sendiri.

Oleh karena itu, saya sangat berharap supaya BBI bisa membuat gebrakan atau revolusi atau apapun itu namanya yang bisa membuat para member bersemangat. Selain bersemangat ngeblog, ya bersemangat juga gabung sama BBI.

Saya punya beberapa usulan sih, tapi saya tahu ada yang bakal sangat sulit diterima karena berhubungan dengan peraturan yang sangat mendasar di BBI. Tapi, gak salah kan, kalau memberi usul?

  1. Biarkan member punya tulisan selain tentang buku. Kalau perlu, batasi saja jadi cuma sekian post per bulan dengan rasio tetap lebih besar tulisan tentang buku. Contoh, 70:30. Atau 80:20. Atau 90:10. Terserah.

  2. Perbanyak event offline alias kopdar yang bersifat edukatif sekaligus atraktif. Ngobrol santai sesama blogger, percantik tampilan blog, dan sebagainya. Ini penting buat interaksi antar member sekaligus membekali para member untuk lebih baik.

  3. Masih berhubungan dengan nomor dua, buat acara gabungan dengan sesama komunitas buku biar lebih gaul dan juga makin luas wawasan.

  4. Perluas sekaligus perkuat lagi jangkauan ke Twitter, Instagram, YouTube.

Sekali lagi saya tegaskan, BBI selalu punya tempat khusus di hati saya. Sehingga saya pun gak rela kalau BBI malah jadinya nanti terombang-ambing karena kalah oleh pergerakan zaman.

Together, we can be stronger and conquer the world *tsah

Terima kasih karena sudah membaca curcol tengah malam yang panjang ini.

Last but not least…

Happy birthday, Bebi! Semoga saja kita semakin kuat dan semakin bersinar.
Lots of love, Zelie ❤

[Pengumuman GA] 30 Paspor: The Peacekeepers’ Journey

0090101e-6f2d-4ef6-ab0c-ad5407f67e6e-3Halo, teman-teman!

Terima kasih banyak untuk kalian semua yang sudah ikutan giveaway 30 Paspor: The Peacekeepers’ Journey di Book-Admirer.

Jawaban yang masuk pun menurut saya rata-rata menarik dan bikin ikutan pengin makanan khas tiap negara yang disebut. Kalian bisa lihat juga, kok. Silakan cek di bagian komentar, ya -> Blogtour 30 Paspor

Setelah melalui berbagai pertimbangan dan juga minta masukan dari juri bayangan, akhirnya saya putuskan bahwa pemenang giveaway kali ini adalah:

Screen Shot 2017-04-11 at 3.09.52 PM

Nah, selamat untuk Mad Solihin! Mohon informasikan alamat pengiriman kamu ke email -> contact (at) zpetronella (dot) com

Kalau saja saya bisa memilih lebih banyak pemenang, hiks! Tapi tenang saja, tanggal 15 April 2017 nanti akan ada giveaway lagi, kok! Saya akan ikutan giveaway hop yang diadakan dalam rangka ultah BBI: #HUTBBI6

Psstt.. sekadar bocoran, saya akan memilih 2 orang pemenang untuk giveaway tersebut,lho! Jadi, pastikan kamu ikutan, ya! 😉

Sekali lagi, terima kasih untuk semua peserta giveaway kali ini. Terima kasih untuk cerita dan partisipasinya.

Much love, Zelie ❤

[Blogtour] 30 Paspor: The Peacekeepers’ Journey

Hi, readers!

Kali ini, saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu host dari blogtour “30 Paspor: The Peacekeepers’ Journey”.

Terus terang saja, ini adalah pertama kalinya saya membaca seri ini. Saya malah baru tahu keberadaannya. Tapi saat membaca sinopsisnya, saya langsung tertarik dan mengajukan diri sebagai host blogtour. Untunglah diterima 😀

Peluncuran buku ini dilaksanakan tanggal 23 Maret 2017 di Perpustakaan Universitas Indonesia. Sayangnya saya tidak bisa hadir, padahal pasti seru bisa mengobrol langsung dengan penulis buku ini.

Oh ya, sebelum saya bercerita lebih jauh, kalian bisa menyimak trailer bukunya di sini: Trailer 30 Paspor

Selain itu kalian juga bisa cek berbagai cerita dari para mahasiswa yang diunggah di Youtube 30 Paspor.


Jadi, buku ini tentang apa, sih?

Buku ini bercerita tentang perjalanan yang dilakukan oleh para mahasiswa yang mengikuti kelas Bapak Rhenald Kasali. Beliau memberi pengantar di awal buku ini yang membuat saya pengin mengambil kelasnya, hahaha. Penulis buku ini sendiri adalah asisten di kelas Pak Rhenald.

