[LPM] Pre-Sale Big Bad Wolf Jakarta 2017

Auuuuwww!!!
Halo, teman-teman!

Big Bad Wolf (BBW) datang lagi ke Indonesia, tepatnya di Jakarta. Masih di tempat yang sama dengan tahun lalu, ICE BSD. Yaa, saya ngerti kalian akan protes kalau BSD kan Jakarta Coret alias udah gak masuk Jakarta. Tapi ya udahlah ya, yang penting masih terjangkau.

Saya berhasil mendapatkan VIP Pass untuk BBW Surabaya 2016 karena menang undian. Kali ini, saya berhasil mendapatkannya lewat jalur vlogger. Yeay!


Saya tanya ke teman-teman komunitas, apa ada yang datang juga pas pre-sale? Kebanyakan yang domisili di Jakarta jawab ikut. Bahkan ada yang domisilinya di luar Jakarta, mau datang juga. Akhirnya janjian ketemu, deh.

Tiket bisa ditukarkan mulai jam 9, jadi saya tiba di ICE juga sekitar jam tersebut. Ternyata lagi banyak acara juga di ICE, sehingga banyak juga spanduk dan umbul-umbul acara lain. BBW sendiri letaknya agak belakang (hall 7-10) dan sebenernya mudah dikenali pintu masuknya karena dari pagi aja udah macet 😄

Pas saya sampai, tempat parkir sudah mulai padat di bagian depan hall. Jadi saya agak ke tengah tapi cuma lurus-lurus dari pintu hall. Parkirnya luas banget walau gak ada atapnya, jadi kamu mungkin bisa antisipasi hujan dengan bawa payung/topi.

Begitu masuk, sepi. Karena ternyata itu hall 10, sedangkan masuk dari hall 7. Jadilah saya jalan dulu ke sana sambil kontak Kak Astrid. Saya juga cari tempat penukaran tiket untuk vlogger tapi gak nemu. Saat saya tanya ke salah satu petugas, katanya lagi diambil jadi tunggu aja.

Saya duduk deh di kursi yang ada di depan pintu masuk ruangan. Sambil ngeliatin orang yang lagi kasak-kusuk siapin tempat duduk buat orang yang kayaknya penting, saya celingukan cari Kak Astrid.

Ternyata Kak Astrid ke ATM dulu. Saya baru inget juga buat ambil duit tapi keburu males *heh

Karena merasa udah nunggu lama, saya tanya ke petugas yang lain. Dikasih tau deh, kalau bisa tukar di loket yang sebelahan sama penukaran tiket member.

Pas saya ke sana, wihh antriannya panjang banget. Ada dua lapis pula. Bagian blogger/vlogger sepi tapi gak keliatan ada petugas. Untunglah saat disamperin, nongol petugasnya.

Saya sebut saya dari vlogger dan diminta ID card. Bodohnya, saya sempat panik karena gak merasa punya ID card. Saya kan vlogger independen.

Lalu saya baru ngeh kalau yang dimaksud adalah KTP. *facepalm

Tiket sudah di tangan. Saya sempat dengar ada yang protes kenapa saya bisa duluan. Lalu dijelaskan kalau saya jalurnya beda. Tentu saya kesenengan, tapi jadi makin gak berani mengabadikan kenyataan itu. Nanti saya diamuk massa 😄

Anyway, tiket VIP kali ini ukurannya kecil. Gak kayak yang tahun lalu saya dapat, gede banget.


Setelah masuk ke ruangan, sudah cukup banyak orang yang datang. Kali ini, disediakan trolley besi yang besar. Ada juga keranjang yang ukuran besar, sedang, dan kecil. Yang kecil gak pake penarik sehingga kurang nyaman, sih. Tapi siap-siap aja gak kebagian. Saya pun cuma kebagian keranjang besar, udah gak ada trolley besi.

Lalu mulailah saya berburu buku murah berkualitas oke.

Saya ketemu dengan beberapa teman saya. Antara lain Kak Astrid yang akhirnya menemani sebagian besar waktu saya di sana, termasuk nemenin nyortir kekhilafan, bayar belanjaan, sampai akhirnya makan (lagi) di AEON. Anyway, makanan kami di AEON tuh enak dan murah lho. Tapi saya sudah lupa nama tempatnya apa 😄

Jangan-jangan enak karena laper juga ya, hmm…

Saya juga ketemu sama Kak Ren, Phie, Mbak Tru (ini saya ketemu sepihak karena Mbak Tru sibuk banget kayanya), Mas Ijul, dan Teh Annisa.

