Book-Admirer and Friends #3: Puji Rahayu

bookadmirerfriends

Halo!

Setelah sekian lama hiatus, akhirnya “Book-admirer and Friends” kembali lagi, yeay!

Sebenarnya,tulisan ini seharusnya saya terbitkan pada kesempatan #BBIHUT6 Marathon. Kebetulan, ada salah satu topik yang berhubungan dengan mengenal lebih dekat member BBI yang tergolong baru.

Gimana cara tahunya? Sebenarnya bisa terlihat dari nomor member BBI. Contohnya saya, 1303112. Dua digit angka pertama itu merujuk pada tahun terdaftar. Jadi, saya mulai bergabung sejak tahun 2013.

Jujur saja, saya tidak mengenal banyak member baru. Bahkan bisa dihitung pakai jari. Kebanyakan saya cuma tahu nama, blog, tapi gak benar-benar kenal. Saya juga yang mengusulkan tema ini agar saya pun tertantang buat mengenal member baru 😄

Sampai akhirnya saya coba blog walking, nemu wajah baru rasa lama *heh

Saya melihat blog milik Puji, Prayrahayu’s Book yang bagus banget theme-nya. Tulisannya pun rapi. Plus, ternyata dia masih tergolong member BBI yang baru.

Saya kenal Puji sebagai Puji WW, alias Puji Werewolf. Bisa tebak gak karena apa?

Continue reading “Book-Admirer and Friends #3: Puji Rahayu”

[LPM] Pre-Sale Big Bad Wolf Jakarta 2017

Auuuuwww!!!
Halo, teman-teman!

Big Bad Wolf (BBW) datang lagi ke Indonesia, tepatnya di Jakarta. Masih di tempat yang sama dengan tahun lalu, ICE BSD. Yaa, saya ngerti kalian akan protes kalau BSD kan Jakarta Coret alias udah gak masuk Jakarta. Tapi ya udahlah ya, yang penting masih terjangkau.

Saya berhasil mendapatkan VIP Pass untuk BBW Surabaya 2016 karena menang undian. Kali ini, saya berhasil mendapatkannya lewat jalur vlogger. Yeay!


Saya tanya ke teman-teman komunitas, apa ada yang datang juga pas pre-sale? Kebanyakan yang domisili di Jakarta jawab ikut. Bahkan ada yang domisilinya di luar Jakarta, mau datang juga. Akhirnya janjian ketemu, deh.

Tiket bisa ditukarkan mulai jam 9, jadi saya tiba di ICE juga sekitar jam tersebut. Ternyata lagi banyak acara juga di ICE, sehingga banyak juga spanduk dan umbul-umbul acara lain. BBW sendiri letaknya agak belakang (hall 7-10) dan sebenernya mudah dikenali pintu masuknya karena dari pagi aja udah macet 😄

Pas saya sampai, tempat parkir sudah mulai padat di bagian depan hall. Jadi saya agak ke tengah tapi cuma lurus-lurus dari pintu hall. Parkirnya luas banget walau gak ada atapnya, jadi kamu mungkin bisa antisipasi hujan dengan bawa payung/topi.

Begitu masuk, sepi. Karena ternyata itu hall 10, sedangkan masuk dari hall 7. Jadilah saya jalan dulu ke sana sambil kontak Kak Astrid. Saya juga cari tempat penukaran tiket untuk vlogger tapi gak nemu. Saat saya tanya ke salah satu petugas, katanya lagi diambil jadi tunggu aja.

Saya duduk deh di kursi yang ada di depan pintu masuk ruangan. Sambil ngeliatin orang yang lagi kasak-kusuk siapin tempat duduk buat orang yang kayaknya penting, saya celingukan cari Kak Astrid.

Ternyata Kak Astrid ke ATM dulu. Saya baru inget juga buat ambil duit tapi keburu males *heh

Karena merasa udah nunggu lama, saya tanya ke petugas yang lain. Dikasih tau deh, kalau bisa tukar di loket yang sebelahan sama penukaran tiket member.

Pas saya ke sana, wihh antriannya panjang banget. Ada dua lapis pula. Bagian blogger/vlogger sepi tapi gak keliatan ada petugas. Untunglah saat disamperin, nongol petugasnya.