Semua berawal dari keinginan Pak Rhenald untuk membimbing murid menjadi pribadi yang bisa berjalan sendiri(self driving). Dianalogikan dengan kebiasaan kita saat menempuh perjalanan. Kita seringkali tertidur, tidak memperhatikan perjalanan, pasrah. Mengapa? Karena kita sudah merasa ada kepastian, kenyamanan karena rutinitas.

Pak Rhenald ingin mendorong murid agar berpikir cepat, berani mengambil keputusan, dan tidak monoton. Jadilah murid ditantang untuk pergi ke luar negeri. Tapi tidak boleh ke negara berbahasa Melayu.

Di awal-awal, banyak sekali yang menentang ide Pak Rhenald. Teman sejawat, orangtua murid, rata-rata tidak setuju dengan berbagai alasan. Untunglah Pak Rhenald tetep bersikukuh karena setelah murid-muridnya menjalankan ‘misi’ tersebut, mereka kembali dengan membawa pengalaman-pengalaman berharga yang tentunya membawa mereka menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Di buku ini, misi para mahasiswa ditambah. Tidak hanya sekadar pergi ke suatu negara, mereka wajib menjadi volunteer di sana. Seru? Pastiya. Makanya, kalian harus baca, ya 🙂

Dan, berita baiknya, kalian berkesempatan mendapat satu eksemplar buku 30 Paspor: The Peacekeepers’ Journey lho *yeay!

Thanks to Penerbit Noura yang sudah menyediakan bukunya untuk direview dan juga diberikan sebagai giveaway ya 🙂


Sekarang, waktunya giveaway! 😀

Berikut ini informasi lebih lengkapnya:

1. Peserta giveaway berdomisili di Indonesia

2. Periode giveaway: 6-10 April 2017 (berakhir pukul 23:59)

3. Follow Twitter & Instagram @nourapublishing dan @bookadmirer_ (opsional)

4. Peserta wajib berbagi tentang giveaway ini di sosmed (bisa Facebook, Twitter, Instagram)

5. Menjawab pertanyaan: Apa makanan khas suatu negara yang ingin kamu coba? Ceritakan juga alasannya ya 🙂

6. Jawaban pertanyaan ditulis di kolom komentar postingan ini dengan format:

Nama:

Akun sosmed:

Link sharing di sosmed:

Jawaban:

7. Saya akan memilih satu orang pemenang dengan jawaban paling menarik sekaligus sudah mengikuti ketentuan-ketentuan di atas

8. Pengumuman pemenang: 11 April 2017 di blog ini

Semoga saja gak terlalu ribet sehingga semua senang 🙂

Kalau ada pertanyaan, silakan kontak ke @bookadmirer_ karena kolom komentar khusus untuk jawaban 😀

Selamat bersenang-senang, kawan!

Much love, Zelie ❤

Hello, April!

Hello, readers!

Saya bukan orang yang sering bikin post tentang rencana post untuk sebulan ke depan. Bukan karena gak punya, tapi karena rencananya sering gagal aja, sih.

Untuk kali ini saya akan buat pengecualian, deh 😀

Yang pertama, blogtour 30 Paspor The Peacekeepers’ Journey karya J.S. Khairen. Akan ada giveaway juga, lho! Jadi, pastikan kalian memantau terus blog ini dan juga sosmed saya, ya 😀

Continue reading “Hello, April!”

Pemenang Giveaway Blogtour Reuni

Halo!

Terima kasih untuk yang sudah ikutan giveaway Reuni, ya. Saya senang sekali bisa membaca berbagai cerita pengalaman dan pendapat kalian tentang reuni 🙂

Foto yang diberikan juga semuanya keren. Saya lihat ada beberapa juga yang jadi baper bareng sama teman-temannya. Memang mengenang kembali itu selalu bikin baper ya *heh

Oke, berhubung saya sudah telat juga untuk pengumuman, langsung saja, ya!

Semua foto dan cerita yang sudah ditandai ke akun @bookadmirer_ menurut saya sangat menarik. Meski demikian, saya harus memilih satu yang paling menarik. So, congrats to @keeptrianif! *lempar confetti

Selanjutnya, untuk pemilihan secara acak, saya minta adik saya memilih angka sesuai urutan peserta. *iya serandom itu

Dia pilih nomor 3, jadi, selamat untuk @bety_19930114! *lempar confetti lagi

Masing-masing akan menerima satu copy Reuni dan juga stick notes dari saya. Khusus Rizki, akan menerima Reuni edisi tanda tangan penulis ^^

Silakan mengirimkan alamat pengiriman hadiah ke email zp3011 (at) gmail (dot) com

Sekali lagi, terima kasih untuk yang sudah ikutan. Saya sangat mengapresiasi keikutsertaan kalian. Semoga beruntung di kesempatan berikutnya 🙂

 

Cheers!

Zelie