Selain mereka, saya sempat juga ngumpul sama anak-anak Booktube; Dena, Litsa, dan Yayang. Ternyata Yayang itu memang bawel banget, ya 😄

Kami juga sempat ketemu dengan Orizuka dan Andry Setiawan. Terus terang, saya malah lebih kenal karyanya Kak Andry daripada Orizuka. Maaf ya, saya kurang update >.<

Oh iya, pas Litsa telpon saya buat janjian ketemu, saya malah terdistraksi sama kerumunan orang. Penasaran banget saya, karena banyak orang dengan kamera yang berkeliling di satu titik.

Saya sudah mencoba menerobos kerumunan tapi gagal. Masih gak tahu juga ada apa di situ karena rata-rata lebih tinggi dari saya, hiks. Sampai akhirnya ada bapak yang keluar dari kerumunan dan menggumam seolah tahu kebingungan saya, “Bu Susi…”

Ohhh..ternyata ada Ibu Susi, Menteri Perikanan kita. Saya pengin banget foto sama dia, sampai udah coba cari beberapa sudut tapi gagal 😦

Akhirnya perburuan buku harus terus berlanjut.

BBW kali ini menurut saya menawarkan berbagai hal baru. Salah satunya food truck yang bisa kita jadikan juga tempat istirahat sambil mengisi energi lagi.

Ada juga sudut bermain anak yang super besar dengan semacam kastil dari balon. Saya gak tahu sih, itu bayar atau gak. Yang jelas, itu membantu banget buat para orangtua.

Saya sempat rekaman video sama Litsa, Dena, dan Yayang. Gak gitu banyak sih, karena jujur saya juga bingung kalau mendadak begitu. Atau mungkin saya juga udah kelaparan jadi sering bengong 😄

Mereka akan berbagi tips serta kesan mengikuti BBW lewat channel YouTube mereka. Berhubung kayaknya video saya gak gitu lengkap dan kemampuan editing saya super lelet, saya berbagi tips di sini saja, ya!

  1. Bawa makanan dan minuman dari rumah
  2. Ini penting karena meski tersedia food truck, harganya cukup mahal. Kalau sekadar buat pelengkap saat terdesak sih, gak masalah. Tapi menurut saya, berkeliling mencari buku akan sangat menguras energi. Jadi, lebih baik siapkan bekal supaya gak ada pengeluaran berlebih.

  3. Datang lebih awal
  4. Seperti saya sebutkan tadi, BBW memiliki banyak sekali peminat. Datang lebih awal akan memberikan kamu keuntungan parkir yang lebih leluasa. Selain itu, kamu akan punya waktu lebih banyak untuk mencari buku.

  5. Kenakan pakaian yang nyaman
  6. Berkeliling dengan heels? Wah, lupakan! BBW kali ini menggunakan 4 hall yang pastinya luas banget dan bakal bikin kamu pegel kalau keliling pake heels. Gunakan juga pakaian yang nyaman supaya kamu bebas bergerak.

  7. Siapkan uang tunai
  8. Seperti BBW lainnya, kartu debit BCA tidak diterima. Padahal BCA adalah bank dengan nasabah yang cukup dominan di Jakarta. Jadi, kamu perlu bawa uang tunai kalau kamu gak ada kartu kredit. Catatan saja, kartu kredit BCA diterima ya. Tapi, kamu tetap perlu bawa uang tunai karena setelah pembayaran di kasir, ada booth-booth yang menjual berbagai aksesoris lucu.

  9. Luangkan waktu yang cukup
  10. Ini penting karena antrian pembayaran itu super panjang. Saya saja sudah menggunakan fast track, tetap kena satu jam antrian. Selain itu, mana bisa sih, berkeliling cari ‘harta karun’ dalam waktu terbatas? Hehhe

  11. Siapkan kartu Mandiri
  12. Banyak banget keuntungan yang bisa kamu dapat kalau kamu menggunakan Mandiri, baik itu kartu debit, kartu kredit, e-money, atau e-cash. Seperti yang saya bilang tadi, fast track saat pembayaran. Ada juga tukar poin untuk diskon. Lalu ada juga penukaran poin untuk hadiah lainnya. Pokoknya, kamu harus bawa kalau punya 🙂

Rencananya besok saya akan datang lagi ke BBW bareng ponakan-ponakan saya. Semoga saja masih bersahabat situasinya.

Kalau kalian juga ada rencana ke sana, tinggalkan komentar di sini, ya! Siapa tahu kita bisa ketemu 🙂

Thanks for reading, friends!

Lots of love, Zelie ❤