Saya sebut saya dari vlogger dan diminta ID card. Bodohnya, saya sempat panik karena gak merasa punya ID card. Saya kan vlogger independen.

Lalu saya baru ngeh kalau yang dimaksud adalah KTP. *facepalm

Tiket sudah di tangan. Saya sempat dengar ada yang protes kenapa saya bisa duluan. Lalu dijelaskan kalau saya jalurnya beda. Tentu saya kesenengan, tapi jadi makin gak berani mengabadikan kenyataan itu. Nanti saya diamuk massa 😄

Anyway, tiket VIP kali ini ukurannya kecil. Gak kayak yang tahun lalu saya dapat, gede banget.


Setelah masuk ke ruangan, sudah cukup banyak orang yang datang. Kali ini, disediakan trolley besi yang besar. Ada juga keranjang yang ukuran besar, sedang, dan kecil. Yang kecil gak pake penarik sehingga kurang nyaman, sih. Tapi siap-siap aja gak kebagian. Saya pun cuma kebagian keranjang besar, udah gak ada trolley besi.

Lalu mulailah saya berburu buku murah berkualitas oke.

Saya ketemu dengan beberapa teman saya. Antara lain Kak Astrid yang akhirnya menemani sebagian besar waktu saya di sana, termasuk nemenin nyortir kekhilafan, bayar belanjaan, sampai akhirnya makan (lagi) di AEON. Anyway, makanan kami di AEON tuh enak dan murah lho. Tapi saya sudah lupa nama tempatnya apa 😄

Jangan-jangan enak karena laper juga ya, hmm…

Saya juga ketemu sama Kak Ren, Phie, Mbak Tru (ini saya ketemu sepihak karena Mbak Tru sibuk banget kayanya), Mas Ijul, dan Teh Annisa.

Selain mereka, saya sempat juga ngumpul sama anak-anak Booktube; Dena, Litsa, dan Yayang. Ternyata Yayang itu memang bawel banget, ya 😄

Kami juga sempat ketemu dengan Orizuka dan Andry Setiawan. Terus terang, saya malah lebih kenal karyanya Kak Andry daripada Orizuka. Maaf ya, saya kurang update >.<

Oh iya, pas Litsa telpon saya buat janjian ketemu, saya malah terdistraksi sama kerumunan orang. Penasaran banget saya, karena banyak orang dengan kamera yang berkeliling di satu titik.

Saya sudah mencoba menerobos kerumunan tapi gagal. Masih gak tahu juga ada apa di situ karena rata-rata lebih tinggi dari saya, hiks. Sampai akhirnya ada bapak yang keluar dari kerumunan dan menggumam seolah tahu kebingungan saya, “Bu Susi…”

Ohhh..ternyata ada Ibu Susi, Menteri Perikanan kita. Saya pengin banget foto sama dia, sampai udah coba cari beberapa sudut tapi gagal 😦

Akhirnya perburuan buku harus terus berlanjut.

BBW kali ini menurut saya menawarkan berbagai hal baru. Salah satunya food truck yang bisa kita jadikan juga tempat istirahat sambil mengisi energi lagi.

Ada juga sudut bermain anak yang super besar dengan semacam kastil dari balon. Saya gak tahu sih, itu bayar atau gak. Yang jelas, itu membantu banget buat para orangtua.

Saya sempat rekaman video sama Litsa, Dena, dan Yayang. Gak gitu banyak sih, karena jujur saya juga bingung kalau mendadak begitu. Atau mungkin saya juga udah kelaparan jadi sering bengong 😄

Mereka akan berbagi tips serta kesan mengikuti BBW lewat channel YouTube mereka. Berhubung kayaknya video saya gak gitu lengkap dan kemampuan editing saya super lelet, saya berbagi tips di sini saja, ya!

  1. Bawa makanan dan minuman dari rumah
  2. Ini penting karena meski tersedia food truck, harganya cukup mahal. Kalau sekadar buat pelengkap saat terdesak sih, gak masalah. Tapi menurut saya, berkeliling mencari buku akan sangat menguras energi. Jadi, lebih baik siapkan bekal supaya gak ada pengeluaran berlebih.

  3. Datang lebih awal
  4. Seperti saya sebutkan tadi, BBW memiliki banyak sekali peminat. Datang lebih awal akan memberikan kamu keuntungan parkir yang lebih leluasa. Selain itu, kamu akan punya waktu lebih banyak untuk mencari buku.

  5. Kenakan pakaian yang nyaman
  6. Berkeliling dengan heels? Wah, lupakan! BBW kali ini menggunakan 4 hall yang pastinya luas banget dan bakal bikin kamu pegel kalau keliling pake heels. Gunakan juga pakaian yang nyaman supaya kamu bebas bergerak.

  7. Siapkan uang tunai
  8. Seperti BBW lainnya, kartu debit BCA tidak diterima. Padahal BCA adalah bank dengan nasabah yang cukup dominan di Jakarta. Jadi, kamu perlu bawa uang tunai kalau kamu gak ada kartu kredit. Catatan saja, kartu kredit BCA diterima ya. Tapi, kamu tetap perlu bawa uang tunai karena setelah pembayaran di kasir, ada booth-booth yang menjual berbagai aksesoris lucu.

  9. Luangkan waktu yang cukup
  10. Ini penting karena antrian pembayaran itu super panjang. Saya saja sudah menggunakan fast track, tetap kena satu jam antrian. Selain itu, mana bisa sih, berkeliling cari ‘harta karun’ dalam waktu terbatas? Hehhe

  11. Siapkan kartu Mandiri
  12. Banyak banget keuntungan yang bisa kamu dapat kalau kamu menggunakan Mandiri, baik itu kartu debit, kartu kredit, e-money, atau e-cash. Seperti yang saya bilang tadi, fast track saat pembayaran. Ada juga tukar poin untuk diskon. Lalu ada juga penukaran poin untuk hadiah lainnya. Pokoknya, kamu harus bawa kalau punya 🙂

Rencananya besok saya akan datang lagi ke BBW bareng ponakan-ponakan saya. Semoga saja masih bersahabat situasinya.

Kalau kalian juga ada rencana ke sana, tinggalkan komentar di sini, ya! Siapa tahu kita bisa ketemu 🙂

Thanks for reading, friends!

Lots of love, Zelie ❤

Wishful Wednesday [59]

wpid-wishful-wednesday.jpg

Hello Wednesday!

Gak terasa, udah balik lagi ke hari Rabu 😀 Saatnya berandai-andai tentang buku, nih!

Minggu lalu saya lagi asyik mantau Facebook saat nemu berita yang cukup menarik tentang rencana Cara Delevigne menerbitkan buku. Kalian bisa cek artikelnya di sini.

Cara akan menulis buku dengan bantuan Rowan Coleman. Bocorannya sih, bukunya akan diberi judul “Mirror, Mirror” dan memiliki sentuhan cerita klasik. Sepertinya cukup menjanjikan.

Pas tahu kalau bukunya baru akan terbit Oktober, saya jadi agak kecewa juga, sih. Kirain akan terbit dalam waktu dekat.

But it’s okay. Walau saya sendiri gak tau Cara itu pecinta buku atau gak, rasanya cerita dari dia akan menarik. Mengingat dia memang punya kepribadian yang unik alias rada gak tau malu, saya sih berharap cerita di bukunya juga akan menarik untuk disimak.

So, let’s prepare for the awesomeness, shall we?

*iya saya lagi kesenangan nemu banyak gif-nya cara

Kalau kamu, apa buku yang kamu incar minggu ini?

  1. Follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post Wishful Wednesday yang ada di blog Books To Share setiap minggunya). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu 😀

Cheers!

Wishful Wednesday [58]

 

Hi there! *bersihin debu di blog

Belakangan ini mood menulis saya lagi turun banget, apalagi karena sempat ada error dalam hal domain. Saat masalah sudah terselesaikan, saya malah jadi terlanjur kebiasaan gak nulis dalam seminggu. Dan seringnya jadi beneran blank.

Kalau biasanya saya punya stok draft tulisan, atau setidaknya rencana apa yang mau ditulis, kali ini gak sama sekali.

Akhirnya saya lagi berusaha meningkatkan semangat baca biar saya juga semakin semangat nulis, haha.

Sayangnya, belakangan ini tingkat kenomadenan saya semakin tinggi. Saya jadi makin jarang bersentuhan sama buku. Mau bawa buku pun saya gak yakin. Bukan karena gak mau baca. Tapi, pengalaman saya bawa buku tuh sering gak enak. Nanti jadi rusak karena ketindih, sedangkan saya males pake sampul buku. Rasanya gak enak. Itu juga baru saya alamin sekarang sih, lagi rewel 😄

Saya sempat langganan Scoop Premium. Dan jujur saja, saya suka kok. Enak, bisa baca banyak buku. Cuma, ehm, mata saya sebenarnya sekarang sudah tidak sesehat dulu. Abis periksa ke dokter mata, katanya saya memang harus mengurangi nonton TV, main handphone, dan sebagainya. Yang tentu saja saya jadi gak bisa baca ebook dong ya.

Tetep aja, saya ngotot pengin baca ebook karena praktis. Terus, barusan browsing dan ngerasa jatuh cinta sama seri terbaru dari Kindle. Atau setidaknya terbaru dari yang saya tahu haha

71pfsljaehl-_sy500_

Kenapa saya tertarik?

Pertama, Kindle Oasis disebut sebagai Kindle yang paling enteng dengan daya tahan baterai paling lama.

Kedua, ada charging cover yang sudah termasuk dalam paketnya. Kece kan? Hahaha

Ketiga, ukurannya yang kecil serta desain bodinya yang menarik.

Dari segi harga sih, dia memang jauh lebih mahal. Kekurangannya juga, Kindle belum resmi masuk Indonesia. Plus, kita gak bisa beli juga secara resmi buku-bukunya. Atau sudah ada caranya, tapi saya aja yang ketinggalan berita?

Tetap saja sih, saya pengin banget punya ebook reader kayak gini. Mungkin juga saya nabung buat beli produk sejenis yang lebih ramah kantong juga.

Yah, berandai-andai mah boleh aja kan, ya?

Kalau kamu, apa sih impianmu yang berhubungan dengan buku? Share, yuk!

 

 

  1. Follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu

  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post Wishful Wednesday yang ada di blog Books To Share setiap minggunya). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu 😀

Cheers!

Reuni: Tentang Mengenang Kembali

WhatsApp Image 2016-12-13 at 10.12.50 AM.jpeg

Book blurb:

Reuni akbar membawa pergulatan batin tersendiri bagi tiga orang sahabat semasa SMA: Gita, Arsha, dan Vanka. Ketiganya punya alasan masing-masing untuk datang ke reuni. Kejadian di masa silam membuat persahabatan mereka berantakan tanpa kejelasan.

Gita tidak ingin bertemu dengan keduanya, dia menganggap bertemu dengan keduanya hanya akan mengulang kesalahan yang sama. Arsha berharap bisa bertemu kedua sahabatnya itu, dan berharap Gita dan Vanka bisa hadir di hari pernikahannya. Sementara Vanka menyimpan kerinduan yang besar terhadap dua orang sahabatnya, tapi dia tidak siap – dia takut sahabat-sahabatnya tidak bisa menerima keadaan dirinya saat ini, terutama Gita.

Akankah mereka mengalahkan ego masing-masing untuk menyelesaikan apa yang ada di masa lalu? Mampukah mereka berusaha memperbaiki tali persahabatan mereka yang telah lama putus bertahun-tahun?

Apa yang pertama kali terlintas di benakmu saat mendengar kata Reuni?

Saya pernah menceritakan pengalaman saya reuni dengan teman SMP di blog pribadi saya. Buat saya, reuni itu menyenangkan karena kita bisa melihat juga seberapa jauh kita berubah. Seberapa banyak perubahan yang terjadi. Atau, seberapa dalam hubungan kita satu sama lain.

Saat membaca Reuni, saya langsung teringat lagi dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu. Ada yang karena kesibukan. Ada yang karena jarak. Ada yang karena kesalahan di masa lalu yang tampaknya sulit dimaafkan.

Semua itu tersaji di dalam buku ini.

Continue reading “Reuni: Tentang Mengenang Kembali”